Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengolahan Daun Tembakau dan Dampaknya Terhadap Lingkungan

View through CrossRef
<p>Tembakau merupakan bahan baku utama industri hasil tembakau seperti rokok keretek, cerutu, tembakau iris, dan lain-lain. Sebelum digunakan, daun tembakau harus melalui proses pengolahan. Pengolahan tembakau pada dasarnya merupakan kegiatan pengeringan, dengan penerapan suhu bertahap atau disebut proses kiu-ring (curing). Dalam proses pengolahan tembakau diperlukan energi, yang selama ini berasal dari panas ma-tahari, udara panas buatan hasil pembakaran kayu, minyak tanah, batu bara, LPG (liquefied petroleum gas), atau limbah pertanian. Penggunaan bahan bakar ini menyebabkan polusi udara, sehingga mencemari ling-kungan dan meracuni pekerja. Tembakau sendiri mengandung bahan berbahaya seperti, debu tembakau, ni-kotin, residu pestisida, TSNA (tobacco spesific nitrosamine), B-a-P (benzo-a-pyrene), dan lain-lain. Petunjuk pengendalian bahan berbahaya dan dampak lingkungan tersebut, selama ini sudah tersedia secara lengkap yang ditetapkan oleh organisasi tembakau dunia Coresta dan diimplementasikan oleh perusahaan-perusaha-an mitra petani. Petani yang sistem produksinya dalam bentuk kemitraan dengan perusahaan-perusahaan tembakau, telah melakukan pengendalian dengan baik. Dampak negatif penggunaan bahan bakar dapat di-tekan dengan sistem pemanasan tidak langsung (flue-curing), sedangkan penggunaan batu bara dilakukan dengan tungku pembakaran gasifikasi. Implementasi selanjutnya, selain diperlukan sistem inspeksi sesuai ketentuan juga perlu didorong terbentuknya kemitraan antara perusahaan tembakau dan petani.</p><p> </p><p>Tobacco leaf is the main raw material of tobacco industries such as cigarette, cigar, slices tobacco, etc. Be-fore being used, tobacco leaves have to go through processing. Tobacco processing is basically a drying acti-vity, with the application of temperature or a gradual process called curing. In the processing of tobacco ener-gy needed, which is derived from the hot sun, hot air made by the burning wood, kerosene, coal, LPG (li-quefied petroleum gas), or agricultural waste. The use of these fuels causes air pollution, thus contaminating the environment and poisoning workers. Tobacco itself contain hazardous materials such as tobacco dust, ni-cotine, pesticide residue, TSNA (tobacco specific nitrosamines), B-a-P (benzo-a-pyrene) and others. In-structions on control of hazardous materials and environmental impact, as long as it is available completely de-termined by the organization of the world tobacco Coresta and implemented by partner company of farmers. Farmer production systems in the form of partnership with tobacco companies, has done well control. The ne-gative impact of fuel use could be reduced by an indirect heating system (flue-curing), while the use of coal gasification is done by burning stove. Subsequent implementation, in addition to the required inspection sys-tem according to the provisions, should also be encouraged such as partnerships between tobacco companies and farmers.</p>
Title: Pengolahan Daun Tembakau dan Dampaknya Terhadap Lingkungan
Description:
<p>Tembakau merupakan bahan baku utama industri hasil tembakau seperti rokok keretek, cerutu, tembakau iris, dan lain-lain.
Sebelum digunakan, daun tembakau harus melalui proses pengolahan.
Pengolahan tembakau pada dasarnya merupakan kegiatan pengeringan, dengan penerapan suhu bertahap atau disebut proses kiu-ring (curing).
Dalam proses pengolahan tembakau diperlukan energi, yang selama ini berasal dari panas ma-tahari, udara panas buatan hasil pembakaran kayu, minyak tanah, batu bara, LPG (liquefied petroleum gas), atau limbah pertanian.
Penggunaan bahan bakar ini menyebabkan polusi udara, sehingga mencemari ling-kungan dan meracuni pekerja.
Tembakau sendiri mengandung bahan berbahaya seperti, debu tembakau, ni-kotin, residu pestisida, TSNA (tobacco spesific nitrosamine), B-a-P (benzo-a-pyrene), dan lain-lain.
Petunjuk pengendalian bahan berbahaya dan dampak lingkungan tersebut, selama ini sudah tersedia secara lengkap yang ditetapkan oleh organisasi tembakau dunia Coresta dan diimplementasikan oleh perusahaan-perusaha-an mitra petani.
Petani yang sistem produksinya dalam bentuk kemitraan dengan perusahaan-perusahaan tembakau, telah melakukan pengendalian dengan baik.
Dampak negatif penggunaan bahan bakar dapat di-tekan dengan sistem pemanasan tidak langsung (flue-curing), sedangkan penggunaan batu bara dilakukan dengan tungku pembakaran gasifikasi.
Implementasi selanjutnya, selain diperlukan sistem inspeksi sesuai ketentuan juga perlu didorong terbentuknya kemitraan antara perusahaan tembakau dan petani.
</p><p> </p><p>Tobacco leaf is the main raw material of tobacco industries such as cigarette, cigar, slices tobacco, etc.
Be-fore being used, tobacco leaves have to go through processing.
Tobacco processing is basically a drying acti-vity, with the application of temperature or a gradual process called curing.
In the processing of tobacco ener-gy needed, which is derived from the hot sun, hot air made by the burning wood, kerosene, coal, LPG (li-quefied petroleum gas), or agricultural waste.
The use of these fuels causes air pollution, thus contaminating the environment and poisoning workers.
Tobacco itself contain hazardous materials such as tobacco dust, ni-cotine, pesticide residue, TSNA (tobacco specific nitrosamines), B-a-P (benzo-a-pyrene) and others.
In-structions on control of hazardous materials and environmental impact, as long as it is available completely de-termined by the organization of the world tobacco Coresta and implemented by partner company of farmers.
Farmer production systems in the form of partnership with tobacco companies, has done well control.
The ne-gative impact of fuel use could be reduced by an indirect heating system (flue-curing), while the use of coal gasification is done by burning stove.
Subsequent implementation, in addition to the required inspection sys-tem according to the provisions, should also be encouraged such as partnerships between tobacco companies and farmers.
</p>.

Related Results

IDENTIFIKASI MANFAAT LIMBAH BATANG TEMBAKAU DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
IDENTIFIKASI MANFAAT LIMBAH BATANG TEMBAKAU DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Post-harvest management of tobacco commodities in East Lombok Regency is very important considering that the waste of tobacco stems, leaf stalks, seeds, and residues from the oven ...
Hubungan Antara Fenologi Tanaman dengan Hasil dan Mutu Rajangan Kering Tembakau Temanggung
Hubungan Antara Fenologi Tanaman dengan Hasil dan Mutu Rajangan Kering Tembakau Temanggung
<p>Hasil dan mutu tembakau temanggung merupakan hasil interaksi antara pengaruh genetik tanaman dan kondisi lingkungan tumbuh. Pada tembakau virginia, fenologi tanaman merupa...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Analisis Kelayakan Usahatani Tembakau Rajangan Varietas Virginia Di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur
Analisis Kelayakan Usahatani Tembakau Rajangan Varietas Virginia Di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur
Tembakau merupakan hasil dari tanaman perkebunan semusim yang termasuk dalam genus Nicotiana. Tembakau berasal dari Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tembakau memiliki nilai ekono...
Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak pada Tanaman Hias Lili Putih
Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak pada Tanaman Hias Lili Putih
Ulat merupakan konsumen di piramida ekosistem yang memakan tanaman termasuk tanaman hias. Salah satu ulat yang menyerang tanaman hias lili putih adalah ulat grayak. Pestisida kimia...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Karakter Tanaman Tembakau Temanggung yang Berpengaruh Terhadap Hasil dan Mutu Rajangan Kering
Karakter Tanaman Tembakau Temanggung yang Berpengaruh Terhadap Hasil dan Mutu Rajangan Kering
<p>Peningkatan hasil dan mutu rajangan kering tembakau temanggung dapat dilakukan bila telah diketahui ka-rakter tanaman yang berpengaruh terhadap hasil dan mutu rajangan ker...

Back to Top