Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PERHITUNGAN HPP (HARGA POKOK PRODUKSI) MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING DI CV. EKA JAYA TABALONG

View through CrossRef
Harga pokok produksi merupakan komponen krusial dalam menentukan profitabilitas suatu perusahaan,.Secara umum, biaya produksi dibagi menjadi tiga unsur utama yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku mencakup semua material yang digunakan dalam proses produksi, sedangkan biaya tenaga kerja langsung meliputi upah yang dibayarkan kepada pekerja yang terlibat langsung dalam pembuatan produk. Biaya overhead pabrik, mencakup semua biaya tidak langsung yang diperlukan untuk mendukung proses produksi, seperti sewa pabrik, utilitas, dan penyusutan peralatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana perhitungan harga pokok produksi CV. Eka Jaya serta menggunakan metode Full Costing. Metode penelitiaan ini menggunakan metode deskriptif kuantitaif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah obsevasi dan studi pustaka Adapun data yang diambil yaitu periode Januari 2024-Desember 2024. Teknik analisis data dengan mengumpulkan data yang diperlukan, memisahkan biaya-biaya dikeluarkan pada tahap produksi, menghitung semua pengeluaran dan membandingkannya dengan jumlah permintaan produk kanopi, pagar, railing tangga, tangga layang dan tangga putar dengan sumber data sekunder. Hasil menunjukan bahwa total biaya bahan baku terbesar untuk kanopi adalah Rp 4.857.236.000, diikuti pagar Rp 1.696.972.000, dan railing tangga Rp 1.139.686.000. Biaya bahan baku untuk tangga layang dan tangga putar masing-masing sebesar Rp 292.904.000 dan Rp 274.042.000. Total biaya tenaga kerja langsung mencapai Rp 2.792.400.000, dengan alokasi terbesar pada produk dengan permintaan tertinggi. Biaya overhead tetap berjumlah Rp 998.804.796, dan overhead variabel Rp 435.901.000.Harga pokok produksi (HPP) kanopi adalah Rp 6.545.441.796 untuk 13.090 meter, dengan permintaan aktual 13.085 meter. Biaya produksi pagar adalah Rp 3.146.436.796 untuk 6.292 meter, dan railing tangga Rp 2.394.018.796 untuk 4.788 meter. Biaya produksi tangga layang tercatat Rp 801.508.979 untuk 534 meter, dan tangga putar Rp 1.528.120.899 untuk 509 meter. Selisih antara volume produksi dan permintaan relatif kecil, menunjukkan efisiensi dalam perencanaan produksi. Kata Kunci: Harga Pokok Penjualan (HPP), Metode Full Costing, CV. Eka Jaya
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong
Title: ANALISIS PERHITUNGAN HPP (HARGA POKOK PRODUKSI) MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING DI CV. EKA JAYA TABALONG
Description:
Harga pokok produksi merupakan komponen krusial dalam menentukan profitabilitas suatu perusahaan,.
Secara umum, biaya produksi dibagi menjadi tiga unsur utama yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Biaya bahan baku mencakup semua material yang digunakan dalam proses produksi, sedangkan biaya tenaga kerja langsung meliputi upah yang dibayarkan kepada pekerja yang terlibat langsung dalam pembuatan produk.
Biaya overhead pabrik, mencakup semua biaya tidak langsung yang diperlukan untuk mendukung proses produksi, seperti sewa pabrik, utilitas, dan penyusutan peralatan.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana perhitungan harga pokok produksi CV.
Eka Jaya serta menggunakan metode Full Costing.
Metode penelitiaan ini menggunakan metode deskriptif kuantitaif dengan pendekatan kuantitatif.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah obsevasi dan studi pustaka Adapun data yang diambil yaitu periode Januari 2024-Desember 2024.
Teknik analisis data dengan mengumpulkan data yang diperlukan, memisahkan biaya-biaya dikeluarkan pada tahap produksi, menghitung semua pengeluaran dan membandingkannya dengan jumlah permintaan produk kanopi, pagar, railing tangga, tangga layang dan tangga putar dengan sumber data sekunder.
Hasil menunjukan bahwa total biaya bahan baku terbesar untuk kanopi adalah Rp 4.
857.
236.
000, diikuti pagar Rp 1.
696.
972.
000, dan railing tangga Rp 1.
139.
686.
000.
Biaya bahan baku untuk tangga layang dan tangga putar masing-masing sebesar Rp 292.
904.
000 dan Rp 274.
042.
000.
Total biaya tenaga kerja langsung mencapai Rp 2.
792.
400.
000, dengan alokasi terbesar pada produk dengan permintaan tertinggi.
Biaya overhead tetap berjumlah Rp 998.
804.
796, dan overhead variabel Rp 435.
901.
000.
Harga pokok produksi (HPP) kanopi adalah Rp 6.
545.
441.
796 untuk 13.
090 meter, dengan permintaan aktual 13.
085 meter.
Biaya produksi pagar adalah Rp 3.
146.
436.
796 untuk 6.
292 meter, dan railing tangga Rp 2.
394.
018.
796 untuk 4.
788 meter.
Biaya produksi tangga layang tercatat Rp 801.
508.
979 untuk 534 meter, dan tangga putar Rp 1.
528.
120.
899 untuk 509 meter.
Selisih antara volume produksi dan permintaan relatif kecil, menunjukkan efisiensi dalam perencanaan produksi.
Kata Kunci: Harga Pokok Penjualan (HPP), Metode Full Costing, CV.
Eka Jaya.

Related Results

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING PADA WARUNG STMJ BURJO KABUPATEN TABALONG
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING PADA WARUNG STMJ BURJO KABUPATEN TABALONG
Penentuan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting, dengan perhitungan yang tepat dan akurat maka usaha dapat melakukan perencanaan, pengendalian, biaya dan membantu ...
Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Full Costing ( Studi Kasus Pada UKM Digital Printing Prabu )
Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Berdasarkan Metode Full Costing ( Studi Kasus Pada UKM Digital Printing Prabu )
Perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode Full Costing lebih tepat dan akurat. Dikarenakan metode full costing memasukkan seluruh komponen biaya yang digunakan dengan det...
PENETAPAN HARGA JUAL PLYWOOD PT. XYZ MENGGUNAKAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI METODE FULL COSTING DAN ACTIVITY BASED COSTING
PENETAPAN HARGA JUAL PLYWOOD PT. XYZ MENGGUNAKAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI METODE FULL COSTING DAN ACTIVITY BASED COSTING
Perhitungan biaya produksi mempertimbangkan  semua unsur biaya (konvensional) untuk saat ini dinilai kurang akurat dalam penentuan laba, sehingga dapat memengaruhi perkembangan dan...
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN PADA SAKAPATAT RESTO SEMARANG
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN PADA SAKAPATAT RESTO SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok penjualan (HPP). Penelitian dilakukan dengan mengambil data perhitungan harga pokok penjualan (HPP) pada Sakapatat...
ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN HARGA JUAL ATAS PRODUK (Studi Kasus di CV. Graceful Grantika)
ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN HARGA JUAL ATAS PRODUK (Studi Kasus di CV. Graceful Grantika)
  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perhitungan harga pokok produksi menurut perusahaan CV. Graceful Grantika dan perhitungan berdasarkan metode full costing. Metode analisis...
Analisis Perhitungan Harga Pokok Penjualan Tahu Pada Pabrik Tahu Pallangga Kabupaten Gowa
Analisis Perhitungan Harga Pokok Penjualan Tahu Pada Pabrik Tahu Pallangga Kabupaten Gowa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok penjualan tahu pada Pabrik Tahu Pallangga Kabupaten Gowa. Pendekatan metode penelitian yang digunakan adalah des...
PENERAPAN FULL COSTING PADA PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI KJ FARM DENGAN KOMPLEKSITAS PRODUK REWORK
PENERAPAN FULL COSTING PADA PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI KJ FARM DENGAN KOMPLEKSITAS PRODUK REWORK
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung harga pokok produksi (HPP) pada usaha hidroponik KJ Farm dengan mempertimbangkan biaya produk rusak atau rework. Metode penelitian yang di...

Back to Top