Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Self Efficacy dengan Orientasi Masa Depan pada Remaja Pondok Yatim X di Kota Bandung
View through CrossRef
Abstract. In accordance with the applied regulations, orphanage teenagers cannot stay in the orphanage indefinitely. They will leave the orphanage to start an independent life or be returned to their guardians if possible. Therefore, it is important for them to have a positive future orientation to help maintain motivation, make good planning, and anticipate behaviors to ensure a better future after leaving the orphanage. One factor that can shape a positive future orientation is self-efficacy, as it influences behavioral choices, the amount of effort, and their persistence despite obstacles and limitations in achieving their goals. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the level of self-efficacy among teenagers at Orphanage X? (2) What is the level of future orientation among teenagers at Orphanage X? (3) How strong is the relationship between self-efficacy and future orientation among teenagers at Orphanage X? The researcher uses a correlational analysis technique with a quantitative approach. The data processing method applied is non-probability sampling with a total sampling approach, resulting in a population of 51 people. Data collection techniques include questionnaires, observation and interviews, and literature study. The data analysis technique uses Pearson Product Moment Correlation. The results of this study indicate a positive relationship between self-efficacy and future orientation among teenagers at Orphanage X, with the strength of the relationship being at a moderate level.
Abstrak. Sesuai dengan aturan yang diterapkan, remaja panti asuhan tidak bisa selamanya tinggal di panti asuhan dalam artian mereka akan meninggalkan panti asuhan dan memulai hidup mandiri atau dikembalikan kepada wali jika memungkinkan. Sehingga penting bagi mereka memiliki orientasi masa depan yang positif guna dapat membantu dalam mempertahankan motivasi, membantu dalam membuat perencanaan yang baik, dan antisipasi perilaku dengan tujuan dapat memberikan masa depan yang lebih baik setelah mereka keluar dari panti asuhan. Salah satu faktor yang dapat membentuk orientasi masa depan positif adalah self efficacy karena dapat mempengaruhi pilihan perilaku yang dimunculkan, besar usaha, dan seberapa kuat mereka bertahan walaupun mengalami hambatan dan keterbatasan dalam mencapai tujuan. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana tingkat self efficacy pada remaja Pondok Yatim X ? (2) Bagaimana tingkat orientasi masa depan pada remaja Pondok Yatim X ? (3) Seberapa erat hubungan antara self efficacy dengan orientasi masa depan pada remaja Pondok Yatim X ?. Peneliti menggunakan teknik analisis korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengolahan data yang diterapkan adalah non probability sampling dengan pendekatan total sampling diperoleh jumlah populasi sebanyak 51 orang. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner, observasi dan wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan Pearson Product Moment Correlation. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif antara self efficacy dengan orientasi masa depan remaja Pondok Yatim X dengan tingkat keeratan berada pada tingkat yang sedang.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Self Efficacy dengan Orientasi Masa Depan pada Remaja Pondok Yatim X di Kota Bandung
Description:
Abstract.
In accordance with the applied regulations, orphanage teenagers cannot stay in the orphanage indefinitely.
They will leave the orphanage to start an independent life or be returned to their guardians if possible.
Therefore, it is important for them to have a positive future orientation to help maintain motivation, make good planning, and anticipate behaviors to ensure a better future after leaving the orphanage.
One factor that can shape a positive future orientation is self-efficacy, as it influences behavioral choices, the amount of effort, and their persistence despite obstacles and limitations in achieving their goals.
Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the level of self-efficacy among teenagers at Orphanage X? (2) What is the level of future orientation among teenagers at Orphanage X? (3) How strong is the relationship between self-efficacy and future orientation among teenagers at Orphanage X? The researcher uses a correlational analysis technique with a quantitative approach.
The data processing method applied is non-probability sampling with a total sampling approach, resulting in a population of 51 people.
Data collection techniques include questionnaires, observation and interviews, and literature study.
The data analysis technique uses Pearson Product Moment Correlation.
The results of this study indicate a positive relationship between self-efficacy and future orientation among teenagers at Orphanage X, with the strength of the relationship being at a moderate level.
Abstrak.
Sesuai dengan aturan yang diterapkan, remaja panti asuhan tidak bisa selamanya tinggal di panti asuhan dalam artian mereka akan meninggalkan panti asuhan dan memulai hidup mandiri atau dikembalikan kepada wali jika memungkinkan.
Sehingga penting bagi mereka memiliki orientasi masa depan yang positif guna dapat membantu dalam mempertahankan motivasi, membantu dalam membuat perencanaan yang baik, dan antisipasi perilaku dengan tujuan dapat memberikan masa depan yang lebih baik setelah mereka keluar dari panti asuhan.
Salah satu faktor yang dapat membentuk orientasi masa depan positif adalah self efficacy karena dapat mempengaruhi pilihan perilaku yang dimunculkan, besar usaha, dan seberapa kuat mereka bertahan walaupun mengalami hambatan dan keterbatasan dalam mencapai tujuan.
Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana tingkat self efficacy pada remaja Pondok Yatim X ? (2) Bagaimana tingkat orientasi masa depan pada remaja Pondok Yatim X ? (3) Seberapa erat hubungan antara self efficacy dengan orientasi masa depan pada remaja Pondok Yatim X ?.
Peneliti menggunakan teknik analisis korelasional dengan pendekatan kuantitatif.
Metode pengolahan data yang diterapkan adalah non probability sampling dengan pendekatan total sampling diperoleh jumlah populasi sebanyak 51 orang.
Teknik pengumpulan data dengan kuesioner, observasi dan wawancara, dan studi pustaka.
Teknik analisis data menggunakan Pearson Product Moment Correlation.
Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif antara self efficacy dengan orientasi masa depan remaja Pondok Yatim X dengan tingkat keeratan berada pada tingkat yang sedang.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu tentu tidak dimulai saat seorang wanita hamil saja. Diperlukan persiapan seorang remaja yang sehat agar menjadi ibu yang sehat. Remaja yang ...

