Javascript must be enabled to continue!
Self-Efficacy dan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Keperawatan
View through CrossRef
Quarter life crisis adalah periode transisi kritis yang sering dialami oleh mahasiswa, ditandai oleh kekhawatiran, kegelisahan, dan kurangnya kepercayaan diri. self-efficacy atau efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan mereka dalam mengatasi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara self-efficacy dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat IV Program Studi Sarjana Keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif-korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 75 mahasiswa tingkat IV yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpukan menggunakan kuesioner tertutup yang terdiri dari General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Quarter Life Crisis Scale (QLCS). Analisis data dilakukan menggunakan uji spearmanrank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48.0% responden memiliki tingkat self-efficacy tinggi, sementara 45.3% mengalami quarter life crisis pada tingkat sedang. Analisis spearmanrank mengindikasikan adanya hubungan negatif yang kuat antara self-efficacy dan quarter life crisis (p < 0,000;koefisian korelasi = -0,666). Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan self-efficacy dalam membantu mahasiswa mengatasi quarter life crisis. Intervensi berbasis peningkatan self-efficacy seperti program bimbingan konseling, dapat menjadi strategi efektif untuk kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Quarter life crisis is a critical transition period often experienced by college students, characterized by worry, anxiety, and lack of self-confidence. Self-efficacy is an individual's belief in their ability to overcome challenges. This study aims to investigate the relationship between self-efficacy and quarter life crisis in fourth-year students of the Bachelor of Nursing Study Program. This study used a quantitative-correlation design with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 75 fourth-year students selected through total sampling. Data were collected using a closed questionnaire consisting of the General Self-Efficacy Scale (GSES) and the Quarter Life Crisis Scale (QLCS). Data analysis was performed using the Spearman Rank test. The results showed that 48.0% of respondents had a high level of self-efficacy, while 45.3% experienced a moderate level of quarter life crisis. Spearman Rank analysis indicated a strong negative relationship between self-efficacy and quarter life crisis (p <0.000; correlation coefficient = -0.666). These findings underscore the importance of developing self-efficacy in helping students cope with quarter-life crisis. Self-efficacy-based interventions, such as counseling programs, can be an effective strategy for students' psychological well-being.
STIKes Wira Medika Bali
Title: Self-Efficacy dan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Keperawatan
Description:
Quarter life crisis adalah periode transisi kritis yang sering dialami oleh mahasiswa, ditandai oleh kekhawatiran, kegelisahan, dan kurangnya kepercayaan diri.
self-efficacy atau efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan mereka dalam mengatasi tantangan.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara self-efficacy dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat IV Program Studi Sarjana Keperawatan.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif-korelasi dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel penelitian terdiri dari 75 mahasiswa tingkat IV yang dipilih melalui total sampling.
Data dikumpukan menggunakan kuesioner tertutup yang terdiri dari General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Quarter Life Crisis Scale (QLCS).
Analisis data dilakukan menggunakan uji spearmanrank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48.
0% responden memiliki tingkat self-efficacy tinggi, sementara 45.
3% mengalami quarter life crisis pada tingkat sedang.
Analisis spearmanrank mengindikasikan adanya hubungan negatif yang kuat antara self-efficacy dan quarter life crisis (p < 0,000;koefisian korelasi = -0,666).
Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan self-efficacy dalam membantu mahasiswa mengatasi quarter life crisis.
Intervensi berbasis peningkatan self-efficacy seperti program bimbingan konseling, dapat menjadi strategi efektif untuk kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Quarter life crisis is a critical transition period often experienced by college students, characterized by worry, anxiety, and lack of self-confidence.
Self-efficacy is an individual's belief in their ability to overcome challenges.
This study aims to investigate the relationship between self-efficacy and quarter life crisis in fourth-year students of the Bachelor of Nursing Study Program.
This study used a quantitative-correlation design with a cross-sectional approach.
The research sample consisted of 75 fourth-year students selected through total sampling.
Data were collected using a closed questionnaire consisting of the General Self-Efficacy Scale (GSES) and the Quarter Life Crisis Scale (QLCS).
Data analysis was performed using the Spearman Rank test.
The results showed that 48.
0% of respondents had a high level of self-efficacy, while 45.
3% experienced a moderate level of quarter life crisis.
Spearman Rank analysis indicated a strong negative relationship between self-efficacy and quarter life crisis (p <0.
000; correlation coefficient = -0.
666).
These findings underscore the importance of developing self-efficacy in helping students cope with quarter-life crisis.
Self-efficacy-based interventions, such as counseling programs, can be an effective strategy for students' psychological well-being.
Related Results
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Penemuan Solusi Akhir Suatu Masalah Melalui Proses Keperawatan
Penemuan Solusi Akhir Suatu Masalah Melalui Proses Keperawatan
Rumah sakit merupakan sebuah organisasi kesehatan yang sangat bermanfaat guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sebagaimana tertera dalam UU RI No 44 pasal 1. Setiap ...
SIFAT-SIFAT DALAM PROSES KEPERAWATAN
SIFAT-SIFAT DALAM PROSES KEPERAWATAN
Menurut Callista Roy (1976), keperawatan merupakan disiplin ilmu yang berorientasi kepadapratik keperawatan berdasarkan ilmu keperawatan, yang ditujukan untuk memberikanpelayanan k...
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan merupakan sebuah tonggak atau dasar bagi perawat untukmelakukan suatu asuhan keperawatan. Pasien datang ke fasilitas kesehatan tentu memilikikeluhan masing-mas...
"PROSES KEPERAWATAN SEBAGAI METODE DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN"
"PROSES KEPERAWATAN SEBAGAI METODE DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN"
Latar belakang : Standar praktik keperawatan profesional di Indonesia telah dijabarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada tahun 2000. Standar tersebut mengacu pa...
Motivasi perawat dalam melakukan dokumentasi keperawatan
Motivasi perawat dalam melakukan dokumentasi keperawatan
Dokumentasi keperawatan merupakan salah satu elemen dari proses keperawatan yang mencatatkan semua data tentang pasien dan yang berhubungan dengan status kesehatan pasien. Dokument...
Penerapan artificial intelligence dalam praktik pendidikan keperawatan
Penerapan artificial intelligence dalam praktik pendidikan keperawatan
Latar belakang: Artificial Intelligence (AI) semakin banyak diterapkan dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan efisiensi praktik keperawatan. Imp...

