Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Sensitivitas Antibiotik dengan Demam Neutropenia
View through CrossRef
Latar belakang. Pemberian antibiotik sangat penting untuk menurunkan angka kematian pasien demam neutropenia. Di sisi lain, penggunaan antibiotik jangka panjang akan mengubah pola patogen dan uji sensitivitas terhadap antibiotik.Tujuan. Mencari pola patogen, menilai sensitivitas cefotaxime dan gentamicin sebagai antibiotik lini pertama, dan mendapatkan antibiotik alternatif pada demam neutropenia.Metode. Penelitian potong lintang dilakukan pada anak demam neutropenia yang dirawat di Bangsal Onkologi Anak RSUP Dr. Sardjito periode Januari 2004 sampai Desember 2009. Kriteria inklusi adalah demam (didefinisikan sebagai suhu tubuh ≥38,3oC atau ≥38,0oC pada dua kali pengukuran selang 1 jam), neutropenia (absolute neutrophil count/ANC <500 sel/mm3 atau <1000 sel/mm3 yang diperkirakan akan turun menjadi <500 sel/mm3 dalam 48 jam), dan hasil biakan positif. Uji sensitivitas dinilai dengan menggunakan disc diffusion method.Hasil. Terdapat 205 episode neutropenia dari 188 subjek, 135 episode di antaranya mengalami demam neutropenia (rerata ANC 520/mm3). Biakan positif 42 (31%) subjek, 30 (70%) dari biakan yang positif merupakan bakteri Gram negatif. Pseudomonas aeruginosa (19%) dan Escherichia coli (19%) merupakan patogen terbanyak dijumpai pada biakan. Hasil uji sensitivitas antibiotik invitro, gentamicin sensitif pada 45% biakan sedangkan cefotaxime 29%.Kesimpulan. Bakteri Gram negatif merupakan penyebab utama demam neutropenia. Sensitivitas cefotaxime lebih rendah apabila dibandingkan dengan antibiotik yang lain. Cefpirome, cefepime dan ampicillin-sulbactam direkomendasikan untuk menggantikan cefotaxime sebagai obat yang dikombinasikan dengan gentamicin pada pengobatan demam neutropenia.
Paediatrica Indonesiana - Indonesian Pediatric Society
Title: Evaluasi Sensitivitas Antibiotik dengan Demam Neutropenia
Description:
Latar belakang.
Pemberian antibiotik sangat penting untuk menurunkan angka kematian pasien demam neutropenia.
Di sisi lain, penggunaan antibiotik jangka panjang akan mengubah pola patogen dan uji sensitivitas terhadap antibiotik.
Tujuan.
Mencari pola patogen, menilai sensitivitas cefotaxime dan gentamicin sebagai antibiotik lini pertama, dan mendapatkan antibiotik alternatif pada demam neutropenia.
Metode.
Penelitian potong lintang dilakukan pada anak demam neutropenia yang dirawat di Bangsal Onkologi Anak RSUP Dr.
Sardjito periode Januari 2004 sampai Desember 2009.
Kriteria inklusi adalah demam (didefinisikan sebagai suhu tubuh ≥38,3oC atau ≥38,0oC pada dua kali pengukuran selang 1 jam), neutropenia (absolute neutrophil count/ANC <500 sel/mm3 atau <1000 sel/mm3 yang diperkirakan akan turun menjadi <500 sel/mm3 dalam 48 jam), dan hasil biakan positif.
Uji sensitivitas dinilai dengan menggunakan disc diffusion method.
Hasil.
Terdapat 205 episode neutropenia dari 188 subjek, 135 episode di antaranya mengalami demam neutropenia (rerata ANC 520/mm3).
Biakan positif 42 (31%) subjek, 30 (70%) dari biakan yang positif merupakan bakteri Gram negatif.
Pseudomonas aeruginosa (19%) dan Escherichia coli (19%) merupakan patogen terbanyak dijumpai pada biakan.
Hasil uji sensitivitas antibiotik invitro, gentamicin sensitif pada 45% biakan sedangkan cefotaxime 29%.
Kesimpulan.
Bakteri Gram negatif merupakan penyebab utama demam neutropenia.
Sensitivitas cefotaxime lebih rendah apabila dibandingkan dengan antibiotik yang lain.
Cefpirome, cefepime dan ampicillin-sulbactam direkomendasikan untuk menggantikan cefotaxime sebagai obat yang dikombinasikan dengan gentamicin pada pengobatan demam neutropenia.
Related Results
Kejadian Demam Neutropenia pada Anak dengan Keganasan
Kejadian Demam Neutropenia pada Anak dengan Keganasan
Latar belakang. Demam merupakan salah satu manifestasi awal dari infeksi berat, terutama selama periode neutropenia. Infeksi menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada p...
Hubungan Status Gizi dengan Demam Neutropenia pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut
Hubungan Status Gizi dengan Demam Neutropenia pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut
Pendahuluan: Leukemia Limfoblastik Akut adalah keganasan hematologi paling sering terjadi pada anak. Pengobatan utama LLA adalah kemoterapi. Demam neutropenia merupakan komplikasi...
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIARE AKUT BALITA DI RS X TAHUN 2022
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIARE AKUT BALITA DI RS X TAHUN 2022
Penyebab kematian nomor dua pada balita adalah diare. Pemberian antibiotik pada diare harus sesuai dengan indikasi. Resistensi antibiotik dapat terjadi jika penggunaan antibiotik ...
Penilaian Pengetahuan, Persepsi Dan Kepercayaan Masyarakat Kota Medan Terhadap Penggunaan Antibiotik
Penilaian Pengetahuan, Persepsi Dan Kepercayaan Masyarakat Kota Medan Terhadap Penggunaan Antibiotik
Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang sering digunakan dalam pengobatan penyakit. Resistensi terhadap antibiotik menjadi masalah besar diseluruh dunia. Resistensi terhada...
Efektifitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik
Efektifitas Antibiotik pada Pasien Ulkus Kaki Diabetik
Pasien Infeksi ulkus kaki diabetik memerlukan penggunaan antibiotik, antibiotik yang sering digunakan mempunyai sensitifitas rendah dan beberapa pasien pada penggunaannya dalam kea...
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Penyakit demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam lebih dari satu minggu yang mengakibatkan gangguan pencernaan dan dapat menurunkan tingkat kesadara...
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS BEDAH DIGESTIF DAN KAITANNYA DENGAN INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO) DI RSUP FATMAWATI
Penggunaan antibiotik profilaksis dalam tindakan bedah dilakukan untuk mengurangi kejadian Infeksi Daerah Operasi (IDO), diperlukan evaluasi berkala untuk dapat membuat pedoman pen...
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...

