Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai-Nilai Pendidikan Islam pada Pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar

View through CrossRef
Abstract: This study aims to analyze Islamic education values at the 2022 FIFA event Qatar. The Commercial image that has been attached, directly broken by the existence of Islamic Educational values embedded in every moment. Through a descriptive qualitative approach and supported by various related references source, this study shows that there are three values of Islamic Education in the implementation of the 2022 FIFA World Cup Qatar. The first is the moral education value, contained in the practice of prohibiting the sale of Beer and actions with LGBTQ nuances, the second is aqidah education value, contained in the practice of carrying out the opening ceremony of the holy verses of the al-Quran at the 2022 FIFA World Cup, as well as the installation of hadith murals along the streets of Doha in Qatar, and the third is social education value, contained in the practice of facilitating Barcode introduction of Islam in various hotels in Qatar. These values indirectly contribute in giving positive vibes and are able to create special effect that Islam is ‘rahmatan lil alamin’ for visitors, both spectators and supporters of the FIFA World Cup 2022 Qatar. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam pada ajang Piala Dunia FIFA 2022 Qatar. Label komersial yang selama ini melekat seketika terpatahkan dengan adanya nilai-nilai pendidikan Islam yang disisipkan dalam setiap kegiatan yang ada. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan didukung oleh berbagai sumber referensi yang yang terkait, penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga nilai pendidikan Islam yang ada dalam pelaksanaan ajang Piala Dunia FIFA 2022 Qatar. Pertama adalah nilai pendidikan akhlak, terdapat dalam praktik pelarangan terhadap penjualan Bir dan tindakan bernuansa LGBTQ; kedua adalah nilai pendidikan Aqidah, terdapat dalam praktik pelaksanaan upacara pembukaan ayat suci al-Quran dalam ajang Piala Dunia FIFA 2022 serta pemasangan mural hadis di sepanjang jalan Doha di Qatar, serta ketiga adalah nilai pendidikan sosial, terdapat dalam pengenalan fasilitas Barcode pengenalan Islam di berbagai Hotel di Qatar. Nilai-nilai pendidikan Islam ini secara tidak langsung turut memberikan lingkungan yang positif secara maksimal serta mampu memunculkan citra Islam yang rahmatan lil ‘alamin bagi para pengunjung, dan suporter Piala Dunia FIFA 2022 Qatar.
Title: Nilai-Nilai Pendidikan Islam pada Pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2022 Qatar
Description:
Abstract: This study aims to analyze Islamic education values at the 2022 FIFA event Qatar.
The Commercial image that has been attached, directly broken by the existence of Islamic Educational values embedded in every moment.
Through a descriptive qualitative approach and supported by various related references source, this study shows that there are three values of Islamic Education in the implementation of the 2022 FIFA World Cup Qatar.
The first is the moral education value, contained in the practice of prohibiting the sale of Beer and actions with LGBTQ nuances, the second is aqidah education value, contained in the practice of carrying out the opening ceremony of the holy verses of the al-Quran at the 2022 FIFA World Cup, as well as the installation of hadith murals along the streets of Doha in Qatar, and the third is social education value, contained in the practice of facilitating Barcode introduction of Islam in various hotels in Qatar.
These values indirectly contribute in giving positive vibes and are able to create special effect that Islam is ‘rahmatan lil alamin’ for visitors, both spectators and supporters of the FIFA World Cup 2022 Qatar.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam pada ajang Piala Dunia FIFA 2022 Qatar.
Label komersial yang selama ini melekat seketika terpatahkan dengan adanya nilai-nilai pendidikan Islam yang disisipkan dalam setiap kegiatan yang ada.
Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan didukung oleh berbagai sumber referensi yang yang terkait, penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga nilai pendidikan Islam yang ada dalam pelaksanaan ajang Piala Dunia FIFA 2022 Qatar.
Pertama adalah nilai pendidikan akhlak, terdapat dalam praktik pelarangan terhadap penjualan Bir dan tindakan bernuansa LGBTQ; kedua adalah nilai pendidikan Aqidah, terdapat dalam praktik pelaksanaan upacara pembukaan ayat suci al-Quran dalam ajang Piala Dunia FIFA 2022 serta pemasangan mural hadis di sepanjang jalan Doha di Qatar, serta ketiga adalah nilai pendidikan sosial, terdapat dalam pengenalan fasilitas Barcode pengenalan Islam di berbagai Hotel di Qatar.
Nilai-nilai pendidikan Islam ini secara tidak langsung turut memberikan lingkungan yang positif secara maksimal serta mampu memunculkan citra Islam yang rahmatan lil ‘alamin bagi para pengunjung, dan suporter Piala Dunia FIFA 2022 Qatar.

Related Results

Analisis Wacana Kritis pada Dimensi Praktik Sosial Pidato Presiden FIFA: Konferensi Pers FIFA di Qatar
Analisis Wacana Kritis pada Dimensi Praktik Sosial Pidato Presiden FIFA: Konferensi Pers FIFA di Qatar
Artikel ini menganalisis dimensi praktik sosial pada pidato Konferensi Pers Presiden FIFA di Qatar 2022. Tujuan artikel ini adalah mengungkap dimensi praktik sosial dalam pidato pr...
Personalizing the Museum Experience in Qatar
Personalizing the Museum Experience in Qatar
IntroductionMuseum Personalization was identified as one of the six most important emerging trends for museums in 2015 by the Center for the Future of Museums.[1] It is an approach...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Globalization and Socio-Cultural Change in Qatar
Globalization and Socio-Cultural Change in Qatar
Globalization is impacting many aspects of life in Qatar and Qatari nationals must increasingly cope with forces generated by economic, cultural, political, and social changes in t...
Diabetes Awareness Among High School Students in Qatar
Diabetes Awareness Among High School Students in Qatar
Diabetes is a disease that occurs when there is an abundance of glucose in the blood stream and the body cannot produce enough insulin in the pancreas to transfer the sugar from th...
Analisis Kewenangan FIFA atas Pencabutan Status Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia Sepak Bola U-20 2023
Analisis Kewenangan FIFA atas Pencabutan Status Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia Sepak Bola U-20 2023
Pencabutan status penyelenggaraan piala dunia U-20 tahun 2023 oleh FIFA terhadap Indonesia menjadi hal yang mengecewakan bagi pegiat olahraga sepak bola Indonesia. Pernyataan FIFA ...
RELASI DAN REKONSILIASI ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDIDIKAN BARAT
RELASI DAN REKONSILIASI ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PENDIDIKAN BARAT
Mengacu pada daftar yang dilansir http://www.mbctimes.com/, 20 negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik pada tahun 2015/2016 adalah: 1) Korea Selatan; 2) Jepang; 3) Singapura...
Analisis Naratif Pemberitaan Prancis Sebagai Juara Piala Dunia 2018 di Harian Kompas
Analisis Naratif Pemberitaan Prancis Sebagai Juara Piala Dunia 2018 di Harian Kompas
Piala Dunia digelar empat tahun sekali menjadi daya tarik bagi seluruh pecinta sepakbola di seluruh dunia. Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia menyandang predikat dengan...

Back to Top