Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

View through CrossRef
Lamun merupakan penyerap karbon terbesar kedua setelah terumbu karang di laut, dan sebagai penangkap sedimen yang menuju ke laut jadi lamun dapat dijadikan sebagai penyeimbang segala ekosistem di laut. Ekosistem padang lamun, berasosiasi dengan berbagai jenis biota laut yang bernilai penting yang mempunyai tingkat keragaman yang sangat tinggi. Lamun dapat mengalami kerusakan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan aktivitas manusia seperti adanya proyek reklamasi di pulau serangan menyebabkan hilangnya habitat padang lamun. Hilangnya habitat lamun dapat menyebabkan biota-biota di sekitarnya juga ikut hilang khususnya biota biota yang menggunakan lamun sebagai makanan utamanya, seperti dugong dan penyu. Penelitian ini bertujuan untuk tingkat kelangsungan hidup lamun jika di transplantasi di wilayah perairan Serangan Utara dan untuk mengetahui laju pertumbuhan dari Rhizoma lamun jenis Thallasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halodule ununervis, dan Halophila ovalis yang ditransplantasi  di wilayah perairan Serangan Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan pebruari – april 2018. Lokasi penelitian terdiri dari  2 stasiun dengan stasiun 1 pada kawasan padat aktivitas manusia dan stasiun 2 tanpa aktivitas manusia. Transplantasi lamun dilakukan dengan menggunakan frame yang berbahan besi dengan ukuran 1x1 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada stasiun 1 tingkat kelangsungan hidup lamun lebih rendah dari stasiun 2, hal itu disebabkan karena aktivitas manusia yang padat pada stasiun 1.  Begitu juga laju pertumbuhan di stasiun 1 lebih rendah dari stasiun 2. Hal ini juga dapat dikarenakan dari kualitas air yang lebih rendah pada stasiun 1.
Title:
Description:
Lamun merupakan penyerap karbon terbesar kedua setelah terumbu karang di laut, dan sebagai penangkap sedimen yang menuju ke laut jadi lamun dapat dijadikan sebagai penyeimbang segala ekosistem di laut.
Ekosistem padang lamun, berasosiasi dengan berbagai jenis biota laut yang bernilai penting yang mempunyai tingkat keragaman yang sangat tinggi.
Lamun dapat mengalami kerusakan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan aktivitas manusia seperti adanya proyek reklamasi di pulau serangan menyebabkan hilangnya habitat padang lamun.
Hilangnya habitat lamun dapat menyebabkan biota-biota di sekitarnya juga ikut hilang khususnya biota biota yang menggunakan lamun sebagai makanan utamanya, seperti dugong dan penyu.
Penelitian ini bertujuan untuk tingkat kelangsungan hidup lamun jika di transplantasi di wilayah perairan Serangan Utara dan untuk mengetahui laju pertumbuhan dari Rhizoma lamun jenis Thallasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halodule ununervis, dan Halophila ovalis yang ditransplantasi  di wilayah perairan Serangan Utara.
Penelitian ini dilakukan pada bulan pebruari – april 2018.
Lokasi penelitian terdiri dari  2 stasiun dengan stasiun 1 pada kawasan padat aktivitas manusia dan stasiun 2 tanpa aktivitas manusia.
Transplantasi lamun dilakukan dengan menggunakan frame yang berbahan besi dengan ukuran 1x1 meter.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada stasiun 1 tingkat kelangsungan hidup lamun lebih rendah dari stasiun 2, hal itu disebabkan karena aktivitas manusia yang padat pada stasiun 1.
  Begitu juga laju pertumbuhan di stasiun 1 lebih rendah dari stasiun 2.
Hal ini juga dapat dikarenakan dari kualitas air yang lebih rendah pada stasiun 1.

Back to Top