Javascript must be enabled to continue!
MARRIAGE AND JAVA’S TABOOS
View through CrossRef
Abstrak: Masyarakat Jawa memiliki pantangan yang banyak dalam menentukan perjodohan. Pantangan tersebut ada pada saat memilih pasangan hidup, ada pula yang berlaku pada saat prosesi pernikahan. Meskipun pantangan ini tidak tertulis dan tidak ada ‘kitab pedomannya’, rata-rata pantangan ini masih eksis di masyarakat. Karena tidak ada tulisan yang membahas persoalan tersebut, artikel singkat ini akan membahas tentang pantangan pernikahan di Jawa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi, yaitu kajian lapangan dengan ‘memotret’ fakta. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa setidaknya ada dua model pantangan pernikahan di Jawa, yaitu pantangan pada saat memilih jodoh dan pantangan memilih hari pernikahan. Pantangan pernikahan saat memilih jodoh adalah katon omahe, weton, turun telu, jilu, geyeng, nyebrang kali, dandang angok-angok, sunduk wuwung, ngalor ngulon, kebo mbalik kandange, dadung kepluntir, dua saudara beda kelamin namun mereka menikah dengan orang satu desa dan nglangkahi mas e. Sedangkan pantangan yang berkaitan dengan pemilihan hari pernikahan adalah waktu pernikahan bersama dengan kakak atau adik yang sama jenis kelaminnya, pernikahan di bulan suro dan selo, serta pernikahan menyamai nas e mbah e.
Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk
Title: MARRIAGE AND JAVA’S TABOOS
Description:
Abstrak: Masyarakat Jawa memiliki pantangan yang banyak dalam menentukan perjodohan.
Pantangan tersebut ada pada saat memilih pasangan hidup, ada pula yang berlaku pada saat prosesi pernikahan.
Meskipun pantangan ini tidak tertulis dan tidak ada ‘kitab pedomannya’, rata-rata pantangan ini masih eksis di masyarakat.
Karena tidak ada tulisan yang membahas persoalan tersebut, artikel singkat ini akan membahas tentang pantangan pernikahan di Jawa.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi, yaitu kajian lapangan dengan ‘memotret’ fakta.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa setidaknya ada dua model pantangan pernikahan di Jawa, yaitu pantangan pada saat memilih jodoh dan pantangan memilih hari pernikahan.
Pantangan pernikahan saat memilih jodoh adalah katon omahe, weton, turun telu, jilu, geyeng, nyebrang kali, dandang angok-angok, sunduk wuwung, ngalor ngulon, kebo mbalik kandange, dadung kepluntir, dua saudara beda kelamin namun mereka menikah dengan orang satu desa dan nglangkahi mas e.
Sedangkan pantangan yang berkaitan dengan pemilihan hari pernikahan adalah waktu pernikahan bersama dengan kakak atau adik yang sama jenis kelaminnya, pernikahan di bulan suro dan selo, serta pernikahan menyamai nas e mbah e.
Related Results
Underage marriage in Islamic law and Yemeni law
Underage marriage in Islamic law and Yemeni law
This research aims to explain the marriage of minors and to know the point of view of Islamic law and Yemeni law on this marriage, as well as to know its causes and effects. This o...
Food taboos among pregnant women and associated factors in eastern Ethiopia: A community-based cross-sectional study
Food taboos among pregnant women and associated factors in eastern Ethiopia: A community-based cross-sectional study
Objective: The main aim of this study was to assess food taboos and associated factors among pregnant women in eastern Ethiopia. Methods: A community-based cross-sectional study wa...
Marriage Provisions Polygamy in the Three Divine Books
Marriage Provisions Polygamy in the Three Divine Books
There are provisions for marriage for each of the three religions, which we found through the revealed heavenly books. Marriage is considered an obligation in Judaism, except for s...
A Study on Traditional Marriage of Kashmir and Attitude of Kashmiri Youth Towards Marriage, Family life and Healthy Living
A Study on Traditional Marriage of Kashmir and Attitude of Kashmiri Youth Towards Marriage, Family life and Healthy Living
Marriage (nikāḥ) in Islamic law (sharia), is a legal and social contract between two individuals. It is an act of Islam and is strongly recommended. In Islam Polygyny is permitted ...
Does the Marriage Tax Differential Influence Same‐Sex Couples' Marriage Decisions?
Does the Marriage Tax Differential Influence Same‐Sex Couples' Marriage Decisions?
AbstractObjectiveThis article evaluates whether the federal marriage tax penalty (penalty) or federal marriage bonus (bonus) affects the marriage decisions of same‐sex couples (SSC...
CANCELLATION OF MARRIAGE AND ITS LEGAL CONSEQUENCES IN THE LEGAL SYSTEM IN INDONESIA
CANCELLATION OF MARRIAGE AND ITS LEGAL CONSEQUENCES IN THE LEGAL SYSTEM IN INDONESIA
The aim of this research is to determine the legal regulations regarding marriage annulment in Indonesia and the legal consequences of marriage annulment. This type of research is ...
Analisis Hukum Tentang Isbat Nikah Menurut KUH Perdata dan KHI Indonesia
Analisis Hukum Tentang Isbat Nikah Menurut KUH Perdata dan KHI Indonesia
This study examines the legal analysis of marriage isbat according to the Civil Code, Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and the Indonesian KHI. Based on the results of the s...
INTERFAITH MARRIAGE IN INDONESIA'S LAW: A COMPARATIVE STUDY OF TAFSIR AL-MISBAH AND AL-MARAGHI
INTERFAITH MARRIAGE IN INDONESIA'S LAW: A COMPARATIVE STUDY OF TAFSIR AL-MISBAH AND AL-MARAGHI
Interfaith marriage takes place between a man and a woman of different religions. This marriage remains a polemic and happens for some reason. The interpretation of Interfaith Marr...

