Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAKNA PEKATOQ DALAM TRADISI UMAN JENAI SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU (KAJIAN FOLKLOR)

View through CrossRef
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana makna pekatoq dalam tradisi uman jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau? (2) Bagaimana fungsi pekatoq dalam Tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau?. Tujuan penelitian adalah (1) mendeksripsikan makna pekatoq dalam tradisi uman jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau, (2) mendeksripsikan fungsi pekatoq dalam Tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah kalimat hasil transkripsi dari wawancara dan rekaman terhadap narasumber dalam upacara uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu informan yang mengetahui atau mengerti betul tentang pekatoq dalam tradisi Uman Jenai. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni transkripsi, transliterasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis makna dan fungsi pekatoq dalam tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau adalah sebelum adanya tradisi Uman Jenai orang Dayak tidak tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, sehingga orang-orang dulu sering berkelahi mengambil hak orang lain bahkan sering membunuh satu sama lain. Hal itu terjadi karena tidak adanya aturan ataupun kepercayaan yang mengikat mereka. Sehingga diadakanlah tradisi Uman Jenai dimana semua aturan-aturan hidup bermasyarakat di buat oleh para leluhur pada saat itu dan aturan tersebut masih berlaku hingga sekarang bagi masyarakat suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Adapun fungsi dari Pekatoq terdiri atas empat, di antaranya: Sebagai sistem proyeksi, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, fungsi pendidikan, dan pengawas norma di dalam masyarakat.
Title: MAKNA PEKATOQ DALAM TRADISI UMAN JENAI SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DESA NAWANG BARU KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU (KAJIAN FOLKLOR)
Description:
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana makna pekatoq dalam tradisi uman jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau? (2) Bagaimana fungsi pekatoq dalam Tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau?.
Tujuan penelitian adalah (1) mendeksripsikan makna pekatoq dalam tradisi uman jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau, (2) mendeksripsikan fungsi pekatoq dalam Tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif.
Data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah kalimat hasil transkripsi dari wawancara dan rekaman terhadap narasumber dalam upacara uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau.
Sedangkan sumber data dalam penelitian ini yaitu informan yang mengetahui atau mengerti betul tentang pekatoq dalam tradisi Uman Jenai.
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teknik analisis data dalam penelitian ini yakni transkripsi, transliterasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil analisis makna dan fungsi pekatoq dalam tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau adalah sebelum adanya tradisi Uman Jenai orang Dayak tidak tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, sehingga orang-orang dulu sering berkelahi mengambil hak orang lain bahkan sering membunuh satu sama lain.
Hal itu terjadi karena tidak adanya aturan ataupun kepercayaan yang mengikat mereka.
Sehingga diadakanlah tradisi Uman Jenai dimana semua aturan-aturan hidup bermasyarakat di buat oleh para leluhur pada saat itu dan aturan tersebut masih berlaku hingga sekarang bagi masyarakat suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau.
Adapun fungsi dari Pekatoq terdiri atas empat, di antaranya: Sebagai sistem proyeksi, sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, fungsi pendidikan, dan pengawas norma di dalam masyarakat.

Related Results

North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
<span style="font-size: 11pt; color: black; font-family: 'Times New Roman','serif'">&Pi;&Eta;&Lambda;&Iota;&Nu;&Alpha; &Iota;&Gamma;&Delta...
Un manoscritto equivocato del copista santo Theophilos († 1548)
Un manoscritto equivocato del copista santo Theophilos († 1548)
<p><font size="3"><span class="A1"><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'">&Epsilon;&Nu;&Alpha; &Lambda;&Alpha;&Nu;&...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
MAKNA TENUN IKAT DAYAK SINTANG DITINJAU DARI TEORI SEMIOTIKA SOSIAL THEO VAN LEEUWEN
<p>ABSTRACT<br />Sintang’s Dayak ikat weaving, which is one of the cultural artifacts of Sintang District, West Kalimantan, is used by indigenous peoples (Dayak tribes)...
SIMBOL DALAM SUKU DAYAK KAYAN KALIMANTAN UTARA
SIMBOL DALAM SUKU DAYAK KAYAN KALIMANTAN UTARA
Simbol dalam Suku Dayak Kayan. Simbol adalah tanda atau suatu isyarat dalam masyarakat Dayak Kayan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat lainnya. Selain daripada itu simbo...
Tatag De Penyawo: Perenungan Atas Identitas Kesukuan
Tatag De Penyawo: Perenungan Atas Identitas Kesukuan
ABSTRAK Tatag de Penyawo adalah sebuah koreografi kelompok yang ditampilkan oleh 9 orang penari laki-laki. Karya ini lahir dari hasil perenungan penata tari yang gelisah dengan ide...
ANALISIS MANTRA PESTA PANEN ADAT LOMPLAI SUKU DAYAK WEHEA DI DESA NEHAS LIAH BING KABUPATEN KUTAI TIMUR KAJIAN SEMIOTIKA
ANALISIS MANTRA PESTA PANEN ADAT LOMPLAI SUKU DAYAK WEHEA DI DESA NEHAS LIAH BING KABUPATEN KUTAI TIMUR KAJIAN SEMIOTIKA
Aslam Cahya Putra, Kiftiawati, PurwantiProgram Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu BudayaUniversitas MulawarmanEmail: aslamr074@gmail.com  ABSTRAKKata kunci: suku dayak wehea, ma...

Back to Top