Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENEGAKAN DIAGNOSIS NEUROPATI AUDITORI : SEBUAH LAPORAN KASUS

View through CrossRef
PENDAHULUAN Neuropati auditori merupakan bagian dari tuli sensorineural, dimana suara dapat masuk hingga telinga dalam, tetapi transmisi sinyal dari telinga dalam ke otak terganggu pada jaras tertentu. Evaluasi klinis serta pemeriksaan yang tepat dibutuhkan pada penegakkan diagnosis neuropati auditori sehingga tatalaksana yang tepat dapat segera diberikan. LAPORAN KASUS Dilaporkan seorang anak laki-laki umur 1 tahun 8 bulan dengan keluhan belum dapat bicara sesuai usianya dan tidak respon terhadap panggilan ataupun suara keras. Pasien mempunyai riwayat hiperbilirubinemia pada usia 2 minggu. Pasien dilakukan pemeriksaan OAE dengan hasil normal, ABR/BERA terdapat gelombang mikroponik koklea pada intensitas 90-95 dB dan tidak tampak gelombang V pada intensitas 70-95 dB dan ASSR hasil ambang dengar gangguan derajat berat. DISKUSI Diagnosa neuropati auditori dapat ditegakkan dengan pemeriksaan Otoacoustic Emission (OAE) dengan hasil fungsi sel rambut luar koklea normal dan pada auditory brainstem respons (ABR/BERA) didapatkan Cochlear Microphonic (CM) normal atau pernah ada dalam satu waktu tetapi respons gelombang tidak normal atau tidak ada. Pada kasus ini telah dilakukan penegakan diagnosis yang sesuai dengan panduan. KESIMPULAN Diagnosa neuropati auditori dapat ditegakkan dengan pemeriksaan Otoacoustic Emission (OAE) dengan hasil fungsi sel rambut luar koklea normal dan pada auditory brainstem respons (ABR/BERA) didapatkan Cochlear Microphonic (CM) normal atau pernah ada dalam satu waktu tetapi respons gelombang tidak normal atau tidak ada.
Title: PENEGAKAN DIAGNOSIS NEUROPATI AUDITORI : SEBUAH LAPORAN KASUS
Description:
PENDAHULUAN Neuropati auditori merupakan bagian dari tuli sensorineural, dimana suara dapat masuk hingga telinga dalam, tetapi transmisi sinyal dari telinga dalam ke otak terganggu pada jaras tertentu.
Evaluasi klinis serta pemeriksaan yang tepat dibutuhkan pada penegakkan diagnosis neuropati auditori sehingga tatalaksana yang tepat dapat segera diberikan.
LAPORAN KASUS Dilaporkan seorang anak laki-laki umur 1 tahun 8 bulan dengan keluhan belum dapat bicara sesuai usianya dan tidak respon terhadap panggilan ataupun suara keras.
Pasien mempunyai riwayat hiperbilirubinemia pada usia 2 minggu.
Pasien dilakukan pemeriksaan OAE dengan hasil normal, ABR/BERA terdapat gelombang mikroponik koklea pada intensitas 90-95 dB dan tidak tampak gelombang V pada intensitas 70-95 dB dan ASSR hasil ambang dengar gangguan derajat berat.
DISKUSI Diagnosa neuropati auditori dapat ditegakkan dengan pemeriksaan Otoacoustic Emission (OAE) dengan hasil fungsi sel rambut luar koklea normal dan pada auditory brainstem respons (ABR/BERA) didapatkan Cochlear Microphonic (CM) normal atau pernah ada dalam satu waktu tetapi respons gelombang tidak normal atau tidak ada.
Pada kasus ini telah dilakukan penegakan diagnosis yang sesuai dengan panduan.
KESIMPULAN Diagnosa neuropati auditori dapat ditegakkan dengan pemeriksaan Otoacoustic Emission (OAE) dengan hasil fungsi sel rambut luar koklea normal dan pada auditory brainstem respons (ABR/BERA) didapatkan Cochlear Microphonic (CM) normal atau pernah ada dalam satu waktu tetapi respons gelombang tidak normal atau tidak ada.

Related Results

Neuropati Auditori
Neuropati Auditori
Abstrak Latar belakang: Neuropati auditori merupakan suatu gangguan pendengaran yang jarang terjadi dengan prevalensi yang belum diketahui secara pasti dan membutuhkan ...
Hubungan Jenis dan Siklus Kemoterapi dengan Derajat Neuropati pada Pasien Keganasan
Hubungan Jenis dan Siklus Kemoterapi dengan Derajat Neuropati pada Pasien Keganasan
Abstract: Antineoplastic chemotherapy agents in cancer treatment can cause peripheral neuropathy. Antineoplastic agents associated with chemotherapy-induced peripheral neuropathy i...
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Neuropati Diabetik
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Kejadian Neuropati Diabetik
Neuropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskuler yang paling sering terjadi pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), diperkirakan sebagian dari penderita DMT2 mengalami kom...
Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Respon Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Non Ulkus
Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Respon Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Non Ulkus
Neuropati merupakan sekelompok penyakit yang mempengaruhi semua jenis saraf. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yang timbul akibat adanya neuropati d...
KEADILAN SEBAGAI TUJUAN PENEGAKAN HUKUM
KEADILAN SEBAGAI TUJUAN PENEGAKAN HUKUM
Pandangan masyarakat pada umumnyasepakat bahwa penegakan hukum hingga saat inibelum memuaskan, penegakan hukum masih jauhdari rasa keadilan, ada pula yang berpendapatbahwa penegaka...
Esensi dan Aktualisasi Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia: Peradilan bagi Kasus Munir
Esensi dan Aktualisasi Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia: Peradilan bagi Kasus Munir
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sepenuhnya mendukung dan menjunjung tinggi penegakan Hak Asasi Manusia. Namun dalam sejarahnya, penegakan HAM di Indonesia dirasa belum mem...
Hubungan Potensi Nyeri Nosiseptif dan Neuropati Dengan Usia Kehamilan Pada Ibu Hamil
Hubungan Potensi Nyeri Nosiseptif dan Neuropati Dengan Usia Kehamilan Pada Ibu Hamil
Perubahan fisiologis selama kehamilan dapat menyebabkan keluhan neurologi, seperti nyeri. Nyeri seringkali menjadi keluhan selama kehamilan. Nyeri nosiseptif dapat muncul karena st...
Penegakan Hukum dan Kedaulatan Pada Wilayah Perbatasan Negara Oleh Tentara Nasional Indonesia di Provinsi Sulawesi Utara
Penegakan Hukum dan Kedaulatan Pada Wilayah Perbatasan Negara Oleh Tentara Nasional Indonesia di Provinsi Sulawesi Utara
Sulawesi Utara sebagai salah satu wilayah Republik Indonesia memiliki kawasan laut yang luas dan berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga. Potensi alam besar yang bersumbe...

Back to Top