Javascript must be enabled to continue!
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS EPIFAUNA PADA PERAIRAN PULAU LAE-LAE MAKASSAR
View through CrossRef
Penelitian dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos epifauna pada perairan pulau Lae-lae Makassar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode purposive sampling sehingga diperoleh 3 stasiun yaitu stasiun I berada pada bagian barat pulau Lae-lae Makassar, stasiun II pada bagian selatan dan stasiun III pada bagian timur. Teknik pengambilan sampel makrozoobentos epifauna menggunakan metode line transect. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman makrozoobentos epifauna pada perairan pulau Lae-lae Makassar diperoleh 2 kelas makrozoobentos yaitu Bivalvia dan Crustacea dengan jumlah spesies 8 dan jumlah individu sebanyak 38.Indeks keanekaragaman (H') pada stasiun I (1,08), stasiun II (1,56) dan stasiun III (1,41). Dari ketiga stasiun tersebut nilai indeks keanekaragaman di kategorikan rendah. Keseragaman (E) makrozoobentos epifauna pada stasiun I yaitu 0,98, stasiun II 0,97 dan stasiun III 0,87. Dari ketiga stasiun tersebut nilai indeks keseragaman termasuk kategori komunitas stabil. Indeks dominansi (C) makrozoobentos epifauna makrozoobentos pada stasiun I diperoleh nilai indeks dominansi yaitu 0,34, stasiun II 0,21 dan stasiun III 0,27. Dari ketiga stasiun terebut di kategorikan dengan nilai indeks dominansi yang tergolong rendah 0,00 < C < 0,50. Kata Kunci: Makrozoobentos, Epifauna, Keanekaragaman.
STKIP Pembangunan Indonesia
Title: KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS EPIFAUNA PADA PERAIRAN PULAU LAE-LAE MAKASSAR
Description:
Penelitian dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos epifauna pada perairan pulau Lae-lae Makassar.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode purposive sampling sehingga diperoleh 3 stasiun yaitu stasiun I berada pada bagian barat pulau Lae-lae Makassar, stasiun II pada bagian selatan dan stasiun III pada bagian timur.
Teknik pengambilan sampel makrozoobentos epifauna menggunakan metode line transect.
Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman makrozoobentos epifauna pada perairan pulau Lae-lae Makassar diperoleh 2 kelas makrozoobentos yaitu Bivalvia dan Crustacea dengan jumlah spesies 8 dan jumlah individu sebanyak 38.
Indeks keanekaragaman (H') pada stasiun I (1,08), stasiun II (1,56) dan stasiun III (1,41).
Dari ketiga stasiun tersebut nilai indeks keanekaragaman di kategorikan rendah.
Keseragaman (E) makrozoobentos epifauna pada stasiun I yaitu 0,98, stasiun II 0,97 dan stasiun III 0,87.
Dari ketiga stasiun tersebut nilai indeks keseragaman termasuk kategori komunitas stabil.
Indeks dominansi (C) makrozoobentos epifauna makrozoobentos pada stasiun I diperoleh nilai indeks dominansi yaitu 0,34, stasiun II 0,21 dan stasiun III 0,27.
Dari ketiga stasiun terebut di kategorikan dengan nilai indeks dominansi yang tergolong rendah 0,00 < C < 0,50.
Kata Kunci: Makrozoobentos, Epifauna, Keanekaragaman.
Related Results
Struktur Komunitas Makrozoobentos di Situ Gintung, Situ Bungur Dan Situ Kuru, Ciputat Timur
Struktur Komunitas Makrozoobentos di Situ Gintung, Situ Bungur Dan Situ Kuru, Ciputat Timur
Makrozoobentos adalah biota yang hidup di dalam substrat maupun menempel di permukaan dasar perairan. Makrozoobentos memiliki peran penting dalam eksositem akuatik, yaitu sebagai s...
Laporan Lengkap Praktik Lapang Ekotoksikologi Akuatik (Nelson Apri Elsi)
Laporan Lengkap Praktik Lapang Ekotoksikologi Akuatik (Nelson Apri Elsi)
Toksikologi adalah ilmu dasar tentang racun, dimana ilmu tentang racun tersebut menjadi sebuah agen yang dapat mengakibatkan kerusakan atau kematian bila dicerna atau diabsorpsi. D...
Analisis Pengetahuan Masyarakat Tentang Pemanfaatan Pohon Sukun Sebagai Tanaman Obat Di Pulau Lae – Lae Kota Makassar
Analisis Pengetahuan Masyarakat Tentang Pemanfaatan Pohon Sukun Sebagai Tanaman Obat Di Pulau Lae – Lae Kota Makassar
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat di Pulau Lae-lae kota Makassar tentang pemanfaatan sukun sebagai tanaman obat dalam upaya pelestarian pohon suk...
LAPORAN EKOTOKSIKOLOGI AKUATIK - NUR FADILLAH KHAIRANI
LAPORAN EKOTOKSIKOLOGI AKUATIK - NUR FADILLAH KHAIRANI
Brown mussel atau dengan nama latin Perna perna telah banyak digunakan sebagai organisme sentinel dalam pemantauan pencemaran antropogenik di perairan pesisir. Brown mussel juga da...
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI LAE SOURAYA DI KOTA SUBULUSSALAM BERDASARKAN INDEKS KEANEKARAGAMAN PLANKTON
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI LAE SOURAYA DI KOTA SUBULUSSALAM BERDASARKAN INDEKS KEANEKARAGAMAN PLANKTON
Sungai Lae Souraya termasuk aliran sungai di daerah Kota Subulussalam yang melintasi pemukiman masyarakat dan sungai dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti aktivitas pert...
DIVERSITY OF MACROZOOBENTHOS AS BIOINDICATORS OF WATER QUALITY IN GALEH RIVER, PARAKAN DISTRICT, TEMANGGUNG REGENCY, CENTRAL JAVA PROVINCE
DIVERSITY OF MACROZOOBENTHOS AS BIOINDICATORS OF WATER QUALITY IN GALEH RIVER, PARAKAN DISTRICT, TEMANGGUNG REGENCY, CENTRAL JAVA PROVINCE
Sungai Galeh merupakan sungai yang terletak di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Sungai Galeh dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat budidaya perikanan, kegiata...
MODEL DINAMIK TINGKAT KERENTANAN PANTAI PULAU POTERAN DAN GILI LAWAK KABUPATEN SUMENEP MADURA
MODEL DINAMIK TINGKAT KERENTANAN PANTAI PULAU POTERAN DAN GILI LAWAK KABUPATEN SUMENEP MADURA
<div class="WordSection1"><p><em>Pulau Poteran dan Pulau Gili Lawak Kabupaten Sumenep merupakan pulau-pulau kecil yang berada di sebelah barat Pulau Madura dengan...
Gamma-ray bursts as probes of high-redshift Lyman-αemitters and radiative transfer models
Gamma-ray bursts as probes of high-redshift Lyman-αemitters and radiative transfer models
Aims.We present the updated census and statistics of Lyman-αemitting long gamma-ray burst host galaxies (LAE-LGRBs). We investigate the properties of a subsample of LAE-LGRBs and t...

