Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

BIOAVAILABILITAS DAN KANDUNGAN Pb, Cu PADA TANAH DAN SAWI PUTIH DI DESA BATURITI

View through CrossRef
Faktor geologis dan cara pengolahan tanah pertanian serta penggunaan pupuk secara berlebih dalam proses pertanian berpengaruh pada kandungan logam berat dalam tanah, sehingga dapat menyebabkan tanah dan hasil pertaniannya tercemar oleh cemaran logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran dan bioavailabilitas logam Pb dan Cu dalam tanah pertanian di Desa Baturiti serta menentukan kandungan logam berat tersebut dalam daunsawi putih hasil pertanian didaerah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode ekstraksi bertahap dan pengukuran logamnya menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Kandungan Pb total pada tanah sebelum penanaman dan saat panen berturut-turut 132,4190–236,1381 mg/kg dan 185,2171–273,1228 mg/kg. Begitu juga kandungan  Cu total berturut-turut 73,0249–100,3995 mg/kg  dan 84,7515–101,0791 mg/kg. Bioavailabilitas logam Pb dan Cudalam tanah pertanian sebelum penanaman yang terdiri dari: serta merta bioavailable, berpotensi bioavailable dan non bioavailable berturut-turut 25,47-40,22%, 40,62-53,67% dan 19,16-21,80% untuk Pb,2,42-3,11%, 49,42-74,73% dan 22,85-48,13% untuk Cu. Kandungan Pb dan Cu total dalam daun sawi putih berturut-turut 29,3278-40,8476 mg/kg dan28,3933-36,2952 mg/kg atau setaradengan 60,54-66,15% dan 60,24-66,75% dari kandungan logam dalam seluruh bagian tanamannya. Dengan demikian, tanah pertanian di Desa Baturiti tergolong tidak tercemar logam Pb dan Cu menurut nilai the farmer Greater London Council serta logam beratnya dominan berpotensi bioavailable. Sementara itu, daunsawi putih tergolong tercemar logam Pb dan Cu karena melebihi ambang batas yang telah ditentukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kata Kunci: bioavailabilitas, logam total, Pb dan Cu, sawi putih, tanah pertanian
Title: BIOAVAILABILITAS DAN KANDUNGAN Pb, Cu PADA TANAH DAN SAWI PUTIH DI DESA BATURITI
Description:
Faktor geologis dan cara pengolahan tanah pertanian serta penggunaan pupuk secara berlebih dalam proses pertanian berpengaruh pada kandungan logam berat dalam tanah, sehingga dapat menyebabkan tanah dan hasil pertaniannya tercemar oleh cemaran logam berat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran dan bioavailabilitas logam Pb dan Cu dalam tanah pertanian di Desa Baturiti serta menentukan kandungan logam berat tersebut dalam daunsawi putih hasil pertanian didaerah tersebut.
Metode yang digunakan adalah metode ekstraksi bertahap dan pengukuran logamnya menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).
Kandungan Pb total pada tanah sebelum penanaman dan saat panen berturut-turut 132,4190–236,1381 mg/kg dan 185,2171–273,1228 mg/kg.
Begitu juga kandungan  Cu total berturut-turut 73,0249–100,3995 mg/kg  dan 84,7515–101,0791 mg/kg.
Bioavailabilitas logam Pb dan Cudalam tanah pertanian sebelum penanaman yang terdiri dari: serta merta bioavailable, berpotensi bioavailable dan non bioavailable berturut-turut 25,47-40,22%, 40,62-53,67% dan 19,16-21,80% untuk Pb,2,42-3,11%, 49,42-74,73% dan 22,85-48,13% untuk Cu.
Kandungan Pb dan Cu total dalam daun sawi putih berturut-turut 29,3278-40,8476 mg/kg dan28,3933-36,2952 mg/kg atau setaradengan 60,54-66,15% dan 60,24-66,75% dari kandungan logam dalam seluruh bagian tanamannya.
Dengan demikian, tanah pertanian di Desa Baturiti tergolong tidak tercemar logam Pb dan Cu menurut nilai the farmer Greater London Council serta logam beratnya dominan berpotensi bioavailable.
Sementara itu, daunsawi putih tergolong tercemar logam Pb dan Cu karena melebihi ambang batas yang telah ditentukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Kata Kunci: bioavailabilitas, logam total, Pb dan Cu, sawi putih, tanah pertanian.

Related Results

DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN KIMCHI PAKCOY GUNA PEMBERDAYAAN PKK DI DESA GIRIPURNO KOTA BATU
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN KIMCHI PAKCOY GUNA PEMBERDAYAAN PKK DI DESA GIRIPURNO KOTA BATU
Desa Giripurno merupakan desa yang terletak paling luar wilayah timur Kota Batu yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto. Desa Giripurno merupakan d...

Back to Top