Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nanocoating Polifenol Sebagai Bahan Pengawet Alami pada Buah-Buahan

View through CrossRef
Pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai sarana penunjang kesehatan sebenarnya telah diterapkan oleh manusia sejak lama, terutama tanaman teh hijau (Camellia sinensis). Kandungan polifenol yang tinggi dalam teh hijau dimanfaatkan untuk membunuh bakteri-bakteri perusak dan juga bakteri yang menyebabkan penyakit di rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara optimasi ekstraksi polifenol dari teh hijau agar dihasilkan ekstrak polifenol yang besar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk formulasi edible coating dengan karagenan dan kitosan serta untuk mengetahui kemampuan pengawetan dari formulasi edible coating polifenol dengan karagenan dan kitosan agar dapat dimanfaatkan untuk pengawetan buah-buahan. Tahapan penelitian ini meliputi: ekstraksi, karakterisasi, analisis kandungan polifenol, uji daya hambat mikroba dan formulasi edible coating. Hasil analisis kandungan total polifenolnya didapatkan hasil rata-rata dua pengujian sebesar 22,05% dan pada uji daya hambat mikroba, konsentrasi ekstrak polifenol yang optimum sebagai antimikroba adalah 0,5%. Hasil formulasi edible coating dengan karagenan dan kitosan yang paling efektif untuk tomat adalah polifenol 0,1%; 0,25%; 0,5%, kitosan-polifenol 0,5%, serta karagenan-polifenol 0,25% dan karagenan-polifenol 0,5%. Sedangkan formulasi coating yang paling efektif untuk buah anggur adalah polifenol 0,5%.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Manado
Title: Nanocoating Polifenol Sebagai Bahan Pengawet Alami pada Buah-Buahan
Description:
Pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai sarana penunjang kesehatan sebenarnya telah diterapkan oleh manusia sejak lama, terutama tanaman teh hijau (Camellia sinensis).
Kandungan polifenol yang tinggi dalam teh hijau dimanfaatkan untuk membunuh bakteri-bakteri perusak dan juga bakteri yang menyebabkan penyakit di rongga mulut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara optimasi ekstraksi polifenol dari teh hijau agar dihasilkan ekstrak polifenol yang besar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk formulasi edible coating dengan karagenan dan kitosan serta untuk mengetahui kemampuan pengawetan dari formulasi edible coating polifenol dengan karagenan dan kitosan agar dapat dimanfaatkan untuk pengawetan buah-buahan.
Tahapan penelitian ini meliputi: ekstraksi, karakterisasi, analisis kandungan polifenol, uji daya hambat mikroba dan formulasi edible coating.
Hasil analisis kandungan total polifenolnya didapatkan hasil rata-rata dua pengujian sebesar 22,05% dan pada uji daya hambat mikroba, konsentrasi ekstrak polifenol yang optimum sebagai antimikroba adalah 0,5%.
Hasil formulasi edible coating dengan karagenan dan kitosan yang paling efektif untuk tomat adalah polifenol 0,1%; 0,25%; 0,5%, kitosan-polifenol 0,5%, serta karagenan-polifenol 0,25% dan karagenan-polifenol 0,5%.
Sedangkan formulasi coating yang paling efektif untuk buah anggur adalah polifenol 0,5%.

Related Results

ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA MIE INSTANT YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA MAKASSAR MAKASSAR
ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA MIE INSTANT YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA MAKASSAR MAKASSAR
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyak jenis pengawet yang digunakan untuk mengawetkan bahan pangan salah satu bahan pengawet yang sering dipakai pada mie adalah natrium benz...
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Tanaman jambu kristal merupakan tanaman yang saat ini sedang menjadi primadona para petani di Kabupaten Kebumen sehingga banyak sekali petani yang menanamnya dalam skala luas seper...
Pemanfaatan Logam Tembaga dan Seng Sebagai Sel Volta Dalam Media Limbah Buah-Buahan.
Pemanfaatan Logam Tembaga dan Seng Sebagai Sel Volta Dalam Media Limbah Buah-Buahan.
Buah-buahan yang sering dibuang akan menghasilkan limbah, akan tetapi lebih dari itu limbah khususnya buah-buahan memiliki nilai ekonomis bagi yang memanfaatkannya, salah satunya a...
Pembuatan Es Kul-Kul: Inovasi Enterpreneur Dalam Mengolah Buah-Buahan Beragam Menjadi Produk Menarik
Pembuatan Es Kul-Kul: Inovasi Enterpreneur Dalam Mengolah Buah-Buahan Beragam Menjadi Produk Menarik
Tujuan - Inovasi enterpreneur telah menjadi kunci keberhasilan dalam berbagai bidang, termasuk dalam industri kreatif dan bisnis. Salah satu peluang bisnis yang menjanjikan adalah ...
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Pada Populasi F3 Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Pada Populasi F3 Tanaman Melon (Cucumis melo L.)
Produksi melon mengalami penurunan pada tahun 2016 yaitu 117.341 ton menjadi 92.435 ton pada tahun 2017. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi ialah penggunaan bahan tanam yang ...
EDUKASI PENGGUNAAN NATRIUM BENZOAT SEBAGAI BAHAN PENGAWET MAKANAN PADA KELOMPOK PKK
EDUKASI PENGGUNAAN NATRIUM BENZOAT SEBAGAI BAHAN PENGAWET MAKANAN PADA KELOMPOK PKK
Jladri merupakan salah satu desa di Kabupaten Kebumen yang memiliki potensi sebagai pusat penghasil gula jawa (merah) dan ikan asin. Kedua produk ini dibuat secara tradisional deng...
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN DAN NATRIUM BENZOAT TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN DAN NATRIUM BENZOAT TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN
Abstrak Bahan pengawet seperti kitosan dan natrium benzoat dapat digunakan sebagai pengawet yang aman dikonsumsi bagi berbagai produk perikanan seperti bakso. Kitosan adalah ...
Pengelompokan Tanaman Buah Berdasrkan Kadar Vitamin Dengan Menerapkan Algoritma K-Medoids
Pengelompokan Tanaman Buah Berdasrkan Kadar Vitamin Dengan Menerapkan Algoritma K-Medoids
Desa Lau Gumba merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Brastagi Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara yang cukup di kenal karena memiliki objek wisata yang cukup menarik untuk d...

Back to Top