Javascript must be enabled to continue!
Etika Menuntut Ilmu Menurut Kitab Ta’lim Muta’alim
View through CrossRef
This paper discusses the ethics of studying according to the book Ta'lim al-Muta'alim by Sheikh al- Zarnuzi. This paper focuses on the description of the conceptions and steps that must be taken by students in demanding knowledge. The data sources in this article are obtained from the book Ta'lim al-Muta'alim by Sheikh al-Zarnuzi and several secondary sources in the form of supporting and comparative references that are in accordance with the theme of the article. This paper is a library research using a qualitative approach, which seeks to describe a variable, symptom or situation "as is", and is not intended to test certain hypotheses. The results of this paper show that the ethics of studying in the book of Ta'lim al-Muta'alim are 1) Have a real intention in learning; 2) Smart in choosing teachers, knowledge, friends, and have fortitude in learning; 3) Respect knowledge and scholars; 4) have sincerity, continuity and have a strong interest; 5) Orderly; 6) Tawakal; 7) Smart utilization of learning time; 8) Compassion for fellow knowledge seekers; 9) can take lessons from everything learned: 10) Wara' by keeping away from the shubhat and haram during the study period. From the conception of the ethics of studying, it will give birth to an educational model that prioritizes morals not only oriented to knowledge and skills.
Tulisan ini membahas etika menuntut ilmu menurut kitab Ta’lim al-Muta’alim karya dari Syekh al- Zarnuzi. Tulisan ini memfokuskan kajiannya pada deskripsi-konsepsi serta langkah-langkah yang harus dilakukan peserta didik dalam menuntut ilmu. Sumber data dalam artikel ini diperoleh dari kitab Ta’lim al-Muta’alim karya dari Syekh al-Zarnuzi dan beberapa sumber sekunder berupa referensi- referensi pendukung dan pembanding yang sesuai dengan tema artikel. Tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu berusaha untuk menggambarkan tentang suatu variable, gejala atau keadaan “apa adanya”, dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. Hasil dari tulisan ini memperlihatkan bahwa etika menuntut ilmu peserta didik dalam kitab Ta’lim al-Muta’alim adalah 1) Memiliki niat yang sungguh dalam belajar; 2) Cerdas dalam memilih Guru, ilmu, teman, dan memiliki Ketabahan dalam Belajar; 3) Menghormati ilmu dan ulama; 4) memiliki kesungguhan, kontinuitas dan memiliki minat yang kuat; 5) Tertib; 6) Tawakal; 7) Pintar memanfaatkan waktu belajar; 8) Kasih sayang kepada sesama para penuntut ilmu; 9) dapat mengambil hikmah dari setiap yang dipelajari: 10) Wara’ dengan menjaga diri dari yang syubhat dan haram pada masa belajar. Dari konsepsi etika menuntut ilmu ini, akan melahirkan sebuah model pendidikan yang lebih mengedepankan moral tidak hanya terorientasi pada pengetahuan dan keterampilan.
Title: Etika Menuntut Ilmu Menurut Kitab Ta’lim Muta’alim
Description:
This paper discusses the ethics of studying according to the book Ta'lim al-Muta'alim by Sheikh al- Zarnuzi.
This paper focuses on the description of the conceptions and steps that must be taken by students in demanding knowledge.
The data sources in this article are obtained from the book Ta'lim al-Muta'alim by Sheikh al-Zarnuzi and several secondary sources in the form of supporting and comparative references that are in accordance with the theme of the article.
This paper is a library research using a qualitative approach, which seeks to describe a variable, symptom or situation "as is", and is not intended to test certain hypotheses.
The results of this paper show that the ethics of studying in the book of Ta'lim al-Muta'alim are 1) Have a real intention in learning; 2) Smart in choosing teachers, knowledge, friends, and have fortitude in learning; 3) Respect knowledge and scholars; 4) have sincerity, continuity and have a strong interest; 5) Orderly; 6) Tawakal; 7) Smart utilization of learning time; 8) Compassion for fellow knowledge seekers; 9) can take lessons from everything learned: 10) Wara' by keeping away from the shubhat and haram during the study period.
From the conception of the ethics of studying, it will give birth to an educational model that prioritizes morals not only oriented to knowledge and skills.
Tulisan ini membahas etika menuntut ilmu menurut kitab Ta’lim al-Muta’alim karya dari Syekh al- Zarnuzi.
Tulisan ini memfokuskan kajiannya pada deskripsi-konsepsi serta langkah-langkah yang harus dilakukan peserta didik dalam menuntut ilmu.
Sumber data dalam artikel ini diperoleh dari kitab Ta’lim al-Muta’alim karya dari Syekh al-Zarnuzi dan beberapa sumber sekunder berupa referensi- referensi pendukung dan pembanding yang sesuai dengan tema artikel.
Tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu berusaha untuk menggambarkan tentang suatu variable, gejala atau keadaan “apa adanya”, dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu.
Hasil dari tulisan ini memperlihatkan bahwa etika menuntut ilmu peserta didik dalam kitab Ta’lim al-Muta’alim adalah 1) Memiliki niat yang sungguh dalam belajar; 2) Cerdas dalam memilih Guru, ilmu, teman, dan memiliki Ketabahan dalam Belajar; 3) Menghormati ilmu dan ulama; 4) memiliki kesungguhan, kontinuitas dan memiliki minat yang kuat; 5) Tertib; 6) Tawakal; 7) Pintar memanfaatkan waktu belajar; 8) Kasih sayang kepada sesama para penuntut ilmu; 9) dapat mengambil hikmah dari setiap yang dipelajari: 10) Wara’ dengan menjaga diri dari yang syubhat dan haram pada masa belajar.
Dari konsepsi etika menuntut ilmu ini, akan melahirkan sebuah model pendidikan yang lebih mengedepankan moral tidak hanya terorientasi pada pengetahuan dan keterampilan.
.
Related Results
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
<p class="06IsiAbstrak">Kitab <em>Ta’lim al-Muta’alim</em> yang dikarang oleh shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisikan adab atau etika belajar dan ...
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konsep kompetensi kepribadian guru menurut kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim karya Syaikh Hasyim Asy'ari. (2) Peran guru menurut kit...
Ta’lim Muta’alim Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu
Ta’lim Muta’alim Mengagungkan Ilmu Dan Ahli Ilmu
Kitab Ta’lim Muta’alim merupakan karya sastra yang ditulis oleh imam Az-Z abad pertengahan yang hingga kini masih eksis menjadi pedoman bagi kehidupan seorang muslim. Kitab ini mem...
Etika Terapan dalam Menuntut Ilmu Perspektif Syeikh Az-Zarnuji
Etika Terapan dalam Menuntut Ilmu Perspektif Syeikh Az-Zarnuji
<p><em>Etika dalam menuntut ilmu bagi seorang muslim harus harus bersumber dari kajian etika Islam. Oleh karena itu, penuntut ilmu harus memahami bagaimana etika Islam ...
Specificity of single LIM motifs in targeting and LIM/LIM interactions in situ.
Specificity of single LIM motifs in targeting and LIM/LIM interactions in situ.
The LIM motif defines a double zinc finger structure found in proteins involved in cell fate determination and growth control. LIM proteins, which include LIM homeo domain, LIM kin...
CLASSIC BOOK, IS IT STILL RELEVANT? AN IN-DEPTH STUDY OF ADABUL ALIM WAL MUTA'ALLIM CONTENT TO TEACHER AND STUDENT INTERACTIONS IN CONTEMPORARY ERA
CLASSIC BOOK, IS IT STILL RELEVANT? AN IN-DEPTH STUDY OF ADABUL ALIM WAL MUTA'ALLIM CONTENT TO TEACHER AND STUDENT INTERACTIONS IN CONTEMPORARY ERA
This research is driven by the interaction between teachers and students in the contemporary era, which is associated with the content of the book Adabul Alim wal Muta'allim. For i...
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
Implemantasi Kitab Ta’lim Muta’allim Dalam Membentuk Etika Berbakti Kepada Orang Tua Di Pondok Pesantren Bustanul Muta’allimin Dan Mambaul Quran Pringapus Kabupaten Semarang
Implemantasi Kitab Ta’lim Muta’allim Dalam Membentuk Etika Berbakti Kepada Orang Tua Di Pondok Pesantren Bustanul Muta’allimin Dan Mambaul Quran Pringapus Kabupaten Semarang
Devotion to both parents is obligatory for every child. The obligation of the child to be filial to both parents can be applied and learned through the Koran. Koran is prioritized ...

