Javascript must be enabled to continue!
Teori Emanasi Ibn Masarrah: Upaya Menghubungkan Agama dan Sains
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk memahami teori emanasi Ibn Masarrah dan berupaya menghubungkan agama dan sains melalui teori emanasi Ibn Masarrah. Metode yang digunakan ialah metode kepustakaan yang bersumber dari data primer yakni karya Ibn Masarrah “Risālat al-Iʿtibār” dan sekunder berupa buku “Ibn Masarrah: Failasuf Muslim Pertama Spanyol” karya Miguel Asin Palacios. Data tersebut beserta sumber lainnya dikumpulkan untuk dapat menganalisa mulai dari emanasi Ibn Masarrah hingga upaya dalam menghubungkan agama dan sains. Analisis data berawal adanya masalah pada hubungan independensi agama dan sains, keduanya hanya memikirkan bangunan pengetahuannya (ontologi dan epistemologi) sendiri tanpa mau membuka diri untuk menjalin upaya-upaya yang lebih integratif. Ontologi agama mengakui realitas fisik dan nonfisik, sementara sains menafikan realitas nonfisik dan epistemologi yang digunakan agama ialah pengamatan, penalaran dan intuisi sedangkan sains hanya mengandalkan pengamatan indrawi dan penalaran. Tidak melulu perbedaan yang mendasar mendatangkan pertentangan, karena itu perlu melihat sisi kesamaan agama dan sains, yakni secara ontologi sama-sama mengakui realitas fisik dan epistemologi yang dianggap sah ialah pengamatan dan penalaran. Baik kesamaan maupun perbedaan agama dan sains tersebut itu semua ada pada rangkaian penjelasan filosofis emanasi Ibn Masarrah, baik ontologi maupun epistemologi. Emanasi yang berisi pelimpahan dari wujud nonfisik hingga wujud fisik dan epistemik yang digunakannya ialah pengamatan, penalaran dan kesaksian hati sekaligus melingkupi ontologi dan epistemologi keseluruhan dari agama dan sains sehingga keduanya terhubung pada emanasi Ibn Masarrah dan dari keterhubungan menandakan keterpaduan dan keterkaitan tanpa harus menghilangkan entitas masing-masing atau memaksakan sama dengan entitas lain.
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: Teori Emanasi Ibn Masarrah: Upaya Menghubungkan Agama dan Sains
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk memahami teori emanasi Ibn Masarrah dan berupaya menghubungkan agama dan sains melalui teori emanasi Ibn Masarrah.
Metode yang digunakan ialah metode kepustakaan yang bersumber dari data primer yakni karya Ibn Masarrah “Risālat al-Iʿtibār” dan sekunder berupa buku “Ibn Masarrah: Failasuf Muslim Pertama Spanyol” karya Miguel Asin Palacios.
Data tersebut beserta sumber lainnya dikumpulkan untuk dapat menganalisa mulai dari emanasi Ibn Masarrah hingga upaya dalam menghubungkan agama dan sains.
Analisis data berawal adanya masalah pada hubungan independensi agama dan sains, keduanya hanya memikirkan bangunan pengetahuannya (ontologi dan epistemologi) sendiri tanpa mau membuka diri untuk menjalin upaya-upaya yang lebih integratif.
Ontologi agama mengakui realitas fisik dan nonfisik, sementara sains menafikan realitas nonfisik dan epistemologi yang digunakan agama ialah pengamatan, penalaran dan intuisi sedangkan sains hanya mengandalkan pengamatan indrawi dan penalaran.
Tidak melulu perbedaan yang mendasar mendatangkan pertentangan, karena itu perlu melihat sisi kesamaan agama dan sains, yakni secara ontologi sama-sama mengakui realitas fisik dan epistemologi yang dianggap sah ialah pengamatan dan penalaran.
Baik kesamaan maupun perbedaan agama dan sains tersebut itu semua ada pada rangkaian penjelasan filosofis emanasi Ibn Masarrah, baik ontologi maupun epistemologi.
Emanasi yang berisi pelimpahan dari wujud nonfisik hingga wujud fisik dan epistemik yang digunakannya ialah pengamatan, penalaran dan kesaksian hati sekaligus melingkupi ontologi dan epistemologi keseluruhan dari agama dan sains sehingga keduanya terhubung pada emanasi Ibn Masarrah dan dari keterhubungan menandakan keterpaduan dan keterkaitan tanpa harus menghilangkan entitas masing-masing atau memaksakan sama dengan entitas lain.
Related Results
[Muhammad Ibn Abi ‘Amir’s Political Involvement According to The Chronicle Of Ibn Hayyan Al-Qurtubi] Penglibatan Politik Muhammad Ibn Abi ‘Amir Menurut Catatan Ibn Hayyan Al-Qurtubi
[Muhammad Ibn Abi ‘Amir’s Political Involvement According to The Chronicle Of Ibn Hayyan Al-Qurtubi] Penglibatan Politik Muhammad Ibn Abi ‘Amir Menurut Catatan Ibn Hayyan Al-Qurtubi
Abstract
Muhammad ibn Abi ‘Amir was a de facto leader of al-Andalus during the Umayyad rule based in Cordoba. Caliph al-Hakam II had appointed him to hold some political posi...
Ibn Ṭumlūs’s Commentary on Ibn Sīnā’s Poem on Medicine The Text within its Context
Ibn Ṭumlūs’s Commentary on Ibn Sīnā’s Poem on Medicine The Text within its Context
Abstract
What makes Ibn Ṭumlūs’
Commentary
on Ibn Sīnā’s
Poem on Medicine
...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hayy ibn Yaqzan: Ibn Tufayl's Masterpiece
Hayy ibn Yaqzan: Ibn Tufayl's Masterpiece
Ibn Tufayl, the great Andalusian thinker of the 12th century, is important in the history of Islamic philosophical thought because of his masterpiece Hayy ibn Yaqzan. Ibn Tufayl's ...
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kota Purwokerto Ditinjau dari Aspek Konten, Proses, dan Konteks Sains
Profil Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kota Purwokerto Ditinjau dari Aspek Konten, Proses, dan Konteks Sains
Literasi sains menurut PISA (Prgram for international student assessment) adalah kemampuan menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan dan menggambarkan bukti-bukti...
Mâtürîdî'nin İbn Abbas Rivayetlerine Yaklaşımı
Mâtürîdî'nin İbn Abbas Rivayetlerine Yaklaşımı
Çalışmada İslam tefsir geleneğinin erken dönem müfessirlerinden biri olan Mâtürîdî’nin (ö.333/944) İbn Abbas (ö. 68/687-688) rivayetlerine yaklaşımı incelenmektedir. Bilindiği üzer...
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Abstract: The results of this study are; 1) Ibn Taymiyyah adheres to tauhid uluhiyah because rububiyyah has included it. Ibn Taimiyah divided the concept of Tauhid into three parts...

