Javascript must be enabled to continue!
PENURUNAN KESADAHAN AIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AERASI DIFUSI
View through CrossRef
Air adalah elemen sangat penting dalam kehidupan manusia. Bagaimanapun air yang tercemar dapat menyebabkan berbagai permasalahan terutama bagi kesehatan manusia. Berdasarkan permasalahan yang terdapat dalam air minum, maka menurunkan kesadahan dari air minum adalah sangat penting. Oleh karena itu metode aerasi adalah metode yang cocok untuk tujuan tersebut. Sampel yang digunakan sebanyak 2liter dengan laju alir aerasi sebesar 2,6 L/ menit. Pengambilan sampel digunakan setiap 8, 10 dan 12 jam sekali. Sampel diperoleh dari 3 desa yaitu Punteut, Keude Aceh, dan Kandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kesadahan terjadi pada kondisi aerasi selama 12 jam yang meliputi desa Punteut, Keude Aceh dan Kandang dengan % removale asing-masing 86, 6 % untuk sampel air sumur desa Punteut, 68, 3 % untuk sampel air desa Keude Aceh dan 77, 8 % untuk sampel air sumur desa Kandang. Hasil ini menunjukkan bahwa penurunan kesadahan dengan teknik aerasi difusi dapat menurunkan tingkat kesadahan air serta memenuhi standar mutu air minum.Kata kunci: Aerasi, Difusi, Kesadahan, Kalsium, Magnesium
Politeknik Negeri Lhokseumawe
Title: PENURUNAN KESADAHAN AIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE AERASI DIFUSI
Description:
Air adalah elemen sangat penting dalam kehidupan manusia.
Bagaimanapun air yang tercemar dapat menyebabkan berbagai permasalahan terutama bagi kesehatan manusia.
Berdasarkan permasalahan yang terdapat dalam air minum, maka menurunkan kesadahan dari air minum adalah sangat penting.
Oleh karena itu metode aerasi adalah metode yang cocok untuk tujuan tersebut.
Sampel yang digunakan sebanyak 2liter dengan laju alir aerasi sebesar 2,6 L/ menit.
Pengambilan sampel digunakan setiap 8, 10 dan 12 jam sekali.
Sampel diperoleh dari 3 desa yaitu Punteut, Keude Aceh, dan Kandang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kesadahan terjadi pada kondisi aerasi selama 12 jam yang meliputi desa Punteut, Keude Aceh dan Kandang dengan % removale asing-masing 86, 6 % untuk sampel air sumur desa Punteut, 68, 3 % untuk sampel air desa Keude Aceh dan 77, 8 % untuk sampel air sumur desa Kandang.
Hasil ini menunjukkan bahwa penurunan kesadahan dengan teknik aerasi difusi dapat menurunkan tingkat kesadahan air serta memenuhi standar mutu air minum.
Kata kunci: Aerasi, Difusi, Kesadahan, Kalsium, Magnesium.
Related Results
Bimbingan Teknis Pengolahan Air Bersih Menggunakan Metode Aerasi-Filtrasi bagi Masyarakat Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari
Bimbingan Teknis Pengolahan Air Bersih Menggunakan Metode Aerasi-Filtrasi bagi Masyarakat Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari
Pengabdian kepada masyarakat tentang Bimbingan Teknis Pengolahan Air Bersih Menggunakan Metode Aerasi-Filtrasi telah dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu Kota Kendari. ...
Pengaruh Zat Anti Sadah terhadap Kualitas Air Proses dan Hasil Pencelupan Poliester-Rayon
Pengaruh Zat Anti Sadah terhadap Kualitas Air Proses dan Hasil Pencelupan Poliester-Rayon
Air yang dapat digunakan dalam proses pencelupan adalah air dengan kesadahan antara 0-3 dH. Air proses yang memiliki kesadahan tinggi perlu diturunkan nilai kesadahannya sebelum di...
PENGARUH PENGGUNAAN BIOCHAR DAN AERASI UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK
PENGARUH PENGGUNAAN BIOCHAR DAN AERASI UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Air limbah domestik merupakan air buangan yang berasal dari aktivitas sehari-hari manusia yang berkaitan dengan pemakaian air seperti mencuci dan mandi yang menghasilkan grey water...
Bimbingan teknis penurunan kesadahan air sumur menggunakan filter resin penukar kation bagi masyarakat Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari
Bimbingan teknis penurunan kesadahan air sumur menggunakan filter resin penukar kation bagi masyarakat Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari
Kesadahan yang tinggi merupakan salah satu faktor yang dijadikan acuan dalam pengolahan air minum. Penyebab utama terjadinya kesadahan adalah kandungan Ca2+ (kesadahan kalsium) ata...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
UPAYA MENGURANGI KESADAHAN AIR RECYCLE LIMBAH TEKSTIL MENGGUNAKAN ZEOLIT DAN ARANG AKTIF
UPAYA MENGURANGI KESADAHAN AIR RECYCLE LIMBAH TEKSTIL MENGGUNAKAN ZEOLIT DAN ARANG AKTIF
Air merupakan kebutuhan utama pada proses basah tekstil. Hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan air. Dalam upaya mengefisienkan penggunaan air, salah satu pabrik tekstil m...
FABRIKASI MIKROSFIR UO2 MENGGUNAKAN TEKNIK AERASI
FABRIKASI MIKROSFIR UO2 MENGGUNAKAN TEKNIK AERASI
FABRIKASI MIKROSFIR UO2 MENGGUNAKAN TEKNIK AERASI. Telah dikembangkan proses fabrikasi mikrosfir UO2 berdensitas rendah untuk umpan langsung proses peletisasi bahan bakar reaktor P...
Penggunaan Karbon Aktif Kayu Kesambi (Schleicera oleosa MERR) dalam Pengolahan Air Sadah
Penggunaan Karbon Aktif Kayu Kesambi (Schleicera oleosa MERR) dalam Pengolahan Air Sadah
Pengolahan air sadah menjadi air layak konsumsi masih menjadi tantangan tersendiri bagi semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat miskin dan terbelakang. Penerapkan teknologi p...

