Javascript must be enabled to continue!
Fabrikasi dan Karakterisasi Sifat Optik Nanopartikel Magnetit Fe3O4 Berbasis Pasir Besi
View through CrossRef
Telah dilakukan penelitian tentang fabrikasi dan karakterisasi sifat optik nanopartikel magnetit Fe3O4 berbasis pasir besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran dan struktur morfologi, serta sifat optik nanopartikel magnetit. Dalam penelitian ini, nanopartikel magnetit disintesis menggunakan metode kopresipitasi dan dikarakterisasi dengan XRD, TEM, dan UV-Vis untuk mengetahui struktur, morfologi dan sifat optik (absorbsi) dari nanopartikel magnetit. Hasil analisis menggunakan XRD menunjukkan bahwa pasir besi mengandung senyawa Fe3O4 sebanyak 51,5%. Hasil uji ukur morfologi dengan TEM menunjukkan distribusi ukuran partikel dalam orde nanometer yaitu rata-rata (2,21±0,47 nm). Berdasarkan hasil analisis UV-Vis diperoleh bahwa nanopartikel magnetit Fe3O4 memiliki 2 puncak serapan yang tidak jauh berbeda antara sampel A (100oC) dan sampel B (120oC). Munculnya 2 puncak dikarenakan nanopartikel magnetit saling melekat menyebabkan elektron konduksi pada setiap permukaan partikel tidak tetap posisinya pada 1 atom. Berdasarkan hasil penelitian nanopartikel magnetit memiliki puncak serapan yang stabil pada panjang gelombang 230-400 nm. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya, dimana puncak serapan nanopartikel magnetit berada pada rentang panjang gelombang 200-500 nm.
Kata kunci: Pasir Besi, dan Nanopartikel Magnetit Fe3O4
Title: Fabrikasi dan Karakterisasi Sifat Optik Nanopartikel Magnetit Fe3O4 Berbasis Pasir Besi
Description:
Telah dilakukan penelitian tentang fabrikasi dan karakterisasi sifat optik nanopartikel magnetit Fe3O4 berbasis pasir besi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran dan struktur morfologi, serta sifat optik nanopartikel magnetit.
Dalam penelitian ini, nanopartikel magnetit disintesis menggunakan metode kopresipitasi dan dikarakterisasi dengan XRD, TEM, dan UV-Vis untuk mengetahui struktur, morfologi dan sifat optik (absorbsi) dari nanopartikel magnetit.
Hasil analisis menggunakan XRD menunjukkan bahwa pasir besi mengandung senyawa Fe3O4 sebanyak 51,5%.
Hasil uji ukur morfologi dengan TEM menunjukkan distribusi ukuran partikel dalam orde nanometer yaitu rata-rata (2,21±0,47 nm).
Berdasarkan hasil analisis UV-Vis diperoleh bahwa nanopartikel magnetit Fe3O4 memiliki 2 puncak serapan yang tidak jauh berbeda antara sampel A (100oC) dan sampel B (120oC).
Munculnya 2 puncak dikarenakan nanopartikel magnetit saling melekat menyebabkan elektron konduksi pada setiap permukaan partikel tidak tetap posisinya pada 1 atom.
Berdasarkan hasil penelitian nanopartikel magnetit memiliki puncak serapan yang stabil pada panjang gelombang 230-400 nm.
Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya, dimana puncak serapan nanopartikel magnetit berada pada rentang panjang gelombang 200-500 nm.
Kata kunci: Pasir Besi, dan Nanopartikel Magnetit Fe3O4.
Related Results
Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO
Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO
Telah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi sifat optik pada nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO. Sampel yang digunakan adalah Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@ZnO (1:2), Fe3...
Pengaruh Fe3O4 terhadap Elektro Optik dan Magneto Elektrik pada PANI/Ag/Fe3O4
Pengaruh Fe3O4 terhadap Elektro Optik dan Magneto Elektrik pada PANI/Ag/Fe3O4
Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) pengaruh penambahan Fe3O4 terhadap mikrostruktur pada PANI/Ag/Fe3O4 (2) pengaruh Fe3O4 terhadap konduktivitas film PANI/Ag-Fe3O4 (3) pengaruh...
Pengukuran Magnetoresistance Berbasis Lapisan Tipis Giant-Magnetoresistance (GMR) Pada Polyethylen Glicol (PEG)-Coated-Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) (Halaman 5 s.d. 8)
Pengukuran Magnetoresistance Berbasis Lapisan Tipis Giant-Magnetoresistance (GMR) Pada Polyethylen Glicol (PEG)-Coated-Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) (Halaman 5 s.d. 8)
Telah dilakukan pengujian Magnetoresitance berbasis lapisan tipis Giant-Magnetoresistance (GMR) pada Plyethylen Glicol (PEG)-coated-nanopartikel magnetit (Fe3O4). Penambahan lapisa...
Pengaruh Rasio Penggunaan Pasir Baru dengan Pasir Bekas Terhadap Kadar Abu / Lost On Ignation (LOI) dan Kekuatan Tarik Pasir pada Cetakan Pasir Kering
Pengaruh Rasio Penggunaan Pasir Baru dengan Pasir Bekas Terhadap Kadar Abu / Lost On Ignation (LOI) dan Kekuatan Tarik Pasir pada Cetakan Pasir Kering
Sampai saat ini teknik pengecoran logam masih sering dipakai oleh industri kecil maupun besar dalam pembuatan berbagai macam produk. Salah satu metode pengecoran yaitu cetakan pasi...
Kinerja Material Pasir Puya Teraktivasi sebagai Fotokatalis pada Reduksi Metilen Biru dalam Larutan Air
Kinerja Material Pasir Puya Teraktivasi sebagai Fotokatalis pada Reduksi Metilen Biru dalam Larutan Air
Pasir puya adalah residu penambangan emas yang mengandung mineral berharga seperti zirkon, ilmenit dan besi oksida. Studi ini mengeksplorasi potensi pasir puya sebagai fotokatalis ...
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL α- MANGOSTIN DENGAN VARIASI KITOSAN-TPP SEBAGAI POLIMER
FORMULASI DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL α- MANGOSTIN DENGAN VARIASI KITOSAN-TPP SEBAGAI POLIMER
Tanaman manggis mengandung senyawa α-Mangostin yang merupakan senyawa turunan dari senyawa Xanton. α-Mangostin memiliki banyak aktivitas salah satunya adalah antibakteri. Kekuranga...
Sintesis Nanopartikel ZnO Menggunakan Prekursor ZnCl2 dan Polimer Penstabil Tween 80 untuk Aplikasi Tabir Surya
Sintesis Nanopartikel ZnO Menggunakan Prekursor ZnCl2 dan Polimer Penstabil Tween 80 untuk Aplikasi Tabir Surya
Nanopartikel ZnO adalah material semikonduktor dengan celah pita energi yang lebar (3,37 eV) sehingga sangat baik dijadikan sebagai bahan tabir surya karena unggul sebagai agen pel...
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling umum diderita oleh masyarakat di dunia terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wani...

