Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sintesis dan Karakterisasi Montmorillonit Terpilar Besi (III) Oksida

View through CrossRef
Montmorillonit merupakan suatu mineral dengan struktur berlapis yang memiliki kemampuan mengembang dan memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi akan tetapi memiliki luas permukaan dan volume pori yang kecil serta stabilitas termal yang rendah. Hal tersebut menyebabkan penyerapan ion logam maupun molekul organik dan selektivitas serapan lempung menjadi sangat rendah. Cara untuk memodifikasi struktur lempung adalah dengan melakukan pilarisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sintesis montmorillonit terpilar Fe2O3. Karakterisasi menggunakan FTIR diperoleh pada bilangan gelombang 1022,27 yang merupakan gugus Si-O-Fe yang membentuk oksida logam besi. Sedangkan pada pola difraksi sinar- x menunjukan pada puncak karakteristik utama pada sudut puncak 7,2915 merupakan puncak yang paling khas puncak montmorillonit dan pada SEM ketebalan montmorillonit ukuran paling kecil 4,11 μm dan ukuran paling besar 18.81 μm. Sehingga sintesis montmorillonit dengan cara mempilarisasi menggunakan Fe2O3 telah berhasil.
Title: Sintesis dan Karakterisasi Montmorillonit Terpilar Besi (III) Oksida
Description:
Montmorillonit merupakan suatu mineral dengan struktur berlapis yang memiliki kemampuan mengembang dan memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi akan tetapi memiliki luas permukaan dan volume pori yang kecil serta stabilitas termal yang rendah.
Hal tersebut menyebabkan penyerapan ion logam maupun molekul organik dan selektivitas serapan lempung menjadi sangat rendah.
Cara untuk memodifikasi struktur lempung adalah dengan melakukan pilarisasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sintesis montmorillonit terpilar Fe2O3.
Karakterisasi menggunakan FTIR diperoleh pada bilangan gelombang 1022,27 yang merupakan gugus Si-O-Fe yang membentuk oksida logam besi.
Sedangkan pada pola difraksi sinar- x menunjukan pada puncak karakteristik utama pada sudut puncak 7,2915 merupakan puncak yang paling khas puncak montmorillonit dan pada SEM ketebalan montmorillonit ukuran paling kecil 4,11 μm dan ukuran paling besar 18.
81 μm.
Sehingga sintesis montmorillonit dengan cara mempilarisasi menggunakan Fe2O3 telah berhasil.

Related Results

Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling umum diderita oleh masyarakat di dunia terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wani...
Saat Terbaik Pemberian Suplementasi Zat Besi pada Bayi 0 Bulan sampai 6 Bulan
Saat Terbaik Pemberian Suplementasi Zat Besi pada Bayi 0 Bulan sampai 6 Bulan
Latar belakang. Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan salah satu masalah kesehatan gizi di Indonesia. Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan prevalensi ADB pa...
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari normal. Kekurangan oksigen dalam jaringan otak dan otot menyebabkan gejala anemia, seperti lemah...
Analisis Pengaruh Penambahan Karbon Pada Proses Peleburan Besi Scrap Terhadap Komposisi dan Kekerasan Besi Cor
Analisis Pengaruh Penambahan Karbon Pada Proses Peleburan Besi Scrap Terhadap Komposisi dan Kekerasan Besi Cor
Banyak industri pengecoran logam yang menggunakan bahan skrap sebagai bahan utamanya. Scrap besi sebagai bahan utama pengecoran logam, memiliki variasi komposisi kimia dan karakter...
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Bioavailabilitas Besi bagi Tumbuhan
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Bioavailabilitas Besi bagi Tumbuhan
Besi berperan penting dalam metabolisme tumbuhan, yang mana salah satunya adalah sebagai pembentuk kloroplas. Besi dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi defisiensi besi dapat meny...
Bahan Bakar dan Tanur
Bahan Bakar dan Tanur
Penulisan buku ajar ini disusun atas 10 bab, supaya mahasiswa mudah memahaminya dan mengerti tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk teknik peleburan besi. Baik dari prilaku ...
Hubungan Defisiensi Besi dengan Perilaku Anak Usia Sekolah di Kota Palembang
Hubungan Defisiensi Besi dengan Perilaku Anak Usia Sekolah di Kota Palembang
Latar belakang. Prevalensi defisiensi besi anak usia sekolah di Indonesia sebesar 47,2%. Defisiensi besimenyebabkan perkembangan dan fungsi saraf terganggu, termasuk timbulnya masa...
Hubungan Intake Zat Besi Terhadap Kejadian Anemia Remaja Putri di Sekolah Menengah (SMP dan SMA) Alam Lampung
Hubungan Intake Zat Besi Terhadap Kejadian Anemia Remaja Putri di Sekolah Menengah (SMP dan SMA) Alam Lampung
Kasus anemia di Indonesia sebagian besar terjadi dikarenakan kurangnya zat besi sebagai konsekuensi atas kurangnya asupan makanan sumber zat besi khususnya sumber pangan hewani (be...

Back to Top