Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dunia Pendidikan dan Pengembangan Daya Kreatif

View through CrossRef
Arus global memberi pengaruh kuat terhadap kebijakan, praktik, dan kelembagaan pendidikan. Pendidikan dihadapkan kepada tuntutan fleksibilitas dan adaptasiuntuk menyahuti tuntutan dan kesempatan dunia kerja. Kegiatan kelas (pembelajaran) hendaknya   memberi  peserta didik bekal yang diperlukan untuk hidup berdampingan dengan mereka yang berlatarbelakang sosio-kultural, politik, ideologi dan agama yang beragam. Daya Kreatif (creatrive power) yang mencakup berpikir kreatif, sikap kreatif (creative behavior) dan amaliah kreatif merupakan anugrah Tuhan kepada setiap individu  yang diperlukan dalam menghadapi kehidupan. Pengaktualan daya kreatif sangat dipengaruhi banyak faktor seperti pendekatan dan model pendidikan yang diberikan.  Pengembangan kreatifitas dalam kelas (pembelajaran) akan menghasilkan peserta didik kreatif dan peserta didik kreatif pada umumnya memiliki kemampuan lebih tinggi  dan tangguh dibanding peserta didik biasa [tidak kreatif]. Kemampuan berfikir kreatif sebagai komponen kreatif akan menghasilkan pembelajaran efektif atau lebih jauh mengembangkan daya nalar tinggi yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan pembelajaran. Pengembangan potensi kreatif peserta didik akan menghasilkan superior learning. Hal tersebut akan terwujud mankala  (a) guru-pendidik dibekali dengan kompetensi mengajar kreatif, (b)  Pemimpin sekolah memberi peluang atau kebebasan dan restu kepada warga masyarakat sekolah (guru, peserta didik, staf) mengekspresikan kreatifitasnya, (c) lingkugan fisik dan sosial  dan fasilitas sarana yang mendukung terhadap penumbuhan daya kreatif peserta didik.
Title: Dunia Pendidikan dan Pengembangan Daya Kreatif
Description:
Arus global memberi pengaruh kuat terhadap kebijakan, praktik, dan kelembagaan pendidikan.
Pendidikan dihadapkan kepada tuntutan fleksibilitas dan adaptasiuntuk menyahuti tuntutan dan kesempatan dunia kerja.
Kegiatan kelas (pembelajaran) hendaknya   memberi  peserta didik bekal yang diperlukan untuk hidup berdampingan dengan mereka yang berlatarbelakang sosio-kultural, politik, ideologi dan agama yang beragam.
Daya Kreatif (creatrive power) yang mencakup berpikir kreatif, sikap kreatif (creative behavior) dan amaliah kreatif merupakan anugrah Tuhan kepada setiap individu  yang diperlukan dalam menghadapi kehidupan.
Pengaktualan daya kreatif sangat dipengaruhi banyak faktor seperti pendekatan dan model pendidikan yang diberikan.
  Pengembangan kreatifitas dalam kelas (pembelajaran) akan menghasilkan peserta didik kreatif dan peserta didik kreatif pada umumnya memiliki kemampuan lebih tinggi  dan tangguh dibanding peserta didik biasa [tidak kreatif].
Kemampuan berfikir kreatif sebagai komponen kreatif akan menghasilkan pembelajaran efektif atau lebih jauh mengembangkan daya nalar tinggi yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan pembelajaran.
Pengembangan potensi kreatif peserta didik akan menghasilkan superior learning.
Hal tersebut akan terwujud mankala  (a) guru-pendidik dibekali dengan kompetensi mengajar kreatif, (b)  Pemimpin sekolah memberi peluang atau kebebasan dan restu kepada warga masyarakat sekolah (guru, peserta didik, staf) mengekspresikan kreatifitasnya, (c) lingkugan fisik dan sosial  dan fasilitas sarana yang mendukung terhadap penumbuhan daya kreatif peserta didik.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
PANDUAN METODE KREATIF DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
PANDUAN METODE KREATIF DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Penelitian Panduan Metode Kreatif Dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan ini dilatar belakangi oleh permasalahan dan kebutuhan pendidik, tuntuta...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PETA JALAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN PROMOSI DAN PEMASARAN DESTINASI WISATA KOTA SABANG
PETA JALAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN PROMOSI DAN PEMASARAN DESTINASI WISATA KOTA SABANG
Sektor ekonomi kreatif dinilai mampu mempertegas dan memperkaya identitas  nasional bangsa Indonesia karena dapat memadukan ide, seni, dan inovasi berbasis  teknologi dan budaya ya...
Analisis Strategi Pengembangan Industri Kreatif Digital di Kota Balikpapan
Analisis Strategi Pengembangan Industri Kreatif Digital di Kota Balikpapan
Industri kreatif adalah suatu proses ekonomi yang mana termasuk di dalamnya proses produksi dan distribusi yang membutuhkan gagasan atau ide kreatif. Kota Balikpapan memiliki poten...
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN ENDED MENGGUNAKAN MODEL JUCAMA
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN ENDED MENGGUNAKAN MODEL JUCAMA
Perkembangan teknologi dan informasi pada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan buah dari kemampuan berpikir kreatif individu. Kemampuan berpikir kreatif individu didorong kein...

Back to Top