Javascript must be enabled to continue!
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN GULA-GULA JELLY KELOR (GUJEKELOR) PENCEGAH GIZI BURUK (STUNTING)
View through CrossRef
Penurunan gizi buruk (stunting) merupakan program pemerintah yang bisa dilakukan dengan cara pencegahannya pada balita dan ibu hamil. Stunting dapat menyebabkan pertumbuhan tinggi badan terganggu. Hal ini dapat terjadi pada saat anak dalam kandungan dan di bawah lima tahun. Daun kelor dapat digunakan untuk pencegahan stunting karena kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk pertumbuhan anak. Daun kelor banyak terdapat di Desa Pucak tetapi hanya dikonsumsi sebagai sayur. Inovasi daun kelor dengan cara dibuat menjadi gula-gula yang mudah dikonsumsi dengan rasa yang enak dan warna yang menarik bagi anak-anak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pucak untuk mengolah kelor menjadi gula-gula jelly kelor (Gujekelor) yang kaya nutrisi dan serat serta cara pengemasannya secara menarik dan higienis. Pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan mengenai kandungan gizi, manfaat daun kelor, dan pelatihan pembuatan gujekelor yang diikuti oleh ibu-ibu masyarakat Desa Pucak Maros, serta pengisian kuesioner. Hasil kuesioner diperoleh data peningkatan 50% pengetahuan mengenai kandungan nutrisi dan manfaat daun kelor, 100% peningkatan keterampilan dalam pembuatan dan pengemasan gujekelor, Masyarakat diharapkan dapat memproduksi gujekelor dalam skala industri rumah tangga sehingga dapat mencegah adanya kejadian stunting di Desa Pucak.
Kata kunci : daun kelor, stunting, gula-gula, jelly
Title: PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN GULA-GULA JELLY KELOR (GUJEKELOR) PENCEGAH GIZI BURUK (STUNTING)
Description:
Penurunan gizi buruk (stunting) merupakan program pemerintah yang bisa dilakukan dengan cara pencegahannya pada balita dan ibu hamil.
Stunting dapat menyebabkan pertumbuhan tinggi badan terganggu.
Hal ini dapat terjadi pada saat anak dalam kandungan dan di bawah lima tahun.
Daun kelor dapat digunakan untuk pencegahan stunting karena kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk pertumbuhan anak.
Daun kelor banyak terdapat di Desa Pucak tetapi hanya dikonsumsi sebagai sayur.
Inovasi daun kelor dengan cara dibuat menjadi gula-gula yang mudah dikonsumsi dengan rasa yang enak dan warna yang menarik bagi anak-anak.
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pucak untuk mengolah kelor menjadi gula-gula jelly kelor (Gujekelor) yang kaya nutrisi dan serat serta cara pengemasannya secara menarik dan higienis.
Pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan mengenai kandungan gizi, manfaat daun kelor, dan pelatihan pembuatan gujekelor yang diikuti oleh ibu-ibu masyarakat Desa Pucak Maros, serta pengisian kuesioner.
Hasil kuesioner diperoleh data peningkatan 50% pengetahuan mengenai kandungan nutrisi dan manfaat daun kelor, 100% peningkatan keterampilan dalam pembuatan dan pengemasan gujekelor, Masyarakat diharapkan dapat memproduksi gujekelor dalam skala industri rumah tangga sehingga dapat mencegah adanya kejadian stunting di Desa Pucak.
Kata kunci : daun kelor, stunting, gula-gula, jelly.
Related Results
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
EDUKASI STUNTING DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR PADA IBU BADUTA DAN IBU HAMIL
EDUKASI STUNTING DAN PEMBUATAN PUDING DAUN KELOR PADA IBU BADUTA DAN IBU HAMIL
Latar belakang: Stunting diakibatkan karena kurangnya asupan zat gizi maupun penyakit infeksi yang berlangsung kronis. Salah satu upaya dalam pencegahan Stunting adalah dengan pema...
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
Pemberdayaan Remaja SMA dalam Pemantauan Status Gizi melalui Edukasi dan Demonstrasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting
Pemberdayaan Remaja SMA dalam Pemantauan Status Gizi melalui Edukasi dan Demonstrasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Dini Stunting
ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi yang timbul akibat asupan gizi yang tidak mencukupi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan gizi ini dapat mengakibatk...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Subtitusi Tepung Daun Kelor dalam Pembuatan Cup Cake
Subtitusi Tepung Daun Kelor dalam Pembuatan Cup Cake
Subtitution of kelor leaves flour in making Cup Cake hopefully become new innovation in Cup Cake product and can improve economical amount of kelor plant. Purpose of this research ...
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri
Background: Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height below standard (faltering growth...

