Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Trauma Okular oleh Serangan Kerbau – Laporan Kasus

View through CrossRef
Abstract: Of the many ocular blunt traumas, trauma due to typical buffalo attack thrrough leverage has not been reported. We reported a 65-year-old man attacked by a buffalo on his left eye. The patients complained of pain of his left eye associated with swelling, bleeding, and blurred vision. Eye examination revealed that visual acuity of the left eye was classified as hand motion (HM), limited ocular motility, blepharospasm, and a crescent-shaped anterior lamella laceration with lateral canthal involvement. Anterior segment examination revealed bullous subconjunctival hemorrhage, corneal edema, and rosette-shaped opacification (RSO) of the lens. Head-CT showed traumatic cataract and periorbital haemorrhage; no abnormalities in the right eye. Ovular trauma score (OTS) of the patient was three indicating that the possible visual prognosis was 2% as no light perception (NLP), 11% as light perception (LP) or hand motion (HM), 15% as 1/200-19/200, 31% as 20/200-20/50, and 41% as >20/40. Literature data showed that the visual sensitivity of OTS prediction in NLP, 20/200-20/50, and 20/40 was 100%. The specificity of OTS in predicting vision in LP/HM 1/200-19/200 was 100%. After a recovery period of approximately two months and the sutured wound healed, the patient came to the eye clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. After a cataract surgery was performed on the left eye of the patient, his visual acuity improved to 20/40.Keywords: ocular trauma, buffalo attack, ocular trauma score (OTS)  Abstrak: Dari sekian banyaknya trauma tumpul, trauma akibat rudapaksa tipikal serangan kerbau yang menggunakan gaya ungkit belum pernah dilaporkan. Kami melaorkan seorang laki-laki berusia 65 tahun yang mendapat serangan kerbau pada mata kiri dengan keluhan nyeri disertai pembengkakan, pendarahan, dan penglihatan kabur. Pemeriksaan mata menunjukkan ketajaman visual mata kiri dengan gerakan tangan, motilitas okular terbatas, blefarospasme, dan laserasi lamela anterior berbentuk bulan sabit dengan keterlibatan kantal lateral. Pemeriksaan segmen anterior menunjukkan perdarahan subkonjungtiva bulosa, edema kornea, dan rosette-shaped opacification (RSO) pada lensa. Hasil CT-kepala menunjukkan katarak traumatik dan perdarahan periorbital, tanpa kelainan pada mata kanan. Skor trauma okular pasien (OTS) ialah tiga yang menandakan kemungkinan prognosis pada visual pasien ialah 2% menjadi no light perception (NLP), 11% menjadi light perception (LP) atau hand motion (HM), 15% menjadi 1/200-19/200, 31% menjadi 20/200-20/50, dan 41% menjadi >20/40. Penggunaan OTS pada kasus ini karena data literatur menunjukkan bahwa sensitivitas penglihatan prediksi OTS di NLP, 20/200-20/50, dan 20/40 ialah 100%. Kekhususan OTS dalam memrediksi visi di LP/HM 1/200-19/200 ialah 100%. Setelah masa pemulihan sekitar dua bulan dan luka penjahitan sembuh, pasien datang kontrol ke poliklinik mata RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Setelah dilakukan operasi katarak pada mata kiri didapatkan tajam penglihatan mata kiri pasien 20/40.Kata kunci: trauma mata, serangan kerbau, ocular trauma score (OTS)
Universitas Sam Ratulangi
Title: Trauma Okular oleh Serangan Kerbau – Laporan Kasus
Description:
Abstract: Of the many ocular blunt traumas, trauma due to typical buffalo attack thrrough leverage has not been reported.
We reported a 65-year-old man attacked by a buffalo on his left eye.
The patients complained of pain of his left eye associated with swelling, bleeding, and blurred vision.
Eye examination revealed that visual acuity of the left eye was classified as hand motion (HM), limited ocular motility, blepharospasm, and a crescent-shaped anterior lamella laceration with lateral canthal involvement.
Anterior segment examination revealed bullous subconjunctival hemorrhage, corneal edema, and rosette-shaped opacification (RSO) of the lens.
Head-CT showed traumatic cataract and periorbital haemorrhage; no abnormalities in the right eye.
Ovular trauma score (OTS) of the patient was three indicating that the possible visual prognosis was 2% as no light perception (NLP), 11% as light perception (LP) or hand motion (HM), 15% as 1/200-19/200, 31% as 20/200-20/50, and 41% as >20/40.
Literature data showed that the visual sensitivity of OTS prediction in NLP, 20/200-20/50, and 20/40 was 100%.
The specificity of OTS in predicting vision in LP/HM 1/200-19/200 was 100%.
After a recovery period of approximately two months and the sutured wound healed, the patient came to the eye clinic of Prof.
Dr.
R.
D.
Kandou Hospital Manado.
After a cataract surgery was performed on the left eye of the patient, his visual acuity improved to 20/40.
Keywords: ocular trauma, buffalo attack, ocular trauma score (OTS)  Abstrak: Dari sekian banyaknya trauma tumpul, trauma akibat rudapaksa tipikal serangan kerbau yang menggunakan gaya ungkit belum pernah dilaporkan.
Kami melaorkan seorang laki-laki berusia 65 tahun yang mendapat serangan kerbau pada mata kiri dengan keluhan nyeri disertai pembengkakan, pendarahan, dan penglihatan kabur.
Pemeriksaan mata menunjukkan ketajaman visual mata kiri dengan gerakan tangan, motilitas okular terbatas, blefarospasme, dan laserasi lamela anterior berbentuk bulan sabit dengan keterlibatan kantal lateral.
Pemeriksaan segmen anterior menunjukkan perdarahan subkonjungtiva bulosa, edema kornea, dan rosette-shaped opacification (RSO) pada lensa.
Hasil CT-kepala menunjukkan katarak traumatik dan perdarahan periorbital, tanpa kelainan pada mata kanan.
Skor trauma okular pasien (OTS) ialah tiga yang menandakan kemungkinan prognosis pada visual pasien ialah 2% menjadi no light perception (NLP), 11% menjadi light perception (LP) atau hand motion (HM), 15% menjadi 1/200-19/200, 31% menjadi 20/200-20/50, dan 41% menjadi >20/40.
Penggunaan OTS pada kasus ini karena data literatur menunjukkan bahwa sensitivitas penglihatan prediksi OTS di NLP, 20/200-20/50, dan 20/40 ialah 100%.
Kekhususan OTS dalam memrediksi visi di LP/HM 1/200-19/200 ialah 100%.
Setelah masa pemulihan sekitar dua bulan dan luka penjahitan sembuh, pasien datang kontrol ke poliklinik mata RSUP Prof.
Dr.
R.
D.
Kandou Manado.
Setelah dilakukan operasi katarak pada mata kiri didapatkan tajam penglihatan mata kiri pasien 20/40.
Kata kunci: trauma mata, serangan kerbau, ocular trauma score (OTS).

Related Results

Karakteristik Morfologi Kerbau Moa (Bubalus bubalis) Di Pulau Moa, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya
Karakteristik Morfologi Kerbau Moa (Bubalus bubalis) Di Pulau Moa, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya
Pulau Moa memiliki potensi pengembangan ternak kerbau yang cukup besar. Besarnya potensi pengembangan ternak kerbau di pulau Moa perlu diikuti dengan upaya pelestarian plasma nutfa...
IDENTIFIKASI SIFAT KARAKTERISTIK TERNAK KERBAU (Bubalus bubalis) YANG DIPELIHARA DI KECAMATAN TALANG EMPAT
IDENTIFIKASI SIFAT KARAKTERISTIK TERNAK KERBAU (Bubalus bubalis) YANG DIPELIHARA DI KECAMATAN TALANG EMPAT
Kerbau (Bubalus bubalis) adalah ternak asli daerah panas dan lembab, Khususnya di daerah belahan Utara Tropika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik ternak ker...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Komunikasi Kelompok Pengembala Kerbau di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman
Analisis Komunikasi Kelompok Pengembala Kerbau di Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman
Penelitian ini berjudul “Analisis Komunikasi Kelompok Pengembala Kerbau”, dengan tujuan untuk mengetahui proses komunikasi dan faktor penunjang serta penghambat komunikasi kelompok...
Sosialisasi Ketrampilan Dan Kemampuan Strategi Serangan Peserta Akademi Futsal Di Surakarta
Sosialisasi Ketrampilan Dan Kemampuan Strategi Serangan Peserta Akademi Futsal Di Surakarta
Tujuan kegiatan ini yaitu untuk pengabdian kepada masyarakat terkait dengan sosialisasi ketrampilan dan kemampuan strategi serangan peserta akademi futsal di Surakarta. Kegiatan in...
Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Serangan Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Serangan Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Potensi wisata Kelurahan Serangan dinilai cukup tinggi. Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan salah satu Kepala Lingkungan Kelurahan Serangan, ditemukan bahwa Serangan mengede...
IMPLEMENTASI METODE NAIVE BAYES UNTUK INTRUSION DETECTION SYSTEM (IDS)
IMPLEMENTASI METODE NAIVE BAYES UNTUK INTRUSION DETECTION SYSTEM (IDS)
IDS berfungsi untuk mengidentifikasi traffic atau lalu-lintas data pada sebuah jaringan komputer dimana IDS dapat menentukan apakah traffic aman, mencurigakan atau bahkan terindika...

Back to Top