Javascript must be enabled to continue!
DEKONSTRUKSI PENOKOHAN KRESNA DALAM PERGELARAN WAYANG KULIT LAKON SEMAR KUNING DAN SEMAR MBANGUN KAYANGAN
View through CrossRef
Wayang kulit merupakan media tuntunan bagi masyarakat, sehingga dalam cerita wayang kulit tidak hanya membeberkan persoalan cinta-kasih atau kedurhakaan, melainkan tentang ajaran-ajaran luhur, hukum sebab-akibat, perpolitikan negara, persoalan yang dihadapi masyarakat, dan sebagainya. Pada era postmodern ini, banyak bermunculan dalang-dalang yang menggubah dan mendekonstruksi cerita wayang. Cerita wayang tidak hanya berpaku pada cerita konvensional, tetapi telah digubah sedemikian rupa atau telah digali dari sudut pandang berbeda. Lakon Semar Kuning dan Semar Mbangun Kayangan merupakan dua lakon di antara banyak lakon yang bisa dijadikan media refleksi dan perenungan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan kehidupan. Dua cerita tersebut merupakan hasil dari dekonstruksi dalang terhadap penokohan Kresna. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara menyalin rekaman untuk mempermudah proses transkrip. Berdasarkan analisis menggunakan teori dekonstruksi pada dua lakon tersebut ditemukan maksud-maksud tersembunyi yang disampaikan melalui teks yang telah ditranskripsi dari cerita yang dilisankan.
Title: DEKONSTRUKSI PENOKOHAN KRESNA DALAM PERGELARAN WAYANG KULIT LAKON SEMAR KUNING DAN SEMAR MBANGUN KAYANGAN
Description:
Wayang kulit merupakan media tuntunan bagi masyarakat, sehingga dalam cerita wayang kulit tidak hanya membeberkan persoalan cinta-kasih atau kedurhakaan, melainkan tentang ajaran-ajaran luhur, hukum sebab-akibat, perpolitikan negara, persoalan yang dihadapi masyarakat, dan sebagainya.
Pada era postmodern ini, banyak bermunculan dalang-dalang yang menggubah dan mendekonstruksi cerita wayang.
Cerita wayang tidak hanya berpaku pada cerita konvensional, tetapi telah digubah sedemikian rupa atau telah digali dari sudut pandang berbeda.
Lakon Semar Kuning dan Semar Mbangun Kayangan merupakan dua lakon di antara banyak lakon yang bisa dijadikan media refleksi dan perenungan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan kehidupan.
Dua cerita tersebut merupakan hasil dari dekonstruksi dalang terhadap penokohan Kresna.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara menyalin rekaman untuk mempermudah proses transkrip.
Berdasarkan analisis menggunakan teori dekonstruksi pada dua lakon tersebut ditemukan maksud-maksud tersembunyi yang disampaikan melalui teks yang telah ditranskripsi dari cerita yang dilisankan.
Related Results
TRANSFORMASI DEO KAYANGAN MENJADI TARI MAMBANG DEO-DEO KAYANGAN DI PEKANBARU
TRANSFORMASI DEO KAYANGAN MENJADI TARI MAMBANG DEO-DEO KAYANGAN DI PEKANBARU
<p>ABSTRAK<br />Deo Kayangan merupakan ritual pengobatan penyakit yang disebabkan oleh kekuatan gaib. Ritual ini ada di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai ...
TINJAUAN INTRINSIK DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM DAN EDAN KARYA PUTU WIJAYA (INTRINSIC REVIEW OF BILA MALAM BERTAMBAH MALAM AND EDAN DRAMA BY PUTU WIJAYA)
TINJAUAN INTRINSIK DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM DAN EDAN KARYA PUTU WIJAYA (INTRINSIC REVIEW OF BILA MALAM BERTAMBAH MALAM AND EDAN DRAMA BY PUTU WIJAYA)
Tinjauan Intrinsik Drama Bila Malam Bertambah Malam dan Edan karya Putu Wijaya.Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pembaharuan yang dilakukan Putu Wijaya dalam menulislakon dra...
KORELASI NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DENGAN LAKON SEMAR MBANGUN KAHYANGAN
KORELASI NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DENGAN LAKON SEMAR MBANGUN KAHYANGAN
Eksistensi Wayang Kulit tetap bertahan meskipun masyarakat kita telah berada dalam masa globalisasi. Hal ini terbukti dengan dipentaskannya wayang kulit dalam berbagai jenis acara....
Penyalonarangan Dalam Wayang Kulit Ramayana
Penyalonarangan Dalam Wayang Kulit Ramayana
Kesenian wayang kulit sebagai salah satu seni pertunjukan wayang kulit tradisi sempat mendapat tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat Bali. Pertunjukan wayang kulit Bali di...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK
Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...
Pertunjukan Musik Teatrikal “IBU” Produksi Teater Koma
Pertunjukan Musik Teatrikal “IBU” Produksi Teater Koma
Penelitian ini membahas musik teatrikal bergaya opera dari pertunjukan musik teatrikal Ibu produksi Teater Koma. Teater Koma telah memilih berbagai komunikasi ekpresifnya, di anta...
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
INTERELASI PERBANDINGANANTARA VISUAL BIMA RELIEF CANDI SUKUHDENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTATWEEN VISUAL BIMA AT SUKUH TEMPLE RELIEF WITH BIMA FIGURES IN WAYANG KULIT OF YOGYAKARTA STYLEENGAN FIGUR BIMA WAYANG KULIT GAYA YOGYAKARTA
Penelitian ini dilatarbelakangi dari asumsi bahwa Bima relief Candi Sukuh dan Bima wayang kulit gaya Yogyakarta memiliki kemiripan perwujudan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ia...
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil kreasi dan inovasi seni pertunjukan wayang sebagai upaya penguatan pre-artistic research university di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakart...

