Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pola Fikir dan Perilaku Pembelajaran

View through CrossRef
Terdapat beberapa hal positif dalam edisi kali ini, yang terkait dengan perkembangan majalah kita bersama ini; yaitu adanya dua sumber makalah yang berbeda dari rutinitas selama ini. Makalah pertama, berasal institusi pelayanan nun jauh di ujung timur negeri kita yang tercinta ini, yang walaupun hanya berupa telaah kepustakaan, namun menampilkan bahasan perkembangan teknologi yang relatif mutahir sebagai penatalaksanaan suatu keadaan klinis yang berpotensi mempunyai prevalensi yang cukup tinggi. Namun, ironi-nya belum banyak dilaporkan oleh sejawat yang berada di kota besar atau institusi pendidikan sekalipun; hal itu mungkin disebabkan karena keterbatasan kemampuan klinis untuk mengenali gejala dan petanda, ataupun karena ketiadaan alat diagnostik. Makalah kedua, adalah laporan penanganan kasus Orbital Cellulitis, berasal dari disiplin THT, namun terkait erat dengan profesi kita dengan topik yang dapat dikatagorikan sebagai kegawatan mata, yang apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kebutaan, atau bahkan kematian. Sejalan dengan itu, telaah kepustakaan mengenai Methanol-induced Toxic Optic Neuropathy dapat di- katagori-kan juga sebagai kegawat daruratan mata. Kedua keadaan ini, tidak jarang kita jumpai, secara tidak langsung menunjukkan rendahnya tingkat pengetahuan dan kondisi sosial masyarakat kita; dan tentunya merupakan bagian dari tugas kita dalam memberikan penyuluhan kesehatan mata. Kedua makalah ini, perlu kita pahami dan dalami dengan sebaik-baik nya, sehingga kita mampu melakukan penanganan dan tindakan dengan tepat dan cepat untuk menghindari terjadi nya kebutaan pada pasien kita. Prinsip dasar dan tujuan suatu teknologi baru adalah “lebih baik (better), lebih cepat (faster), dan lebih murah (cheaper)” dari teknologi baku yang telah digunakan selama ini. Di bidang kedokteran maka penerapan teknologi tentunya harus di dasari dengan prinsip “saver (aman, tidak merugikan pasien)”. Oleh karena itu, semakin canggih suatu teknologi, maka akan tampak semakin sederhana; namun sebagai pengguna (user) seharusnya sebelum diterapkan, kita harus terlebih dahulu memper-luas dan mendalami pengetahuan dasar dan terapan yang terkait dengan teknologi baru tsb. Sedikitnya terdapat beberapa prinsip yang harus kita sadari; suatu teknologi akan berhasil guna secara optimal bila diterapkan pada suatu sistem (techno-system) dan infra-struktur (techno-structure) yang sesuai, karena teknologi dikembangkan oleh seorang pemikir (techno-logist) sesuai dengan filosofi yang di anut-nya (techno- sophy). Pada suatu kebaharuan yang bersifat keterampilan, diperlukan pelatihan tindakan (wetlab); asistensi tindakan dan supervisi untuk memastikan keamanan tindakan dan optimalisasi hasil tindakan. Sesuai dengan tingkat kesulitan dan keamanan tindakan, maka diperlukan pengakuan keterampilan tsb (sertifikat kompetensi). Secara ilmiah, suatu evaluasi/publikasi hasil teknologi baru harus di-dasar-kan pada metodologi yang benar sehingga didapatkan kesimpulan yang sahih, dan dapat dipertanggung jawabkan....
Pesatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia
Title: Pola Fikir dan Perilaku Pembelajaran
Description:
Terdapat beberapa hal positif dalam edisi kali ini, yang terkait dengan perkembangan majalah kita bersama ini; yaitu adanya dua sumber makalah yang berbeda dari rutinitas selama ini.
Makalah pertama, berasal institusi pelayanan nun jauh di ujung timur negeri kita yang tercinta ini, yang walaupun hanya berupa telaah kepustakaan, namun menampilkan bahasan perkembangan teknologi yang relatif mutahir sebagai penatalaksanaan suatu keadaan klinis yang berpotensi mempunyai prevalensi yang cukup tinggi.
Namun, ironi-nya belum banyak dilaporkan oleh sejawat yang berada di kota besar atau institusi pendidikan sekalipun; hal itu mungkin disebabkan karena keterbatasan kemampuan klinis untuk mengenali gejala dan petanda, ataupun karena ketiadaan alat diagnostik.
Makalah kedua, adalah laporan penanganan kasus Orbital Cellulitis, berasal dari disiplin THT, namun terkait erat dengan profesi kita dengan topik yang dapat dikatagorikan sebagai kegawatan mata, yang apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kebutaan, atau bahkan kematian.
Sejalan dengan itu, telaah kepustakaan mengenai Methanol-induced Toxic Optic Neuropathy dapat di- katagori-kan juga sebagai kegawat daruratan mata.
Kedua keadaan ini, tidak jarang kita jumpai, secara tidak langsung menunjukkan rendahnya tingkat pengetahuan dan kondisi sosial masyarakat kita; dan tentunya merupakan bagian dari tugas kita dalam memberikan penyuluhan kesehatan mata.
Kedua makalah ini, perlu kita pahami dan dalami dengan sebaik-baik nya, sehingga kita mampu melakukan penanganan dan tindakan dengan tepat dan cepat untuk menghindari terjadi nya kebutaan pada pasien kita.
Prinsip dasar dan tujuan suatu teknologi baru adalah “lebih baik (better), lebih cepat (faster), dan lebih murah (cheaper)” dari teknologi baku yang telah digunakan selama ini.
Di bidang kedokteran maka penerapan teknologi tentunya harus di dasari dengan prinsip “saver (aman, tidak merugikan pasien)”.
Oleh karena itu, semakin canggih suatu teknologi, maka akan tampak semakin sederhana; namun sebagai pengguna (user) seharusnya sebelum diterapkan, kita harus terlebih dahulu memper-luas dan mendalami pengetahuan dasar dan terapan yang terkait dengan teknologi baru tsb.
Sedikitnya terdapat beberapa prinsip yang harus kita sadari; suatu teknologi akan berhasil guna secara optimal bila diterapkan pada suatu sistem (techno-system) dan infra-struktur (techno-structure) yang sesuai, karena teknologi dikembangkan oleh seorang pemikir (techno-logist) sesuai dengan filosofi yang di anut-nya (techno- sophy).
Pada suatu kebaharuan yang bersifat keterampilan, diperlukan pelatihan tindakan (wetlab); asistensi tindakan dan supervisi untuk memastikan keamanan tindakan dan optimalisasi hasil tindakan.
Sesuai dengan tingkat kesulitan dan keamanan tindakan, maka diperlukan pengakuan keterampilan tsb (sertifikat kompetensi).
Secara ilmiah, suatu evaluasi/publikasi hasil teknologi baru harus di-dasar-kan pada metodologi yang benar sehingga didapatkan kesimpulan yang sahih, dan dapat dipertanggung jawabkan.
.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Karakteristik Perilaku Kucing Domestik
Karakteristik Perilaku Kucing Domestik
Kucing domestic (Felis catus) memiliki pola perilaku yang berbeda dengan hewan lainnya. Perilaku ini terjabar dalam 10 pola perilaku yaitu perilaku ingestif, perilaku seks, perilak...
Perbandingan Faktor-Faktor yang Menyebabkan Gangguan Pola Haid pada Remaja Putri di SMAN 1 Tasikmalaya
Perbandingan Faktor-Faktor yang Menyebabkan Gangguan Pola Haid pada Remaja Putri di SMAN 1 Tasikmalaya
Abstract. Menstrual disorders are characterized by heavy or scanty bleeding, and prolonged or irregular menstruation. Signs of distress during menstruation are also influenced by b...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
Manajemen Pembelajaran Kitab Kuning Pola 100 Jam Menggunakan Metode Tamyiz
Manajemen Pembelajaran Kitab Kuning Pola 100 Jam Menggunakan Metode Tamyiz
Pembelajaran kitab kuning dianggap sulit oleh para santri di pondok pesantren. Terdapat fenomena, metode Tamyiz efektif untuk mengatasi kesulitan membaca kitab kuning. Hal tersebut...
POLA PENDIDIKAN ANAK PADA KELUARGA KURANG MAMPU DI DESA ONDO-ONDOLU KECAMATAN BATUI KABUPATEN BANGGAI
POLA PENDIDIKAN ANAK PADA KELUARGA KURANG MAMPU DI DESA ONDO-ONDOLU KECAMATAN BATUI KABUPATEN BANGGAI
Fakta di Desa Ondo-OndoluKecamatan Batui menunjukkan suatu kondisi dimana masih ada orang tua warga masyarakat yang kehidupan ekonominya berkecukupan dan lebih mapan, akan tetapi a...

Back to Top