Javascript must be enabled to continue!
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Olahan Daun Teh dalam Rangka Meningkatkan Potensi Agrowisata
View through CrossRef
Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan olahan daun teh merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan lingkungan. Melalui program pemberdayaan ini, masyarakat desa akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam mengolah daun teh menjadi berbagai produk yang bernilai jual tinggi. Secara keseluruhan, pengembangan olahan daun teh di PT. Perkebunan Nusantara IV merupakan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat. Melalui pemberdayaan masyarakat, pelatihan, dan dukungan dari berbagai pihak, potensi besar perkebunan teh di desa ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Beberapa tahapan metode pelaksanaan kegiatan berupa: Sosialisasi dan Penggalangan Dukungan, Pelatihan dan Pendampingan Teknis, Pengembangan Manajemen Usaha, Pembangunan Fasilitas Produksi, Pemasaran dan Promosi, dan Monitoring dan Evaluasi. Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan olahan daun teh menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan potensi agrowisata. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam bidang pertanian dan pengolahan produk, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Masyarakat yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan daun teh mentah kini dapat meningkatkan nilai jual produknya melalui diversifikasi produk. Hal ini meningkatkan pendapatan mereka dan menciptakan lapangan kerja baru di desa. Produk olahan teh yang memiliki kualitas tinggi dan kemasan menarik juga berhasil menarik minat wisatawan, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan ke desa tersebut. Selain dampak ekonomi, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial yang positif. Masyarakat menjadi lebih kompak dan termotivasi untuk bekerja sama dalam mengembangkan produk olahan teh. Pelatihan dan peningkatan kapasitas yang diberikan juga meningkatkan rasa percaya diri masyarakat dalam mengelola usaha mereka.
Title: Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Olahan Daun Teh dalam Rangka Meningkatkan Potensi Agrowisata
Description:
Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan olahan daun teh merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan lingkungan.
Melalui program pemberdayaan ini, masyarakat desa akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam mengolah daun teh menjadi berbagai produk yang bernilai jual tinggi.
Secara keseluruhan, pengembangan olahan daun teh di PT.
Perkebunan Nusantara IV merupakan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.
Melalui pemberdayaan masyarakat, pelatihan, dan dukungan dari berbagai pihak, potensi besar perkebunan teh di desa ini dapat dimanfaatkan secara optimal.
Beberapa tahapan metode pelaksanaan kegiatan berupa: Sosialisasi dan Penggalangan Dukungan, Pelatihan dan Pendampingan Teknis, Pengembangan Manajemen Usaha, Pembangunan Fasilitas Produksi, Pemasaran dan Promosi, dan Monitoring dan Evaluasi.
Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan olahan daun teh menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan potensi agrowisata.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam bidang pertanian dan pengolahan produk, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Masyarakat yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan daun teh mentah kini dapat meningkatkan nilai jual produknya melalui diversifikasi produk.
Hal ini meningkatkan pendapatan mereka dan menciptakan lapangan kerja baru di desa.
Produk olahan teh yang memiliki kualitas tinggi dan kemasan menarik juga berhasil menarik minat wisatawan, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan ke desa tersebut.
Selain dampak ekonomi, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial yang positif.
Masyarakat menjadi lebih kompak dan termotivasi untuk bekerja sama dalam mengembangkan produk olahan teh.
Pelatihan dan peningkatan kapasitas yang diberikan juga meningkatkan rasa percaya diri masyarakat dalam mengelola usaha mereka.
Related Results
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Lingkungan di Desa Loto Kecamatan Ternate Barat
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Lingkungan di Desa Loto Kecamatan Ternate Barat
Agrowisata Desa Loto di Kecamatan Ternate Barat terletak pada kemiringingan lereng yang cukup curam sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk...
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Teh Daun Kahawa
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Teh Daun Kahawa
Daun kahawa dapat dimanfaatkan sebagai pengganti daun teh. Daun kahawa mengandung alkaloida, saponin, flavonoida dan polifenol. Daun, buah dan akar Coffee mengandung saponin, flavo...
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI PENGELOLA AGROWISATA DALAM MENDUKUNG AGROWISATA BERKELANJUTAN
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI PENGELOLA AGROWISATA DALAM MENDUKUNG AGROWISATA BERKELANJUTAN
Agrowisata merupakan sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman,...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Optimasi Sediaan Salep Ekstrak Green Tea Camellia Sinensis Dengan Metode Simplex Lattice Design
Optimasi Sediaan Salep Ekstrak Green Tea Camellia Sinensis Dengan Metode Simplex Lattice Design
Daun teh hijau ini adalah familli dari theaceae tumbuhan ini merupakan perdu atau tanaman pohon kecilberukuran paling tinggi 30 kaki yang biasanya dipangkas 2-...
PENGEMBANGAN MINUMAN TEH HITAM DENGAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) SEBAGAI MINUMAN MENYEGARKAN
PENGEMBANGAN MINUMAN TEH HITAM DENGAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) SEBAGAI MINUMAN MENYEGARKAN
Saat ini pemanfaatan daun kelor sebagai produk makanan minuman karena manfaatnya yang baik untuk kesehatan sedang berkembang. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuat pengembangan min...
Kandungan Antioksidan Teh Hijau Daun Mangrove dan Uji Efektifitasnya Sebagai Antikolesterol Pada Mencit
Kandungan Antioksidan Teh Hijau Daun Mangrove dan Uji Efektifitasnya Sebagai Antikolesterol Pada Mencit
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan senyawa antioksidan teh hijau dan menjelaskan efektifitas teh hijau daun mangrove sebagai anticholesterol pada mencit. Senyawa kimi...

