Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penerapan Algoritma C4.5 Untuk Prediksi Anak Stunting Di Kota Pagar Alam

View through CrossRef
Di Pagar Alam, Prediksi dan pengukuran tingkat Stunting masih mengandalkan analisis sekunder. Kader Posyandu melibatkan diri dalam mengukur kondisi balita, dan hasilnya diserahkan kepada ahli untuk menilai apakah balita tersebut mengalami Stunting atau tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengaplikasikan Algoritma C4.5 untuk melakukan Prediksi terkait kasus Stunting pada anak. Dari permasalahan yang ada diatas, maka metode yang dapat menyelesaikan permasalahan ini yaitu Algoritma C4.5 yang termasuk dalam Pohon Keputusan pada Data Mining. Proses Data Mining peneliti menggunakan salah satu metode CRIPSP-DM dan pengujian Data Mining menggunakan Confusion Matrix serta pengujian Sistem menggunakan Black Box Testing. Hasil dalam penelitian ini berupa sebuah Sistem yang menerapkan aturan dari Pohon keputusan. Sistem Prediksi status gizi Anak yang dirancang penulis layak karena dapat mengkategorikan status gizi balita. balita secara otomatis berdasarkan Zscore yang ditetapkan dan hanya terdapat selisih 11,8% dari pengujian Prediksi dataset yang sama menggunakan Rapid Miner. Sistem yang penulis rancang dapat lebih cepat dan efektif dalam memPrediksi status gizi Anak. Berdasarkan Berdasarkan data hasil uji, dapat disimpulkan bahwa akurasi Algoritma C.4.5 untuk memPrediksi anak Stunting yaitu 88,20% tergolong baik. Sedangkan pengujian Sistem menggunakan Black Box Testing memperoleh total 4.35 masuk ke kategori sangat layak. Tujuan Sistem ini adalah membantu tenaga kesehatan dalam membuat keputusan terkait Prediksi status gizi balita. Sistem Prediksi ini bermanfaat untuk mengidentifikasi balita berisiko gizi buruk sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Title: Penerapan Algoritma C4.5 Untuk Prediksi Anak Stunting Di Kota Pagar Alam
Description:
Di Pagar Alam, Prediksi dan pengukuran tingkat Stunting masih mengandalkan analisis sekunder.
Kader Posyandu melibatkan diri dalam mengukur kondisi balita, dan hasilnya diserahkan kepada ahli untuk menilai apakah balita tersebut mengalami Stunting atau tidak.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengaplikasikan Algoritma C4.
5 untuk melakukan Prediksi terkait kasus Stunting pada anak.
Dari permasalahan yang ada diatas, maka metode yang dapat menyelesaikan permasalahan ini yaitu Algoritma C4.
5 yang termasuk dalam Pohon Keputusan pada Data Mining.
Proses Data Mining peneliti menggunakan salah satu metode CRIPSP-DM dan pengujian Data Mining menggunakan Confusion Matrix serta pengujian Sistem menggunakan Black Box Testing.
Hasil dalam penelitian ini berupa sebuah Sistem yang menerapkan aturan dari Pohon keputusan.
Sistem Prediksi status gizi Anak yang dirancang penulis layak karena dapat mengkategorikan status gizi balita.
balita secara otomatis berdasarkan Zscore yang ditetapkan dan hanya terdapat selisih 11,8% dari pengujian Prediksi dataset yang sama menggunakan Rapid Miner.
Sistem yang penulis rancang dapat lebih cepat dan efektif dalam memPrediksi status gizi Anak.
Berdasarkan Berdasarkan data hasil uji, dapat disimpulkan bahwa akurasi Algoritma C.
4.
5 untuk memPrediksi anak Stunting yaitu 88,20% tergolong baik.
Sedangkan pengujian Sistem menggunakan Black Box Testing memperoleh total 4.
35 masuk ke kategori sangat layak.
Tujuan Sistem ini adalah membantu tenaga kesehatan dalam membuat keputusan terkait Prediksi status gizi balita.
Sistem Prediksi ini bermanfaat untuk mengidentifikasi balita berisiko gizi buruk sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Related Results

Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Gambaran Karies Gigi Sulung pada Anak Stunting di Indonesia
Abstract: Dental caries, as well as stunting in children, is still a worldwide problem including in Indonesia. Malnutrition can cause stunting and abnormal growth and development o...
PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG
PENTINGYA PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENCEGAH STUNTING PADA ANAK di KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah pedesaan dan terpencil di Kabupaten Kupang. Provinsi Nusa Tenggara T...
Monte Carlo Prediksi Tingkat Prevalensi Stunting Kabupaten Lima Puluh Kota Menggunakan Metode Monte Carlo
Monte Carlo Prediksi Tingkat Prevalensi Stunting Kabupaten Lima Puluh Kota Menggunakan Metode Monte Carlo
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Menurut data yang...
Peran ayah dalam penanganan stunting: A systematic review
Peran ayah dalam penanganan stunting: A systematic review
Background: Stunting is a significant malnutrition phenomenon faced by the world, including Indonesia. Various family factors, such as inadequate access to nutritious food, low exc...
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
Algoritma merupakan akar dari sebuah sistem yang terbentuk dalam dunia pemrograman.Melalui serangkaian cara yang masuk akal dan teratur, sebuah algoritma dapat menyelesaikan suatu ...
Faktor Risiko Stunting Balita pada Masa New Normal Covid-19 di Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar, Bali
Faktor Risiko Stunting Balita pada Masa New Normal Covid-19 di Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar, Bali
Stunting adalah masalah pertumbuhan akibat kurangnya pemberian nutrisi yang optimal. Dunia sedang menghadapi Pandemi global COVID-19 mempengaruhi peningkatan kasus stunting karena ...
Penyuluhan Tentang Cegah Stunting Menuju Kelurahan Sehat
Penyuluhan Tentang Cegah Stunting Menuju Kelurahan Sehat
Latar belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada ...

Back to Top