Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN NILAI C-REACTIVE PROTEIN DAN TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

View through CrossRef
Pada tahun 2019, pasien diabetes di seluruh dunia pada usia 20-79 tahun mencapai 463 juta orang, dengan tingkat prevalensi sebesar 9,3%.Prevalensi terbanyak adalah daiabetes tipe 2 sekitar 90%. Diabetes merupakan kondisi gangguan metabolik kronis dengan peningkatan kadar gula darah karena kelainan sekresi insulin sel beta pankreas, ketidaksesuaian kerja insulin. Tingginya insulin dan resistensi insulin pada Diabetes tipe 2 berdampak pada metabolisme lemak menyebabkan ketidaknormalan lipid seperti meningkatnya kadar trigliserida dalam plasma. Pada beberapa pasien diabetes terutama pasien dengan kelainan genetik pada metabolisme lipid, trigliserida akan meningkat secara ekstrim yang mengakibatkan peradangan pada pankreas. C-Reactive Protein yaitu protein fase akut diproduksi oleh hati sebagai respons inflamasi, bahkan pada obesitas menjadi penanda inflamasi kronis. C-Reaktif Protein merupakan penanda sensitif aktivitas inflamasi pada dinding arteri, merupakan prediktor penting terhadap risiko kardiovaskular dan merupakan penanda inflamasi yang paling stabil. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan nilai C-Reactive Protein dengan kadar Trigliserida pada penderita Diabetes tipe 2. Deskriptif observasi secara kuantitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan. Desain penelitian ini survei analitik. Populasi adalah seluruh penderita Diabetes tipe 2 yang diperiksa di Laboratorium Klinik Pertama , sampel adalah 30 orang. Hasil penelitian selanjutnya dilakukan uji bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan gambaran C-Reactive Protein 100% tinggi sedangkan, gambaran kadar Trigliserida menunjukkan 8 orang atau 26,7% kadar Trigliserida normal dan 22 orang atau 73,3% kadar Trigliserida tinggi. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai p sebesar 0.450 > 0.05, sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang sangat lemah antara C-Reactive Protein dengan Trigliserida pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.
Title: HUBUNGAN NILAI C-REACTIVE PROTEIN DAN TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
Description:
Pada tahun 2019, pasien diabetes di seluruh dunia pada usia 20-79 tahun mencapai 463 juta orang, dengan tingkat prevalensi sebesar 9,3%.
Prevalensi terbanyak adalah daiabetes tipe 2 sekitar 90%.
Diabetes merupakan kondisi gangguan metabolik kronis dengan peningkatan kadar gula darah karena kelainan sekresi insulin sel beta pankreas, ketidaksesuaian kerja insulin.
Tingginya insulin dan resistensi insulin pada Diabetes tipe 2 berdampak pada metabolisme lemak menyebabkan ketidaknormalan lipid seperti meningkatnya kadar trigliserida dalam plasma.
Pada beberapa pasien diabetes terutama pasien dengan kelainan genetik pada metabolisme lipid, trigliserida akan meningkat secara ekstrim yang mengakibatkan peradangan pada pankreas.
C-Reactive Protein yaitu protein fase akut diproduksi oleh hati sebagai respons inflamasi, bahkan pada obesitas menjadi penanda inflamasi kronis.
C-Reaktif Protein merupakan penanda sensitif aktivitas inflamasi pada dinding arteri, merupakan prediktor penting terhadap risiko kardiovaskular dan merupakan penanda inflamasi yang paling stabil.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan nilai C-Reactive Protein dengan kadar Trigliserida pada penderita Diabetes tipe 2.
Deskriptif observasi secara kuantitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan.
Desain penelitian ini survei analitik.
Populasi adalah seluruh penderita Diabetes tipe 2 yang diperiksa di Laboratorium Klinik Pertama , sampel adalah 30 orang.
Hasil penelitian selanjutnya dilakukan uji bivariat dengan uji korelasi Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan gambaran C-Reactive Protein 100% tinggi sedangkan, gambaran kadar Trigliserida menunjukkan 8 orang atau 26,7% kadar Trigliserida normal dan 22 orang atau 73,3% kadar Trigliserida tinggi.
Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai p sebesar 0.
450 > 0.
05, sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang sangat lemah antara C-Reactive Protein dengan Trigliserida pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.

Related Results

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIKUM
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIKUM
Prevalensi diabetes melitus tipe 2 mencapai 90-95% dari semua tipe. Salah satu komplikasi diabetes melitus yaitu ulkus kaki yang beresiko 5 kali lebih mudah terjadi pada penderita ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Studi Korelasi Kadar Glukosa Puasa dengan Trigliserida pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Studi Korelasi Kadar Glukosa Puasa dengan Trigliserida pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Diabetes mellitus yang tidak dikontrol dengan baik akan menghasilkan berbagai komplikasi penyakit salah satunya yaitu dislipidemia. Dislipidemia adalah suatu kelainan metabolisme p...
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Health education and promotion about diabetes mellitus Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organizatio...
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Manajemen pada Penderita Diabetes Melitus Di Kota Lhokseumawe, Aceh
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Manajemen pada Penderita Diabetes Melitus Di Kota Lhokseumawe, Aceh
Abstrak Dukungan keluarga dalam perawatan penderita diabetes melitus sangatlah penting untuk meminimalkan terjadinya komplikasi, serta memperbaiki kadar gula darah serta meningka...
Gambaran Kadar Ureum dan Kreatinin Serum pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru
Gambaran Kadar Ureum dan Kreatinin Serum pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru
Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah. Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF), ...
PENGARUH MEDIA AUDIO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA REMAJA
PENGARUH MEDIA AUDIO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA REMAJA
Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada umur ≥15 tahun sebesar 2%. Jumlah penderita Diabetes Melitus di Jawa Barat yaitu 52.511 kasus, sedangkan ...
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi terjadi Ulkus Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus di Diabetes Center Kota Ternate
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi terjadi Ulkus Diabetik pada Penderita Diabetes Melitus di Diabetes Center Kota Ternate
Kejadian ulkus diabetik terjadi 90% hingga 95% pada penderita dengan obesitas, dimana salah satu penyebab melonjaknya kejadian diabetes melitus tipe II  yang tidak tergantung insul...

Back to Top