Javascript must be enabled to continue!
Personal branding dalam menciptakan identitas digital (studi kasus Irfan hamid pada akun TikTok @Darahdenbiru)
View through CrossRef
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Irfan Hamid, seorang selebgram TikTok pemilik akun @darahdenbiru, merancang personal branding dan membentuk identitas digital melalui konten serta aktivitasnya di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara langsung dengan subjek penelitian. Landasan teori yang digunakan mengacu pada delapan prinsip personal branding menurut Peter Montoya, yaitu spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, diferensiasi, visibilitas, konsistensi, integritas, dan reputasi baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Irfan Hamid mampu membangun citra diri yang autentik, konsisten, dan menarik di mata audiens media sosial. Strategi personal branding yang diterapkan tidak hanya mencerminkan kepribadiannya, tetapi juga mampu meningkatkan engagement serta memperkuat posisi identitas digitalnya sebagai figur publik. Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana personal branding dapat dirancang secara strategis di era digital untuk membangun daya tarik personal yang kuat dan berkelanjutan.
Kata Kunci: personal branding, identitas digital, TikTok, influencer
Abstract
This study aims to explore how Irfan Hamid, a TikTok influencer and owner of the @darahdenbiru account, designs his personal branding and constructs his digital identity through content and social media activities. The study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through documentation, observation, and direct interviews with the subject. The theoretical foundation is based on Peter Montoya's eight principles of personal branding, which include specialization, leadership, personality, differentiation, visibility, consistency, integrity, and good reputation. The findings reveal that Irfan Hamid consistently presents an authentic, unique, and compelling personal image to his social media audience. His personal branding strategy not only reflects his personality but also enhances audience engagement and strengthens his digital identity as a public figure. These findings offer new insights into how personal branding can be strategically designed in the digital era to build strong and sustainable personal appeal.
Keywords: Personal branding, digital identity, TikTok, influencer
Universitas Wahid Hasyim Semerang
Title: Personal branding dalam menciptakan identitas digital (studi kasus Irfan hamid pada akun TikTok @Darahdenbiru)
Description:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Irfan Hamid, seorang selebgram TikTok pemilik akun @darahdenbiru, merancang personal branding dan membentuk identitas digital melalui konten serta aktivitasnya di media sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara langsung dengan subjek penelitian.
Landasan teori yang digunakan mengacu pada delapan prinsip personal branding menurut Peter Montoya, yaitu spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, diferensiasi, visibilitas, konsistensi, integritas, dan reputasi baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Irfan Hamid mampu membangun citra diri yang autentik, konsisten, dan menarik di mata audiens media sosial.
Strategi personal branding yang diterapkan tidak hanya mencerminkan kepribadiannya, tetapi juga mampu meningkatkan engagement serta memperkuat posisi identitas digitalnya sebagai figur publik.
Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana personal branding dapat dirancang secara strategis di era digital untuk membangun daya tarik personal yang kuat dan berkelanjutan.
Kata Kunci: personal branding, identitas digital, TikTok, influencer
Abstract
This study aims to explore how Irfan Hamid, a TikTok influencer and owner of the @darahdenbiru account, designs his personal branding and constructs his digital identity through content and social media activities.
The study uses a descriptive qualitative approach with a case study method.
Data collection techniques were carried out through documentation, observation, and direct interviews with the subject.
The theoretical foundation is based on Peter Montoya's eight principles of personal branding, which include specialization, leadership, personality, differentiation, visibility, consistency, integrity, and good reputation.
The findings reveal that Irfan Hamid consistently presents an authentic, unique, and compelling personal image to his social media audience.
His personal branding strategy not only reflects his personality but also enhances audience engagement and strengthens his digital identity as a public figure.
These findings offer new insights into how personal branding can be strategically designed in the digital era to build strong and sustainable personal appeal.
Keywords: Personal branding, digital identity, TikTok, influencer.
Related Results
Personal Branding Content Creator di Media Sosial Tiktok
Personal Branding Content Creator di Media Sosial Tiktok
Abstract. Branding is often known as the activities carried out by companies in introducing their products. As the Times develop, branding is no longer only done by companies but c...
Strategi Pengelolaan Komunikasi dalam Membentuk Personal Branding di Media Sosial Tiktok
Strategi Pengelolaan Komunikasi dalam Membentuk Personal Branding di Media Sosial Tiktok
One of the features that characterize TikTok social media is its main page called For You Page or FYP. Users who are frequently featured on FYP can become popular and have many fol...
Social Media Use in Neurology: An Analysis of Alzheimer's Information on TikTok with Emphasis on Role of Healthcare Professionals
Social Media Use in Neurology: An Analysis of Alzheimer's Information on TikTok with Emphasis on Role of Healthcare Professionals
Abstract
Introduction
Alzheimer's disease (AD) is the most common neurodegenerative cause of dementia. Social media has become a major source of information for patients and famili...
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Abstract. TikTok is one of the most popular social media in Indonesia. Not a few people use TikTok as a medium of propaganda, one of which is an account called @amaljariah.ku. But ...
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Abstract- TikTok is one of the most popular social media in Indonesia. Not a few people use TikTok as a medium of propaganda, one of which is an account called @amaljariah.ku. But ...
Penggunaan Media Sosial Tiktok sebagai Sarana Personal Branding Skill dan Videographer
Penggunaan Media Sosial Tiktok sebagai Sarana Personal Branding Skill dan Videographer
Abstract. The development of communication and information technology has brought people into a new era where they can communicate over long distances. Various kinds of digital pla...
Membangun Personal Branding 'Positif Energy' Melalui Media Sosial Shasa Zhania
Membangun Personal Branding 'Positif Energy' Melalui Media Sosial Shasa Zhania
TikTok's popularity rising. Number of women 16-24 years old considering it their "favorite" has jumped more than a third. The power of personal branding creates new opportunities i...
Brand Affiliate sebagai Alternatif Membangun Brand Awareness
Brand Affiliate sebagai Alternatif Membangun Brand Awareness
Technological developments, especially in social media platforms such as TikTok, have changed the marketing paradigm by focusing on dynamic consumer interactions. This research exp...

