Javascript must be enabled to continue!
PENGUJIAN EMISI GAS BUANG MESIN OTTO STASIONER DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN MINYAK PIROLISIS PLASTIK DAN METANOL
View through CrossRef
Studi ini menganalisis pengaruh penambahan metanol pada minyak pirolisis limbah plastik terhadap emisi gas buang mesin Otto stasioner sebagai upaya meningkatkan kualitas pembakaran bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraksi metanol dalam bahan bakar minyak pirolisis limbah plastik terhadap emisi HC, CO, CO₂, O₂, dan nilai lambda pada mesin Otto stasioner serta mengidentifikasi komposisi campuran optimum berdasarkan kinerja emisi. Pengujian dilakukan pada tiga putaran mesin yaitu 1500 rpm, 2000 rpm, dan 2500 rpm dengan parameter emisi yang diukur meliputi HC, CO, CO₂, O₂, dan nilai lambda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran 5% metanol dengan 95% pirolisis plastik memberikan performa emisi terbaik, ditandai dengan kadar HC dan CO yang lebih rendah, CO₂ lebih tinggi, serta O₂ yang lebih rendah dibandingkan campuran lainnya. Sementara itu, pada campuran 10% dan 15% metanol terjadi peningkatan emisi HC dan CO serta penurunan CO₂, yang menandakan pembakaran kurang sempurna. Dengan demikian, penambahan metanol dalam jumlah terbatas mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan menekan emisi berbahaya dari mesin Otto stasioner berbahan bakar campuran pirolisis plastik.
Title: PENGUJIAN EMISI GAS BUANG MESIN OTTO STASIONER DENGAN BAHAN BAKAR CAMPURAN MINYAK PIROLISIS PLASTIK DAN METANOL
Description:
Studi ini menganalisis pengaruh penambahan metanol pada minyak pirolisis limbah plastik terhadap emisi gas buang mesin Otto stasioner sebagai upaya meningkatkan kualitas pembakaran bahan bakar alternatif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraksi metanol dalam bahan bakar minyak pirolisis limbah plastik terhadap emisi HC, CO, CO₂, O₂, dan nilai lambda pada mesin Otto stasioner serta mengidentifikasi komposisi campuran optimum berdasarkan kinerja emisi.
Pengujian dilakukan pada tiga putaran mesin yaitu 1500 rpm, 2000 rpm, dan 2500 rpm dengan parameter emisi yang diukur meliputi HC, CO, CO₂, O₂, dan nilai lambda.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran 5% metanol dengan 95% pirolisis plastik memberikan performa emisi terbaik, ditandai dengan kadar HC dan CO yang lebih rendah, CO₂ lebih tinggi, serta O₂ yang lebih rendah dibandingkan campuran lainnya.
Sementara itu, pada campuran 10% dan 15% metanol terjadi peningkatan emisi HC dan CO serta penurunan CO₂, yang menandakan pembakaran kurang sempurna.
Dengan demikian, penambahan metanol dalam jumlah terbatas mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan menekan emisi berbahaya dari mesin Otto stasioner berbahan bakar campuran pirolisis plastik.
Related Results
Pengolahan Sampah Plastik LDPE Bungkus Mie Instan Dan Sachet Kopi Menjadi Minyak Dengan Metode Pirolisis
Pengolahan Sampah Plastik LDPE Bungkus Mie Instan Dan Sachet Kopi Menjadi Minyak Dengan Metode Pirolisis
Penggunaan barang berbahan dasar plastik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi, industri dan juga jumlah populasi penduduk. Perlu adanya teknologi untuk mengolah sampah...
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar. Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karb...
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Studi sistem bahan bakar gas pada superheater untuk pengembangan bahan bakar alternatif
Kebutuhan energi di Indonesia terutama penggunaan bahan bakar solar yang semakin meningkat dan emisi gas buang yang semakin tinggi menyebabkan pemanasan global merupakan permasalah...
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Pengaruh pemakaian bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh bahan bakar premium, pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 tak. Seberapa besar pengaruh pemakaian berbagai bahan bak...
PENGGUNAAN MINYAK JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL
PENGGUNAAN MINYAK JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL
Bahan bakar minyak (BBM) merupakan permintaan energi global terbesar yang konsumsinya diperkirakan oleh Energy Information Administration (bagian dari Departemen Energi AS) meningk...
TEKNOLOGI PENGUJIAN PRESTASI ALAT PIROLISIS DALAM MENGHASILKAN MINYAK PIROLISIS BERKUALITAS DARI LIMBAH PLASTIK
TEKNOLOGI PENGUJIAN PRESTASI ALAT PIROLISIS DALAM MENGHASILKAN MINYAK PIROLISIS BERKUALITAS DARI LIMBAH PLASTIK
Penelitian ini dilakukan untuk menilai kinerja alat pirolisis dalam mengkonversi limbah plastik menjadi minyak pirolisis yang layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Permas...
ANALISIS EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL TIPE COMMON RAIL DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR B0 DAN BIO DIESEL B40
ANALISIS EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL TIPE COMMON RAIL DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR B0 DAN BIO DIESEL B40
Kebutuhan akan sumber energi yang ramah lingkungan mendorong pengembangan bahan bakar alternatif berbasis biomassa, salah satunya biodiesel. Pemerintah Indonesia telah mentargetkan...
EFEK PENAMBAHAN ADITIF OKSIGENAT KEDALAM BAHAN BAKAR DIESEL PADA PRESTASI MESIN
EFEK PENAMBAHAN ADITIF OKSIGENAT KEDALAM BAHAN BAKAR DIESEL PADA PRESTASI MESIN
Pada saat sekarang ini pencarian bahan bakar ramah lingkungan difokuskan dengan menggunakan aditif berbahan dasar alami. Masalah tersebut penting karena kekurangan bahan bakar fosi...

