Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Obesitas pada Preeklamsia dengan APGAR <i>Score </i>Bayi di RSUD Dr.Moewardi Tahun 2024
View through CrossRef
Pendahuluan: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan kompleks yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi, ditandai dengan hipertensi yang disertai dengan gangguan organ pada atau setelah usia kehamilan 20 minggu. Obesitas diketahui berperan dalam patofisiologi preeklamsia dan dapat meningkatkan risiko luaran neonatus yang buruk, termasuk risiko APGAR score rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas pada preeklamsia dengan APGAR score bayi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini melibatkan 67 pasien yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data yang digunakan adalah rekam medis ibu hamil dengan diagnosis preeklamsia yang melakukan persalinan di RSUD Dr. Moewardi selama tahun 2024 dan data rekam medis bayi yang dilahirkan oleh ibu tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan bantuan software SPSS.
Hasil: Hasil analisis chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas pada preeklamsia dengan APGAR score bayi. Hal ini dibuktikan dengan p-value tercatat 0,172 (p>0,05) untuk obesitas pada preeklamsia dengan APGAR pada menit ke-1 dan p-value tercatat 0,170 (p>0,05) untuk obesitas pada preeklamsia dengan APGAR pada menit ke-5.
Kesimpulan: Obesitas pada ibu hamil preeklamsia terbukti tidak berhubungan secara signifikan dengan APGAR score bayi.
Universitas Sebelas Maret
Title: Hubungan Obesitas pada Preeklamsia dengan APGAR <i>Score </i>Bayi di RSUD Dr.Moewardi Tahun 2024
Description:
Pendahuluan: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan kompleks yang dapat berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi, ditandai dengan hipertensi yang disertai dengan gangguan organ pada atau setelah usia kehamilan 20 minggu.
Obesitas diketahui berperan dalam patofisiologi preeklamsia dan dapat meningkatkan risiko luaran neonatus yang buruk, termasuk risiko APGAR score rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas pada preeklamsia dengan APGAR score bayi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional).
Penelitian ini melibatkan 67 pasien yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.
Data yang digunakan adalah rekam medis ibu hamil dengan diagnosis preeklamsia yang melakukan persalinan di RSUD Dr.
Moewardi selama tahun 2024 dan data rekam medis bayi yang dilahirkan oleh ibu tersebut.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dengan bantuan software SPSS.
Hasil: Hasil analisis chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas pada preeklamsia dengan APGAR score bayi.
Hal ini dibuktikan dengan p-value tercatat 0,172 (p>0,05) untuk obesitas pada preeklamsia dengan APGAR pada menit ke-1 dan p-value tercatat 0,170 (p>0,05) untuk obesitas pada preeklamsia dengan APGAR pada menit ke-5.
Kesimpulan: Obesitas pada ibu hamil preeklamsia terbukti tidak berhubungan secara signifikan dengan APGAR score bayi.
Related Results
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
APGAR score, Bayi berat lahir re PERBEDAAN NILAI APGAR SCORE BAYI BERAT LAHIR RENDAH CUKUP BULAN DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH TIDAK CUKUP BULAN
APGAR score, Bayi berat lahir re PERBEDAAN NILAI APGAR SCORE BAYI BERAT LAHIR RENDAH CUKUP BULAN DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH TIDAK CUKUP BULAN
Tingkat kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator kemajuan suatu Negara dalam bentuk pelayanan kesehatan (Prawirohardjo, 2005). Namun, Bayi Baru Lahir (BBL) yang mengal...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERSEPSI SISWA SMP TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA (Studi kasus pada siswa SMP PL Dominico Savio Semarang)
PERSEPSI SISWA SMP TERHADAP OBESITAS PADA REMAJA (Studi kasus pada siswa SMP PL Dominico Savio Semarang)
Latar Belakang: Obesitas adalah keadaan dimana terjadi peningkatan massa jaringan lemak dalam tubuh. Pencegahan obesitas pada masa remaja dianggap lebih mudah dilakukan daripada me...
Gambaran Penatalaksanaan Skrining Preeklamsia Di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin
Gambaran Penatalaksanaan Skrining Preeklamsia Di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin
Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu penyebab tertinggi morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Menurut WHO Angka Kematian ibu sangat tinggi sekitar 287.000. Pada ...
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
The Effect of Murottal Therapy on Physiological Adaptations to the Weight of LBW Babies within 10 Days of Birth
ABSTRACT Infant morbidity and mortality rates are influenced by various factors, including the circumstances at birth, in this case babies born with low birth weight or LBW. One of...
Hubungan Pijat Bayi dengan Kenaikan Berat Badan
Hubungan Pijat Bayi dengan Kenaikan Berat Badan
Sentuhan alamiah pada bayi merupakan tindakan memijat yang dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tata cara dan tekni pemijatan bayi. Terapi sentuhan (pijat ) bisa memberikan e...

