Javascript must be enabled to continue!
PSIKOLOGI BEHAVIORISME DAN NEO BEHAVIOR DALAM PEMBELAJARAN
View through CrossRef
Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan sesuatu pewarisan budaya dari satu generasi kepada genarasi yang lainnya. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui bagaimana psikologi behaviorisme dan neo behavior dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif kajian pustaka. Untuk hasilnya yaitu behaviorisme merupakan aliran ilmu psikologi yang berfokus pada perilaku. Aliran non-behavior dalam psikologi merujuk pada pendekatan-pendekatan yang tidak hanya fokus pada perilaku yang dapat diamati, melainkan juga memperhatikan proses mental. Perbedaan psikologi behaviorisme dan non behavior dalam pembelajaran yaitu fokus pembelajaran, motivasi belajar, tujuan pembelajaran, dan proses belajar. Tokoh-tokoh dalam psikologi behaviorisme dan non-behaviorisme yaitu John B. Watson, B.F. Skinner, Ivan Pavlov, Edward Thorndike, Jean Piaget, Lev Vygotsky, Abraham Maslow, dan Carl Rogers. Sejarah psikologi behaviorisme yaitu John Broades Watson sebagai tokoh utama dalam aliran behaviorisme pada tahun 1900-an. Untuk neo behaviorisme 1930-an hingga 1950-an mulai berkembang dengan tokoh-tokoh seperti B.F. Skinner. Teori dan aplikasi psikologi behaviorisme dan neo-behaviorisme memiliki dampak yang signifikan dalam konteks pembelajaran yaitu penguatan, pemodelan, pembentukan kondisi (shaping), dan pembelajaran berpola (Operant Conditioning). Plus psikologi behaviorisme yaitu pendekatan objektif, penguatan positif dan negatif, dan penerapan praktis, minusnya mengabaikan proses mental, keterbatasan kreativitas, dan risiko stagnasi. Neo behaviorisme dalam pembelajaran plus yaitu integrasi proses mental, penekanan pada pembelajaran berbasis pengalaman, dan fleksibilitas dalam metode. Minusnya yaitu kompleksitas dalam pengukuran, megeneralisasikan secara umum, dan tantangan dalam implementasi.
Kata Kunci: Psikologi, Behaviorisme, Neo Behavior
Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Palangka Raya
Title: PSIKOLOGI BEHAVIORISME DAN NEO BEHAVIOR DALAM PEMBELAJARAN
Description:
Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan sesuatu pewarisan budaya dari satu generasi kepada genarasi yang lainnya.
Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui bagaimana psikologi behaviorisme dan neo behavior dalam pembelajaran.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif kajian pustaka.
Untuk hasilnya yaitu behaviorisme merupakan aliran ilmu psikologi yang berfokus pada perilaku.
Aliran non-behavior dalam psikologi merujuk pada pendekatan-pendekatan yang tidak hanya fokus pada perilaku yang dapat diamati, melainkan juga memperhatikan proses mental.
Perbedaan psikologi behaviorisme dan non behavior dalam pembelajaran yaitu fokus pembelajaran, motivasi belajar, tujuan pembelajaran, dan proses belajar.
Tokoh-tokoh dalam psikologi behaviorisme dan non-behaviorisme yaitu John B.
Watson, B.
F.
Skinner, Ivan Pavlov, Edward Thorndike, Jean Piaget, Lev Vygotsky, Abraham Maslow, dan Carl Rogers.
Sejarah psikologi behaviorisme yaitu John Broades Watson sebagai tokoh utama dalam aliran behaviorisme pada tahun 1900-an.
Untuk neo behaviorisme 1930-an hingga 1950-an mulai berkembang dengan tokoh-tokoh seperti B.
F.
Skinner.
Teori dan aplikasi psikologi behaviorisme dan neo-behaviorisme memiliki dampak yang signifikan dalam konteks pembelajaran yaitu penguatan, pemodelan, pembentukan kondisi (shaping), dan pembelajaran berpola (Operant Conditioning).
Plus psikologi behaviorisme yaitu pendekatan objektif, penguatan positif dan negatif, dan penerapan praktis, minusnya mengabaikan proses mental, keterbatasan kreativitas, dan risiko stagnasi.
Neo behaviorisme dalam pembelajaran plus yaitu integrasi proses mental, penekanan pada pembelajaran berbasis pengalaman, dan fleksibilitas dalam metode.
Minusnya yaitu kompleksitas dalam pengukuran, megeneralisasikan secara umum, dan tantangan dalam implementasi.
Kata Kunci: Psikologi, Behaviorisme, Neo Behavior.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Teori Belajar Behaviorisme: Teori dan Praktiknya dalam Pembelajaran IPS
Teori Belajar Behaviorisme: Teori dan Praktiknya dalam Pembelajaran IPS
Purpose of this paper is to explain behaviorism learning theory and its application in social studies learning. Using the literature study method through research studies regarding...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
URGENSI PERENCANAAN PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI
URGENSI PERENCANAAN PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI
Banyaknya kendala dan kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan belajar tatap muka terbatas pada pelaksanaan pembelaj...
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kegiatan pembelajaran daring yang berlangsung di lapangan serta upaya yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran daring ...

