Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh NaClO2 terhadap Membran Nanofiber Polisulfon dengan Metode Electrospinning
View through CrossRef
Polisulfon merupakan polimer termoplastik yang banyak digunakan dalam pembuatan membran karena ketangguhan dan stabilitasnya pada suhu tinggi. Dalam penelitian ini, dibuat membran polisulfon kosentrasi 20% dengan metode electrospinning. Selanjutnya pada larutan polisulfon konsentrasi 20% dilakukan penambahan NaClO2 0,015 gram, 0,020 gram, dan 0,030 gram. Material-material pada membran tersebut diidentifikasi dengan menggunakan FTIR, sedangkan morfologi permukaan membran diamati dengan SEM. Hasil spektrum FTIR menunjukkan tidak adanya ikatan pada penambahan NaClO2. Ini berarti, tidak terjadi perubahan sifat pada membran sebelum dan setelah ditambahkan NaClO2. Diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram mengalami perubahan menjadi lebih kecil dari diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20%. Diameter membran polisulfon 20% memiliki diameter rata-rata nanofiber (801±185) nm, sedangkan diameter membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram memiliki diameter rata-rata nanofiber (252±57) nm. Ini berarti penambahan NaClO2 pada larutan polisulfon 20% berpengaruh pada perubahan diameter. Pada membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,020 gram dan 0,030 gram tidak terbentuk membran (hanya terbentuk spray).
Title: Pengaruh NaClO2 terhadap Membran Nanofiber Polisulfon dengan Metode Electrospinning
Description:
Polisulfon merupakan polimer termoplastik yang banyak digunakan dalam pembuatan membran karena ketangguhan dan stabilitasnya pada suhu tinggi.
Dalam penelitian ini, dibuat membran polisulfon kosentrasi 20% dengan metode electrospinning.
Selanjutnya pada larutan polisulfon konsentrasi 20% dilakukan penambahan NaClO2 0,015 gram, 0,020 gram, dan 0,030 gram.
Material-material pada membran tersebut diidentifikasi dengan menggunakan FTIR, sedangkan morfologi permukaan membran diamati dengan SEM.
Hasil spektrum FTIR menunjukkan tidak adanya ikatan pada penambahan NaClO2.
Ini berarti, tidak terjadi perubahan sifat pada membran sebelum dan setelah ditambahkan NaClO2.
Diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram mengalami perubahan menjadi lebih kecil dari diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20%.
Diameter membran polisulfon 20% memiliki diameter rata-rata nanofiber (801±185) nm, sedangkan diameter membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram memiliki diameter rata-rata nanofiber (252±57) nm.
Ini berarti penambahan NaClO2 pada larutan polisulfon 20% berpengaruh pada perubahan diameter.
Pada membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,020 gram dan 0,030 gram tidak terbentuk membran (hanya terbentuk spray).
.
Related Results
REVIEW : FABRIKASI MEMBRAN BERBASIS NANOFIBER DENGAN METODE ELECTROSPINNING
REVIEW : FABRIKASI MEMBRAN BERBASIS NANOFIBER DENGAN METODE ELECTROSPINNING
AbstrakElectrospinning adalah metode yang efektif dalam fabrikasi membran berbasis nanofiber. Membran nanofiber yang dihasilkan dengan menggunakan metode electrospinning lebih ungg...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Sintesis Membran Komposit PVDF-Zeolit untuk Penghilangan Metilen Biru
Sintesis Membran Komposit PVDF-Zeolit untuk Penghilangan Metilen Biru
Metilen biru (MB) merupakan zat warna kation yang sering digunakan dalam industri tekstil, karena harganya yang ekonomis dan mudah diperoleh. Dalam pewarnaan, senyawa ini h...
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN POLISULFON DAN SELULOSA ASETAT DARI LIMBAH FILTER ROKOK
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN POLISULFON DAN SELULOSA ASETAT DARI LIMBAH FILTER ROKOK
Membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air untuk menyaring partikel-partikel dalam air. Polisulfon (PSf) adalah polimer yang umum digunakan untuk membuat membran ultrafi...
Pembuatan membran komposit nilon-karbon aktif dengan variasi suhu dan waktu pengadukan
Pembuatan membran komposit nilon-karbon aktif dengan variasi suhu dan waktu pengadukan
Membran Komposit Nilon-Karbon Aktif merupakan modifikasi membran nilon dengan filler inorganic berupa karbon aktif. Modifikasi dalam proses pembuatan membran berupa variasi suhu pe...
FABRIKASI DAN KARAKTERISASI MEMBRAN STYROFOAM DENGAN METODE ELEKTROSPINNING UNTUK PEMISAHAN MINYAK/AIR
FABRIKASI DAN KARAKTERISASI MEMBRAN STYROFOAM DENGAN METODE ELEKTROSPINNING UNTUK PEMISAHAN MINYAK/AIR
Teknologi pemisahan menggunakan membran adalah sebuah teknologi baru dalam pengolahan air limbah berminyak. Efisiensi yang tinggi serta proses operasionalnya yang relatif lancar me...
Sintesis Membran Kitosan Tertaut Silang Tripolifosfat dengan Paduan Polivinil Alkohol untuk Permeasi Kreatinin
Sintesis Membran Kitosan Tertaut Silang Tripolifosfat dengan Paduan Polivinil Alkohol untuk Permeasi Kreatinin
Penelitian tentang modifikasi kitosan menggunakan taut silang natrium tripolifosfat (NaTPP) dengan paduan polivinil alkohol (PVA) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah memp...
Pembuatan dan Karakteristik Membran Reaktor Zeolit
Pembuatan dan Karakteristik Membran Reaktor Zeolit
Membran reaktor merupakan konsep perpaduan dari sistem reaksi dan proses pemisahan/pemurnian. Membran ini disebut juga sebagai membran katalis atau sistem kata...

