Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Refluks Laringofaring

View through CrossRef
Laryngopharyngeal reflux (LPR) is a disease in which retrograde flow occurs from the contents of the stomach to the larynx and pharynx and then this material is in contact with the upper esophagus. This disease is different from gastroesophageal reflux disease (GERD). A man, 58 years old laborer, came with complaints of hoarseness since 3 months ago. Complaints are accompanied by swallowing pain and throat pain that has worsened since 1 month. The patient also complained that the sound had disappeared within 1 month. The patient has a history of smoking and claims that he has had a long-standing heartburn. Physical examination found blood pressure of 150/90 mmHg, pulse 102 x/minute, breathing 20 x/minute, temperature 37.9ºC. Investigations were done using the Fiber Optic Laryngoscope (LFO) and revealed a rigid epiglottis and bilateral hyperemic arytenoids and minimal edema. RSI score calculation results have been 18 and RFS score results have been 9. This pateint’s diagnosis is Laryngopharyngeal reflux (LPR). Pharmacological management for this patient is Omeprazole 40 mg 2x1 tablet, Sucralfate syrup 3x1 teaspoon, and N-acetylcysteine 3x1 tablet. Non-pharmacological management is by telling the patient to give 2 hours time between eating and lying down. The patient is also told to reduce the consumption of fatty foods, coffee, soda, alcohol, and low-acid diets, and position the head slightly higher when lying down. Keywords: Fiber Optic Laryngoscope, laryngopharyngeal reflux, Reflux Finding Score, Reflux Symptom Index     Refluks laringofaring adalah penyakit dimana terjadi aliran retrograde dari isi lambung ke laring dan faring kemudian cairan ini bersentuhan dengan saluran esofagus bagian atas. Penyakit ini berbeda dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Seorang laki-laki, usia 58 tahun seorang buruh datang dengan keluhan suara serak sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri menelan dan nyeri tenggorokan yang memberat sejak 1 bulan ini. Pasien juga mengeluhkan suara sempat hilang timbul dalam 1 bulan ini. Pasien memiliki riwayat merokok dan mengaku bahwa menderita sakit maag sejak lama. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 102 x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu 37,9ºC. Pada pemeriksaan penunjang Fiber Optic Laryngoscope (LFO), didapatkan epiglotis yang kaku serta aritenoid hiperemis bilateral dan edema minimal. Pada perhitungan skor RSI didapatkan hasil 18 dan skor RFS didapatkan hasil 9. Diagnosis pada pasien ini adalah refluks laringofaring. Penatalaksanaan pada pasien berupa medikamentosa yaitu Omeprazole tablet 40 mg 2x1 tablet, Sukralfat syrup 3x1 sendok teh, dan N-asetilsistein 3x1 tablet. Non-medikamentosa dengan memberitahukan kepada pasien untuk jarak makan dan berbaring kurang lebih 2 jam, mengurangi konsumsi makanan berlemak, kopi, soda, alkohol, dan diet rendah asam, serta memberitahukan kepada pasien untuk memposisikan kepala sedikit lebih tinggi saat berbaring Kata kunci: Fiber Optic Laryngoscope, refluks laringofaring, Reflux Finding Score, Reflux Symptom Index
Title: Refluks Laringofaring
Description:
Laryngopharyngeal reflux (LPR) is a disease in which retrograde flow occurs from the contents of the stomach to the larynx and pharynx and then this material is in contact with the upper esophagus.
This disease is different from gastroesophageal reflux disease (GERD).
A man, 58 years old laborer, came with complaints of hoarseness since 3 months ago.
Complaints are accompanied by swallowing pain and throat pain that has worsened since 1 month.
The patient also complained that the sound had disappeared within 1 month.
The patient has a history of smoking and claims that he has had a long-standing heartburn.
Physical examination found blood pressure of 150/90 mmHg, pulse 102 x/minute, breathing 20 x/minute, temperature 37.
9ºC.
Investigations were done using the Fiber Optic Laryngoscope (LFO) and revealed a rigid epiglottis and bilateral hyperemic arytenoids and minimal edema.
RSI score calculation results have been 18 and RFS score results have been 9.
This pateint’s diagnosis is Laryngopharyngeal reflux (LPR).
Pharmacological management for this patient is Omeprazole 40 mg 2x1 tablet, Sucralfate syrup 3x1 teaspoon, and N-acetylcysteine 3x1 tablet.
Non-pharmacological management is by telling the patient to give 2 hours time between eating and lying down.
The patient is also told to reduce the consumption of fatty foods, coffee, soda, alcohol, and low-acid diets, and position the head slightly higher when lying down.
Keywords: Fiber Optic Laryngoscope, laryngopharyngeal reflux, Reflux Finding Score, Reflux Symptom Index     Refluks laringofaring adalah penyakit dimana terjadi aliran retrograde dari isi lambung ke laring dan faring kemudian cairan ini bersentuhan dengan saluran esofagus bagian atas.
Penyakit ini berbeda dengan gastroesophageal reflux disease (GERD).
Seorang laki-laki, usia 58 tahun seorang buruh datang dengan keluhan suara serak sejak 3 bulan yang lalu.
Keluhan disertai dengan nyeri menelan dan nyeri tenggorokan yang memberat sejak 1 bulan ini.
Pasien juga mengeluhkan suara sempat hilang timbul dalam 1 bulan ini.
Pasien memiliki riwayat merokok dan mengaku bahwa menderita sakit maag sejak lama.
Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 102 x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu 37,9ºC.
Pada pemeriksaan penunjang Fiber Optic Laryngoscope (LFO), didapatkan epiglotis yang kaku serta aritenoid hiperemis bilateral dan edema minimal.
Pada perhitungan skor RSI didapatkan hasil 18 dan skor RFS didapatkan hasil 9.
Diagnosis pada pasien ini adalah refluks laringofaring.
Penatalaksanaan pada pasien berupa medikamentosa yaitu Omeprazole tablet 40 mg 2x1 tablet, Sukralfat syrup 3x1 sendok teh, dan N-asetilsistein 3x1 tablet.
Non-medikamentosa dengan memberitahukan kepada pasien untuk jarak makan dan berbaring kurang lebih 2 jam, mengurangi konsumsi makanan berlemak, kopi, soda, alkohol, dan diet rendah asam, serta memberitahukan kepada pasien untuk memposisikan kepala sedikit lebih tinggi saat berbaring Kata kunci: Fiber Optic Laryngoscope, refluks laringofaring, Reflux Finding Score, Reflux Symptom Index.

Related Results

Pendekatan Diagnostik Refluks Laring Faring
Pendekatan Diagnostik Refluks Laring Faring
Abstract: Lifestyle and behavior changes can have bad impacts on our health. One of the diseases that can be caused by lifestyle changes is pharyngeal larynx reflux. Pharyngeal lar...
Deteksi pepsin pada saliva pasien refluks laringofaring
Deteksi pepsin pada saliva pasien refluks laringofaring
Latar belakang: Refluks laringofaring (RLF) didefinisikan sebagai aliran balik cairan lambungke daerah laring dan faring, sehingga berkontak dengan saluran pencernaan dan pernapasa...
Perbandingan Metode Ekstraksi Zat Warna Dari Rumput Laut Sargassum sp
Perbandingan Metode Ekstraksi Zat Warna Dari Rumput Laut Sargassum sp
Rumput laut Sargassum sp merupakan salah satu spesies rumput laut yang mengandung senyawa fukosatin, klorofil, dan karotenoid yang berperan sebagai zat warna. Pelarut yang digunaka...
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) yang Diekstraksi dengan Metode Refluks
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) yang Diekstraksi dengan Metode Refluks
Salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas suatu senyawa antioksidan adalah pemanasan. Oleh karenanya, untuk mengetahui efek pemanasan dalam proses ektraksi terhadap aktivitas a...
EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana Colla), PISANG AMBON (Musa acuminata Colla), DAN PISANG EMAS (Musa x paradisiaca L)
EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana Colla), PISANG AMBON (Musa acuminata Colla), DAN PISANG EMAS (Musa x paradisiaca L)
Telah dilakukan penelitian tentang “Ekstraksi Pektin dari Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana Colla), Pisang Ambon (Musa acuminata Colla) Dan Pisang Emas (Musa x paradisiaca L)” ya...
KORELASI FAKTOR USIA DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT PEMBESARAN PROSTAT JINAK
KORELASI FAKTOR USIA DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT PEMBESARAN PROSTAT JINAK
Penelitian komplikasi pasca operasi di RSUD berfokus pada pasien anak dengan tujuan utama memahami karakteristik demografi dan kejadian komplikasi pasca operasi tertentu. Dari segi...
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PEKTIN DARI BUAH KERSEN (Muntinga calabura L)
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PEKTIN DARI BUAH KERSEN (Muntinga calabura L)
Kandungan serat yang terdapat pada buah kersen diduga mengandung pektin. Buah kersen dikeringkan dan  diisolasi untuk didapatkan hasil rendemennya. Proses isolasi dilakukan dengan ...
LAPORAN KASUS: BILATERAL VARICOCELE
LAPORAN KASUS: BILATERAL VARICOCELE
Varikokel didefinisikan sebagai pelebaran pleksus vena pampiniformis yang mengeringkan testis, dengan refluks darah vena. Meskipun dapat terjadi tanpa gejala dan terdeteksi, variko...

Back to Top