Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Mathba’ah Islamiah di Minangkabau: Sejarah Sebuah Penerbit Islam Melintasi Tiga Zaman (1924-1972)

View through CrossRef
<p><em>This article wants to know the history and development of the Mathba'ah Islamiah publisher from its early days until it disappeared from the circulation of its publishing and printing world. In the 20th century, there were many publishers and printers in Bukittinggi. This arose in response to requests for reading material from educated people connected with schools' growing bloom in several places in West Sumatra. Publishing and printing work was carried out by colonial circles and Western intellectuals and involved natives from within the Muslim faith. The research method used is the historical research method. From the research results, it was found that the publishing of Mathba'ah Islamiah was a publication founded by H.M.S Sulaiman on the advice of the elderly scholars, Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Muhammad Jamil Jaho and Syekh Abbas Qadhi Lading Laweh. This publication published the works of Minangkabau clerics and books used in the Madrasas of the Old People at that time. Not only publishing books, but the Mathba'ah Islamiah publisher also printed the Koran and its translations sent to various regions in Sumatra and even reached several parts of the archipelago.</em><strong><em></em></strong></p><p>Artikel ini hendak mengetahui sejarah dan perkembangan penerbit Mathba’ah Islamiah sejak masa awal hingga hilang dari peredaran dunia penerbitan dan percetakan Tanah Air. Pada abad ke-20 terdapat banyak penerbit dan percetakan di Bukittinggi. Hal Penerbitan ini timbul sebagai tanggapan atas permintaan bahan bacaan dari orang terdidik dalam hubungannya dengan tumbuh mekarnya sekolah-sekolah di sejumlah tempat di Sumatera Barat. Kerja penerbitan dan percetakan tidak saja dilakukan oleh kalangan kolonial dan kaum terdirik Barat, tetapi juga melibatkan kaum pribumi dari kalangan agama Islam. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian sejarah. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penerbitan Mathba’ah Islamiah adalah penerbitan yang didirikan oleh H.M.S Sulaiman atas anjuran dari ulama kaum tua Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Muhammad Jamil Jaho dan Syekh Abbas Qadhi Lading Laweh. Penerbitan ini menerbitkan karya-karya ulama Minangkabau dan juga kitab-kitab yang dipakai di madrasah-madrasah Kaum Tua ketika itu. Tak hanya menerbitkan buku-buku saja penerbit Mathba’ah Islamiah ini juga mencetak Al-Quran dan terjemahannya yang dikirim ke berbagai daerah di Sumatra bahkan menjangkau beberapa daerah Nusantara.</p><p> </p>
Title: Mathba’ah Islamiah di Minangkabau: Sejarah Sebuah Penerbit Islam Melintasi Tiga Zaman (1924-1972)
Description:
<p><em>This article wants to know the history and development of the Mathba'ah Islamiah publisher from its early days until it disappeared from the circulation of its publishing and printing world.
In the 20th century, there were many publishers and printers in Bukittinggi.
This arose in response to requests for reading material from educated people connected with schools' growing bloom in several places in West Sumatra.
Publishing and printing work was carried out by colonial circles and Western intellectuals and involved natives from within the Muslim faith.
The research method used is the historical research method.
From the research results, it was found that the publishing of Mathba'ah Islamiah was a publication founded by H.
M.
S Sulaiman on the advice of the elderly scholars, Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Muhammad Jamil Jaho and Syekh Abbas Qadhi Lading Laweh.
This publication published the works of Minangkabau clerics and books used in the Madrasas of the Old People at that time.
Not only publishing books, but the Mathba'ah Islamiah publisher also printed the Koran and its translations sent to various regions in Sumatra and even reached several parts of the archipelago.
</em><strong><em></em></strong></p><p>Artikel ini hendak mengetahui sejarah dan perkembangan penerbit Mathba’ah Islamiah sejak masa awal hingga hilang dari peredaran dunia penerbitan dan percetakan Tanah Air.
Pada abad ke-20 terdapat banyak penerbit dan percetakan di Bukittinggi.
Hal Penerbitan ini timbul sebagai tanggapan atas permintaan bahan bacaan dari orang terdidik dalam hubungannya dengan tumbuh mekarnya sekolah-sekolah di sejumlah tempat di Sumatera Barat.
Kerja penerbitan dan percetakan tidak saja dilakukan oleh kalangan kolonial dan kaum terdirik Barat, tetapi juga melibatkan kaum pribumi dari kalangan agama Islam.
Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian sejarah.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penerbitan Mathba’ah Islamiah adalah penerbitan yang didirikan oleh H.
M.
S Sulaiman atas anjuran dari ulama kaum tua Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Muhammad Jamil Jaho dan Syekh Abbas Qadhi Lading Laweh.
Penerbitan ini menerbitkan karya-karya ulama Minangkabau dan juga kitab-kitab yang dipakai di madrasah-madrasah Kaum Tua ketika itu.
Tak hanya menerbitkan buku-buku saja penerbit Mathba’ah Islamiah ini juga mencetak Al-Quran dan terjemahannya yang dikirim ke berbagai daerah di Sumatra bahkan menjangkau beberapa daerah Nusantara.
</p><p> </p>.

Related Results

BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
Minangkabau language is an oral language that began to form a written variety after the incoming of Islam, using the Jawi (Perso-Arabic) scripts. This scripts is widely known in Mi...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa lokalitas Minangkabau dalam novel-novel karya Wisran Hadi. Gaya bahasa yang dimaksud adalah retorik dan majas lokalitas Mina...
SİNEMADA “ZAMAN”I YENİ BİR BAKIŞLA GÖRMEK
SİNEMADA “ZAMAN”I YENİ BİR BAKIŞLA GÖRMEK
Zaman nedir, neye göre belirlenir ve nasıl algılanır? Bu konuda pek çok filozof görüşünü ortaya koyar. Platon ve onun öğrencisi olan Aristoteles zaman olgusuna yönelik düşüncelerin...
The Effect of Knowledge, Psychological Factors, Technology and Culture in Adopting Islamic Banking
The Effect of Knowledge, Psychological Factors, Technology and Culture in Adopting Islamic Banking
This study was conducted to analyze the extent to which knowledge, psychological factors, technology, and culture influence the preferences of the Minangkabau community in conducti...
STIKER WHATSAPP GAYA MINANGKABAU: ANALISIS SEMIOTIKA
STIKER WHATSAPP GAYA MINANGKABAU: ANALISIS SEMIOTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna visual dan verbal yang terdapat pada stiker WhatsApp gaya Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif, tekni...
Relevansi Masakan Rendang dengan Filosofi Merantau Orang Minangkabau
Relevansi Masakan Rendang dengan Filosofi Merantau Orang Minangkabau
Rendang merupakan salah satu makanan khas dari Minangkabau yang cukup terkenal di berbagai daerah di Indonesia bahkan dunia. Persebaran rendang di Indonesia tidak terlepas dari keb...

Back to Top