Javascript must be enabled to continue!
Studi Deskriptif Pengetahuan Perawat Tentang Kebutuhan Spiritual Pasien di Unit Rawat Inap RST Bhakti Wira Tamtama Semarang
View through CrossRef
Latar belakang :. Pengetahuan dapat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada pasien. Ada suatu fenomena bahwa perawat dalam perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan kurang memperhatikan aspek kebutuhan spiritual. Tujuan untuk mendiskripsikan bagaimana pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit Rawat Inap RST Bhakti Wira Tamtama Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 76 orang, alat pengumpul data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien dalam kategori tinggi yaitu sebesar (1,3 %), kategori sedang (46,1 %) dan kategori rendah (52,6 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit rawat inap RST Bhakti Wira Tamtama dalam kategori rendah. Saran: sebagai seorang perawat untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebutuhan spiritual pasien dengan meningkatkan potensi diri melalui jurnal keperawatan, peningkatan pendidikan dan penambahan materi tentang kebutuhan spiritual dalam pendidikan keperawatan.
Title: Studi Deskriptif Pengetahuan Perawat Tentang Kebutuhan Spiritual Pasien di Unit Rawat Inap RST Bhakti Wira Tamtama Semarang
Description:
Latar belakang :.
Pengetahuan dapat mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan yang akan diberikan kepada pasien.
Ada suatu fenomena bahwa perawat dalam perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan kurang memperhatikan aspek kebutuhan spiritual.
Tujuan untuk mendiskripsikan bagaimana pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit Rawat Inap RST Bhakti Wira Tamtama Semarang.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.
Jumlah sampel sebanyak 76 orang, alat pengumpul data berupa kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien dalam kategori tinggi yaitu sebesar (1,3 %), kategori sedang (46,1 %) dan kategori rendah (52,6 %).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan perawat tentang kebutuhan spiritual pasien di Unit rawat inap RST Bhakti Wira Tamtama dalam kategori rendah.
Saran: sebagai seorang perawat untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebutuhan spiritual pasien dengan meningkatkan potensi diri melalui jurnal keperawatan, peningkatan pendidikan dan penambahan materi tentang kebutuhan spiritual dalam pendidikan keperawatan.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
The Role of Bhakti Wira Tamtama Hospital Semarang in Covid-19 Prevention and Control
The Role of Bhakti Wira Tamtama Hospital Semarang in Covid-19 Prevention and Control
Abstract: Based on Law Number 44 of 2009 concerning Hospitals, it is stated that the Hospital is a health service institution for the community. Hospital is part of the health care...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM MENGIDENTIFIKASI PASIEN DENGAN PELAKSANAAN IDENTIFIKASI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP AULIA HOSPITAL PEKANBARU
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM MENGIDENTIFIKASI PASIEN DENGAN PELAKSANAAN IDENTIFIKASI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP AULIA HOSPITAL PEKANBARU
Identifikasi pasien menjadi masalah bila tidak dilakukan, resiko yang timbul menyebabkan kecacatan bahan kematian pasien jika tidak dilaksanakan, dan menimbulkan kerugian besar ba...
Dampak Ketidaklengkapan Sensus Rawat Inap Terhadap Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Rumah Sakit
Dampak Ketidaklengkapan Sensus Rawat Inap Terhadap Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur di Rumah Sakit
Kegiatan Sensus Harian Rawat Inap adalah pencatatan atau penghitungan pasien rawat inap yang dilakukan setiap hari pada ruang rawat inap, berisi mutasi keluar masuk pasien selama 2...
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Bedah (RSK) Ropanasuri Padang
Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Bedah (RSK) Ropanasuri Padang
Kinerja merupakan hasil dari pekerjaan yang berhubungan erat dengan tujuan strategis organisasi dan kepuasan pasien. Kinerja perawat yang baik secara langsung akan mempengaruhi kin...
LEVEL OF PATIENT SATISFACTION WITH SERVICE NURSING IN THE INSTITUTION UNIT [TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI UNIT RAWAT INAP]
LEVEL OF PATIENT SATISFACTION WITH SERVICE NURSING IN THE INSTITUTION UNIT [TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI UNIT RAWAT INAP]
<p><em>Patient satisfaction is one of the factors that can be used as a reference in improving quality services in health services in hospitals. Nursing care is one are...

