Javascript must be enabled to continue!
Optimalisasi Peran Takmir Masjid dalam Membendung Gerakan Islam Radikal di Kabupaten Wonosobo
View through CrossRef
Di Kabupaten Wonosobo berdasar pada data Kementerian Agama kabupaten Wonosobo (2020) terdapat 1379 masjid yang sebagain besar tersebar diwilayah pedesaan. Berdasar pada penulusaran lapangan (transec) Dari sekian banyak masjid yang ada di Kabupaten Wonosobo sebagai besar (82%) masih berkutat pada fungsi sebagai tempat ibadah mahdhoh, lebih khusus tempat shalat, membaca Al-Qur’an, berinfaq dan lain sebagainya. Fungsi itu pun belum maksimal sebab masih banyak masjid di Kabupaten Wonosobo yang dikunjungi jemaahnya pada saat-saat tertentu saja, misalnya di awal-awal bulan Ramadhan, hari Jumat dan di hari raya. Sedangkan di hari-hari lain sangat sedikit Jemaah yang beribadah didalamnya. Bahkan ada masjid yang jemaahnya hanya beberapa orang saja.
Di Kabupaten Wonosobo fungsi peran sosial masjid pada masyarakat, masih sangat sedikit (rendah), padahal masjid selain sebagai tempat ibadah (mahdhoh) dapat pula difungsikan menjadi sumber kemakmuran masyarakat, pusat informasi, pendidikan dan pelatihan, diskusi suputar isu-isu kontemporer, sumber Inisiator, sumber tempat mencari ilmu, relasi, dan bahkan sebagai pusat gerakan untuk menangkal merebaknya faham atau gerakan islam garis keras (Islam Radikal) yang dapat mengancam keamanan dan kerukukunan umat. Peran social dan pencegahan keterpengaruhan umat (jama’ah) terhadap gerakan islam radikal, serperti ISIS, JI, al-Qaeda dan sebagainya ini dapat terwujud apabila kepengurus masjid (takmir masjid) memiliki kesadaran, konsep yang jelas dan pemahaman yang komprehensif tentang faham-faham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, Pancasila dan NKRI.
Program pembeberdayaan takmir masjid sebagai benteng untuk menangkal gerakan islam radikal ini akan dilakukan melalui langkah, Identifikasi awal; Konsultasi dan Koordinasi; Analisis social (focus group discution); Penyusunan rencana aksi; Aksi (Workshop/Sarasehan); Membangun kemitraan; Pembinaan, dan Monitoring dan Evaluasi. Setelah progam pemberdayaan takmir masjid ini dapat terealisasikan dengan baik, diharapkan agar kelompok sasaran (takmir masjid se Kabupaten Wonosobo) memiliki keasadaran dan pemahaman yang komprehensif tentang gerakan Islam Radikal yang akhir-akhir ini meresahakan umat, dari kesadaran dan pemahaman tersebut diharapkan takmir masjid dapat mensosialisasikan dan memberikan pemahaman tentang Gerakan Islam Radikal pada masyarakat sekitarnya (jama’ah nya).
Title: Optimalisasi Peran Takmir Masjid dalam Membendung Gerakan Islam Radikal di Kabupaten Wonosobo
Description:
Di Kabupaten Wonosobo berdasar pada data Kementerian Agama kabupaten Wonosobo (2020) terdapat 1379 masjid yang sebagain besar tersebar diwilayah pedesaan.
Berdasar pada penulusaran lapangan (transec) Dari sekian banyak masjid yang ada di Kabupaten Wonosobo sebagai besar (82%) masih berkutat pada fungsi sebagai tempat ibadah mahdhoh, lebih khusus tempat shalat, membaca Al-Qur’an, berinfaq dan lain sebagainya.
Fungsi itu pun belum maksimal sebab masih banyak masjid di Kabupaten Wonosobo yang dikunjungi jemaahnya pada saat-saat tertentu saja, misalnya di awal-awal bulan Ramadhan, hari Jumat dan di hari raya.
Sedangkan di hari-hari lain sangat sedikit Jemaah yang beribadah didalamnya.
Bahkan ada masjid yang jemaahnya hanya beberapa orang saja.
Di Kabupaten Wonosobo fungsi peran sosial masjid pada masyarakat, masih sangat sedikit (rendah), padahal masjid selain sebagai tempat ibadah (mahdhoh) dapat pula difungsikan menjadi sumber kemakmuran masyarakat, pusat informasi, pendidikan dan pelatihan, diskusi suputar isu-isu kontemporer, sumber Inisiator, sumber tempat mencari ilmu, relasi, dan bahkan sebagai pusat gerakan untuk menangkal merebaknya faham atau gerakan islam garis keras (Islam Radikal) yang dapat mengancam keamanan dan kerukukunan umat.
Peran social dan pencegahan keterpengaruhan umat (jama’ah) terhadap gerakan islam radikal, serperti ISIS, JI, al-Qaeda dan sebagainya ini dapat terwujud apabila kepengurus masjid (takmir masjid) memiliki kesadaran, konsep yang jelas dan pemahaman yang komprehensif tentang faham-faham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, Pancasila dan NKRI.
Program pembeberdayaan takmir masjid sebagai benteng untuk menangkal gerakan islam radikal ini akan dilakukan melalui langkah, Identifikasi awal; Konsultasi dan Koordinasi; Analisis social (focus group discution); Penyusunan rencana aksi; Aksi (Workshop/Sarasehan); Membangun kemitraan; Pembinaan, dan Monitoring dan Evaluasi.
Setelah progam pemberdayaan takmir masjid ini dapat terealisasikan dengan baik, diharapkan agar kelompok sasaran (takmir masjid se Kabupaten Wonosobo) memiliki keasadaran dan pemahaman yang komprehensif tentang gerakan Islam Radikal yang akhir-akhir ini meresahakan umat, dari kesadaran dan pemahaman tersebut diharapkan takmir masjid dapat mensosialisasikan dan memberikan pemahaman tentang Gerakan Islam Radikal pada masyarakat sekitarnya (jama’ah nya).
Related Results
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mendampingi pembinaan masjid agar menjadi masjid yang makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember...
MANAJEMEN ASOSIASI SEPAKBOLA KABUPATEN (ASKAB) PSSI WONOSOBO
MANAJEMEN ASOSIASI SEPAKBOLA KABUPATEN (ASKAB) PSSI WONOSOBO
Wonosobo is one of those cities where this hasn’t happened in recent years had good football achievements. Problems such as ineffective communication between organizations and part...
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
Mekanisme Pengupahan (Ujrah) pada Pengurus Masjid di Kabupaten Kubu Raya: Suatu Tinjauan Syariah
Mekanisme Pengupahan (Ujrah) pada Pengurus Masjid di Kabupaten Kubu Raya: Suatu Tinjauan Syariah
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mekanisme pengupahan (ujrah) pada pengurus masjid di Kabupaten Kubu Raya dan menilai apakah mekanisme pengupahan (ujrah) pada peng...
Analisis Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Firdaus dalam Menghadapi Era Society 5.0
Analisis Strategi Dakwah Pengurus Masjid Al-Firdaus dalam Menghadapi Era Society 5.0
Abstract.
The presence of Era Society 5.0 creates new habits in the use of technology as problem solving in all aspects of life to provide convenience for the community, incl...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
DAKWAH DAN FENOMENA GERAKAN ISLAM LIBERAL
DAKWAH DAN FENOMENA GERAKAN ISLAM LIBERAL
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami fenomena gerakan Islam liberal dan peran dakwah dalam gerakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman...
ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASJID
ANALISIS PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MASJID
Latar belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan kesehatan sehingga dapat terwujudnya derajat kesehatan secara optimal...

