Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

JARINGAN SOSIAL PENDERES KARET DALAM PENJUALAN LEM KUKUT

View through CrossRef
The practice of selling lem kukut or rubber latex residue in the PTPN IX plantation of Kebon Ndowo Village takes place systematically so as to form a network within it. The wholesale rubber farmers sell the lem kukut they get from the company's plantations to middlemen. The buying and selling of lem kukut have been going on for a long time and are known by PTPN IX to be illegal. The purpose of this research is to analyze the social network that is formed in the selling system of lem kukut and the reasons for wholesale rubber farmers selling the remaining rubber latex to middlemen. The basis of this research uses Granovetter's attachment theory. This research was analyzed using qualitative methods. Data search techniques used are observation and in-depth interviews or deep interviews. The results showed that the social networks formed in the lem kukut sales system involved wholesale rubber farmers, PTPN IX, and middlemen. The reason for wholesale rubber farmers selling the remaining rubber latex or lem kukut to middlemen is that the weekly income they receive from PTPN IX is not enough to make ends meet.Praktik penjualan lem kukut atau sisa getah karet di perkebunan PTPN IX Desa Kebon Ndowo berlangsung secara sistematis sehingga membentuk sebuah jaringan di dalamnya. Penderes borongan menjual lem kukut yang didapatkan dari kebun perusahaan kepada tengkulak. Kegiatan jual beli lem kukut telah berlangsung lama dan diketahui oleh pihak PTPN IX sebagai tindakan ilegal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jaringan sosial yang terbentuk dalam sistem penjualan lem kukut dan alasan penderes borongan menjual sisa getah karet kepada tengkulak. Landasan penelitian ini menggunakan teori keterlekatan Granovetter. Penelitian ini dianalisis menggunakan metode kualitatif. Teknik pencarian data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam atau deep interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial yang terbentuk dalam sistem penjualan lem kukut melibatkan penderes borongan, PTPN IX, dan tengkulak. Alasan penderes borongan menjual sisa getah karet atau lem kukut pada tengkulak karena penghasilan mingguan yang mereka terima dari perusahaan PTPN IX tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Title: JARINGAN SOSIAL PENDERES KARET DALAM PENJUALAN LEM KUKUT
Description:
The practice of selling lem kukut or rubber latex residue in the PTPN IX plantation of Kebon Ndowo Village takes place systematically so as to form a network within it.
The wholesale rubber farmers sell the lem kukut they get from the company's plantations to middlemen.
The buying and selling of lem kukut have been going on for a long time and are known by PTPN IX to be illegal.
The purpose of this research is to analyze the social network that is formed in the selling system of lem kukut and the reasons for wholesale rubber farmers selling the remaining rubber latex to middlemen.
The basis of this research uses Granovetter's attachment theory.
This research was analyzed using qualitative methods.
Data search techniques used are observation and in-depth interviews or deep interviews.
The results showed that the social networks formed in the lem kukut sales system involved wholesale rubber farmers, PTPN IX, and middlemen.
The reason for wholesale rubber farmers selling the remaining rubber latex or lem kukut to middlemen is that the weekly income they receive from PTPN IX is not enough to make ends meet.
Praktik penjualan lem kukut atau sisa getah karet di perkebunan PTPN IX Desa Kebon Ndowo berlangsung secara sistematis sehingga membentuk sebuah jaringan di dalamnya.
Penderes borongan menjual lem kukut yang didapatkan dari kebun perusahaan kepada tengkulak.
Kegiatan jual beli lem kukut telah berlangsung lama dan diketahui oleh pihak PTPN IX sebagai tindakan ilegal.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jaringan sosial yang terbentuk dalam sistem penjualan lem kukut dan alasan penderes borongan menjual sisa getah karet kepada tengkulak.
Landasan penelitian ini menggunakan teori keterlekatan Granovetter.
Penelitian ini dianalisis menggunakan metode kualitatif.
Teknik pencarian data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam atau deep interview.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial yang terbentuk dalam sistem penjualan lem kukut melibatkan penderes borongan, PTPN IX, dan tengkulak.
Alasan penderes borongan menjual sisa getah karet atau lem kukut pada tengkulak karena penghasilan mingguan yang mereka terima dari perusahaan PTPN IX tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Related Results

Unique and Shared Functions of Nuclear Lamina LEM Domain Proteins in Drosophila
Unique and Shared Functions of Nuclear Lamina LEM Domain Proteins in Drosophila
Abstract The nuclear lamina is an extensive protein network that contributes to nuclear structure and function. LEM domain (LAP2, emerin, MAN1 domain, LEM-D) protein...
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan
Dominasi perkebunan karet rakyat memberikan kontribusi besar dalam perekonomian di Indonesia. Karet merupakan komoditas perkebunan unggulan kedua setelah kelapa sawit di Provinsi K...
RANCANG BANGUN RUBBER DAMPER PADA LORI INSPEKSI ELEKTRIK
RANCANG BANGUN RUBBER DAMPER PADA LORI INSPEKSI ELEKTRIK
Sistem suspensi merupakan komponen penting dalam kendaraan, karena berfungsi sebagai peredam getaran bagi kendaraan ketika dikendarai oleh penggunanya. Ada beberapa jenis sistem su...
Sistem Informasi Produksi Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) Di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung
Sistem Informasi Produksi Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) Di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung
AbstrakTanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditi unggulan di daerah Kabupaten Sijunjung. Namun, setiap tahun produksi getah karet terus mengalami penurunan h...
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Karet merupakan mata pencaharian utama petani di desa sarang burung darat dari 360 penduduk berdasarkan kepala keluarga. Saat ini harga karet di Desa Matang gajah yaitu Rp 6000/Kg,...
SISTEM BAGI HASIL JUAL KARET DI DESA KARANG ENDAH SELATAN, GELUMBANG, MUARA ENIM, EKONOMI ISLAM.
SISTEM BAGI HASIL JUAL KARET DI DESA KARANG ENDAH SELATAN, GELUMBANG, MUARA ENIM, EKONOMI ISLAM.
Latar Belakang : Suatu sistem pengolahan dana dalam perekonomian Islam yakni pembagian hasil usaha antara pemilik modal (shahibulmaal) dan pengelola (mudharib). Tujuan : Bertujuan...
PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI PRODUK OLAHAN EMPING
PEMANFAATAN BIJI KARET SEBAGAI PRODUK OLAHAN EMPING
Banjarbaru, khususnya daerah kelurahan Cempaka merupakan salah satu daerah penghasil karet di Kalimantan Selatan. Kebanyakan pertanian karet di daerah tersebut merupakan milik pero...
ANALISIS PERKEMBANGAN PASAR KARET REMAH SIR Analysis of Crumb Rubber SIR Market Developments
ANALISIS PERKEMBANGAN PASAR KARET REMAH SIR Analysis of Crumb Rubber SIR Market Developments
Karet merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Sebagian besar produksi barang setengah jadi karet Indonesia pada saat ini berupa karet remah SIR khususnya SIR 20. Revie...

Back to Top