Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Adonan Biang Tan de Bakker dalam Film Madre Karya Sutradara Beni Setiawan: Kajian Gastronomi

View through CrossRef
Abstract: Human and culinary relationships cannot be separated. Culinary is a primary that must be met by humans. In this study, culinary is not only a tongue treat and fulling stomach, but has become the main topic of study. Through gastronomy, culinary is seen as something that affects the lives of characters. Madre is a film that presents culinary as the object of the story, which is a basic dough. The purpose of this study were: (1) the human and food relationships in Madre, (2) the aesthetic value of Tan de Bakker's basic dough (madre) in Madre, and (3) Madre's dough as the identity of a family. This research is a qualitative descriptive study that produces data in the form of exposure that aims to provide an overview of Madre. The data source is from movie by Beni Setiawan. Data is obtained from the dialogue and actions of characters in the storyline of the film. The theory used in this study is literary gastronomy, a study that explores the relationship between humans and culinary based on the function. Data collection techniques are watch the movie, dialogue transcripts, and note-taking techniques. Next, it will be analyzed by identifying data, classifying data, and interpreting data by relating data findings to theory. The results of this study state that culinary and humans have a very close relationship. Not until there, culinary also has an aesthetic concept, namely its origin or history (culinary naming), taste, way of presentation, and how to eat it. Through that concept, culinary has a differentiator with other culinary. In addition, culinary also becomes an identity of a group. Keywords: culinary; film; gastronomy, Tan de Bakker Abstrak: Hubungan manusia dan kuliner tidak dapat dipisahkan. Kuliner merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh manusia. Pada penelitian ini, kuliner bukan hanya menjadi pemanja lidah dan pengisi perut, melainkan menjadi topik utama kajian. Melalui gastronomi sastra, kuliner dipandang sebagai sesuatu yang berpengaruh terhadap kehidupan tokoh. Madre merupakan film yang meng­hadirkan kuliner sebagai objek ceritanya, yaitu berupa adonan biang roti. Tujuan penelitian ini ada­lah mendeskripsikan: (1) hubungan manusia dan makanan dalam film, (2) nilai estetika roti dari adonan biang () milik Tan de Bakker dalam film Madre, dan (3) adonan biang madre sebagai identitas suatu keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menghasilkan data berupa paparan yang bertujuan untuk memberikan gambaran film Madre. Sumber data penelitian ini adalah film Madre karya Beni Setiawan. Data diperoleh dari dialog dan tindakan tokoh yang ada pada jalan cerita film. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah gastronomi sastra fungsional, yakni sebuah studi yang mendalami hubungan manusia dan kuliner berdasarkan fungsinya. Teknik pengumpulan data berupa melakukan kegiatan menonton, transkrip dialog, dan teknik catat. Selanjutkan akan dianalisis dengan kegiatan pengidentifikasian data, pengklasifikasian data, dan interpretasi data dengan menghubungan temuan data dengan teori. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kuliner dan manusia memiliki hubungan yang sangat erat. Tidak sampai situ, kuliner juga memiliki konsep estetika, yaitu asal-usul atau sejarahnya (penamaan kuliner), citarasa, cara penyajian, dan tata cara menyantapnya. Melalui konsep itulah, kuliner memiliki pembeda dengan kuliner lain. Selain itu, kuliner juga menjadi sebuah identitas dari sebuah kelompok. Kata kunci: kuliner; film; gastronomi, Tan de Bakker
Title: Adonan Biang Tan de Bakker dalam Film Madre Karya Sutradara Beni Setiawan: Kajian Gastronomi
Description:
Abstract: Human and culinary relationships cannot be separated.
Culinary is a primary that must be met by humans.
In this study, culinary is not only a tongue treat and fulling stomach, but has become the main topic of study.
Through gastronomy, culinary is seen as something that affects the lives of characters.
Madre is a film that presents culinary as the object of the story, which is a basic dough.
The purpose of this study were: (1) the human and food relationships in Madre, (2) the aesthetic value of Tan de Bakker's basic dough (madre) in Madre, and (3) Madre's dough as the identity of a family.
This research is a qualitative descriptive study that produces data in the form of exposure that aims to provide an overview of Madre.
The data source is from movie by Beni Setiawan.
Data is obtained from the dialogue and actions of characters in the storyline of the film.
The theory used in this study is literary gastronomy, a study that explores the relationship between humans and culinary based on the function.
Data collection techniques are watch the movie, dialogue transcripts, and note-taking techniques.
Next, it will be analyzed by identifying data, classifying data, and interpreting data by relating data findings to theory.
The results of this study state that culinary and humans have a very close relationship.
Not until there, culinary also has an aesthetic concept, namely its origin or history (culinary naming), taste, way of presentation, and how to eat it.
Through that concept, culinary has a differentiator with other culinary.
In addition, culinary also becomes an identity of a group.
Keywords: culinary; film; gastronomy, Tan de Bakker Abstrak: Hubungan manusia dan kuliner tidak dapat dipisahkan.
Kuliner merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh manusia.
Pada penelitian ini, kuliner bukan hanya menjadi pemanja lidah dan pengisi perut, melainkan menjadi topik utama kajian.
Melalui gastronomi sastra, kuliner dipandang sebagai sesuatu yang berpengaruh terhadap kehidupan tokoh.
Madre merupakan film yang meng­hadirkan kuliner sebagai objek ceritanya, yaitu berupa adonan biang roti.
Tujuan penelitian ini ada­lah mendeskripsikan: (1) hubungan manusia dan makanan dalam film, (2) nilai estetika roti dari adonan biang () milik Tan de Bakker dalam film Madre, dan (3) adonan biang madre sebagai identitas suatu keluarga.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menghasilkan data berupa paparan yang bertujuan untuk memberikan gambaran film Madre.
Sumber data penelitian ini adalah film Madre karya Beni Setiawan.
Data diperoleh dari dialog dan tindakan tokoh yang ada pada jalan cerita film.
Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah gastronomi sastra fungsional, yakni sebuah studi yang mendalami hubungan manusia dan kuliner berdasarkan fungsinya.
Teknik pengumpulan data berupa melakukan kegiatan menonton, transkrip dialog, dan teknik catat.
Selanjutkan akan dianalisis dengan kegiatan pengidentifikasian data, pengklasifikasian data, dan interpretasi data dengan menghubungan temuan data dengan teori.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kuliner dan manusia memiliki hubungan yang sangat erat.
Tidak sampai situ, kuliner juga memiliki konsep estetika, yaitu asal-usul atau sejarahnya (penamaan kuliner), citarasa, cara penyajian, dan tata cara menyantapnya.
Melalui konsep itulah, kuliner memiliki pembeda dengan kuliner lain.
Selain itu, kuliner juga menjadi sebuah identitas dari sebuah kelompok.
Kata kunci: kuliner; film; gastronomi, Tan de Bakker.

Related Results

TRANSFORMASI CERPEN MADRE KARYA DEWI LESTARI KE FILM MADRE KARYA SUTRADARA BENI SETIAWAN: KAJIAN EKRANISASI
TRANSFORMASI CERPEN MADRE KARYA DEWI LESTARI KE FILM MADRE KARYA SUTRADARA BENI SETIAWAN: KAJIAN EKRANISASI
The purpose of this article (a) to describe story of episode cerpen Madre by Dewi Lestari (b) to describe story of episode film Madre director by Beni Setiawan, (c) to describe sim...
Gastronomi Müzeleri: Mutfak Kültürü Mirasının Keşfi
Gastronomi Müzeleri: Mutfak Kültürü Mirasının Keşfi
Bu çalışma gastronomi turizmi ve gastronomi müzeleri üzerine bir literatür incelemesi sunmaktadır. Gastronomi turizmi, bir ülkenin mutfak kültürünü ve yerel lezzetlerini vurgulayar...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) MENJADI DAWET RUMPUT LAUT
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) MENJADI DAWET RUMPUT LAUT
Diversifikasi produk rumput laut jenis Eucheuma cottoni menjadi minuman khas daerah berupadawet. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan dawet rumput laut Eucheuma cottoni sertamen...
Eko Gastronomi ve Sürdürülebilir Gastronomi (Eco Gastronomy and Sustainable Gastronomy)
Eko Gastronomi ve Sürdürülebilir Gastronomi (Eco Gastronomy and Sustainable Gastronomy)
Günümüzde yiyecek sistemleri, endüstriyel üretim ile özdeşleşmekte bununla beraber sosyal, ekolojik ve ekonomik yönden savunmasız hale geldiği söylenebilir. Gastronomin ise yiyeceğ...
Alat Filling Adonan Cair Otomatis Untuk UMKM Berbasis Mikrokontroler
Alat Filling Adonan Cair Otomatis Untuk UMKM Berbasis Mikrokontroler
Alat ini dirancang untuk mendukung kegiatan produksi pada UMKM, terutama dalam bidang pembuatan kue yang melibatkan adonan cair dalam produksinya. Seringkali pemilik usaha kue ters...
Ekranisasi Film dalam Maskulinitas Muslim studi kasus pada Film ‘Ayat-ayat Cinta’
Ekranisasi Film dalam Maskulinitas Muslim studi kasus pada Film ‘Ayat-ayat Cinta’
Maskulinitas pada film-film Islami, termasuk dalam film "Ayat-Ayat Cinta," besutan sutradara Hanung Bramantyo mengacu pada representasi karakter laki-laki yang mencerminkan atau me...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...

Back to Top