Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
View through CrossRef
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya petani hanya membakar serta ada yang membiarkan begitu saja. Salah satu solusinya adalah dengan cara mengolah limbah menjadi serat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara Panjang dan lebar daun nenas dengan kualitas serat nenas berdasarkan letak daun dan lama perendaman. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahapan, yaitu: 1) Survey lapangan dan pengambilan daun tanaman nanas sebagai sampel; 2) Pembuatan serat dan uji kualitas serat daun tanaman nanas. Penetapan sampel ditentukan secara purposive sampling yang dilakukan secara sengaja dengan memilih daun tanaman nenas berdasarkan umur panen dan letak daun. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun (cm) dan lebar daun (cm); Kualitas Serat daun nenas terdiri dari Panjang serat, berat basah dan berat kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa Panjang daun dan lebar daun terjadi kenaikan nilai panjang daun dan lebar daun pada setiap penurunan letak daun. Semua parameter kualitas serat terjadi kecenderungan penurunan pada setiap perlakuan letak daun dan lama perendaman yang lebih lama. Parameter Panjang daun dan lebar daun yang diamati berkorelasi positif dengan kualitas serat daun nanas berdasarkan letak daun dan lama perendaman daun.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Description:
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman.
Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya petani hanya membakar serta ada yang membiarkan begitu saja.
Salah satu solusinya adalah dengan cara mengolah limbah menjadi serat.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara Panjang dan lebar daun nenas dengan kualitas serat nenas berdasarkan letak daun dan lama perendaman.
Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahapan, yaitu: 1) Survey lapangan dan pengambilan daun tanaman nanas sebagai sampel; 2) Pembuatan serat dan uji kualitas serat daun tanaman nanas.
Penetapan sampel ditentukan secara purposive sampling yang dilakukan secara sengaja dengan memilih daun tanaman nenas berdasarkan umur panen dan letak daun.
Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun (cm) dan lebar daun (cm); Kualitas Serat daun nenas terdiri dari Panjang serat, berat basah dan berat kering.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Panjang daun dan lebar daun terjadi kenaikan nilai panjang daun dan lebar daun pada setiap penurunan letak daun.
Semua parameter kualitas serat terjadi kecenderungan penurunan pada setiap perlakuan letak daun dan lama perendaman yang lebih lama.
Parameter Panjang daun dan lebar daun yang diamati berkorelasi positif dengan kualitas serat daun nanas berdasarkan letak daun dan lama perendaman daun.
Related Results
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas sebagai Bahan Pembuatan Paper Soap untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Kualu Nenas
Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas sebagai Bahan Pembuatan Paper Soap untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Kualu Nenas
Potensi perkebunan nanas di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar merupakan produksi nanas terbesar pada Kabupaten Kampar. Sedangkan, limbah kulit nanas yang dihasilk...
Kekuatan Tarik Dan Lentur Komposit Poliester Berpenguat Serat Cordyline Australis (Daun Praksok) Dengan Perlakuan Air Laut
Kekuatan Tarik Dan Lentur Komposit Poliester Berpenguat Serat Cordyline Australis (Daun Praksok) Dengan Perlakuan Air Laut
Komposit didesain untuk menjadi material alternatif pengganti logam. Unsur utama dari komposit adalah serat dan matriks, serat adalah sumber dari kekuatan dan kekakuan pada komposi...
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Karakterisasi Mekanik Komposit Serat Hybrid Serat Lidah Mertua dan Serat Eceng Gondok
Penggunaan dan pemanfaatan komposit serat alam sebagai pengganti serat sintesis merupakan langkah yang bijak dalam meningkatkan nilai ekonomis serat alam mengingat keterbatasan sum...
Kemampuan Adaptasi Tanaman Nenas Badau Pada Lahan Pasca Tambang Timah Kabupaten Belitung
Kemampuan Adaptasi Tanaman Nenas Badau Pada Lahan Pasca Tambang Timah Kabupaten Belitung
Lahan pasca tambang timah merupakan lahan kritis yang berpotensi sebagai lahan pertanian. Nenas Badau adalah salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan pada lahan pasca tam...
PENGARUH BAHAN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PEMECAHAN DORMANSI BENIH KOPI(Coffea Arabica L)
PENGARUH BAHAN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PEMECAHAN DORMANSI BENIH KOPI(Coffea Arabica L)
Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh bahan yang tepat untuk perendaman, lama waktu perendaman serta interaksi bahan dan lama waktu perendaman terhadap perkecambahan benih kopi ...
Anoman Angrĕrĕpi Munggeng Nagasĕkar: dari Rubrikasi Hingga Hubungan Intertekstual Sĕrat Rama Jayakusuman dengan Sĕrat Rama Yasadipuran
Anoman Angrĕrĕpi Munggeng Nagasĕkar: dari Rubrikasi Hingga Hubungan Intertekstual Sĕrat Rama Jayakusuman dengan Sĕrat Rama Yasadipuran
This research discusses the rubrication of "Anoman Angrĕrĕpi munggeng Nagasekar" in the manuscript of Sĕrat Rama (Jayakusuman) in the collection of the Sonobudoyo Yogyakarta Museum...
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. L...

