Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji Sitotoksisitas Sampel Air Cekdam Universitas Padjadjaran Menggunakan Bioindikator Allium cepa L.

View through CrossRef
Allium cepa L. (bawang bombay) sangat efektif untuk digunakan dalam pengujian sitotoksisitas dan genotoksisitas. Uji sitotoksisitas dilakukan di Cekdam Universitas Padjadjaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sitotoksisitas air Cekdam Unpad berdasarkan indeks mitosis dan macam aberasi kromosom yang terdapat pada sel akar bawang bombay. Bawang bombay ditanam terlebih dahulu pada air sampel yang telah diambil dari empat titik  di Cekdam Unpad, yaitu inlet, outlet, kanan, dan kiri. Preparat sel akar bawang bombay dibuat dengan menggunakan teknik squashing. Indeks mitosis dianalisis dengan analisis of varians (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Jenis aberasi kromosom dijelaskan secara deskriptif.  Nilai indeks mitosis meningkat dari bagian inlet (42,74%), kanan (45,46%), kiri (44,58%), dan outlet (44,22%) dengan indeks mitosis kontrol adalah 75,28%. Selisih nilai indeks mitosis antara inlet, kanan, kiri, dan outlet dengan kontrol secara berturut-turut adalah 32,54%, 29,82%, 30,70%, dan 31,06% yang menunjukkan tingkat sitotoksisitas air pada bagian tersebut memiliki efek subletal terhadap sel akar bawang bombay. Berdasarkan uji Duncan, indeks mitosis mengalami penurunan secara signifikan pada sampel inlet dan outlet cekdam. Hal ini menunjukkan bahwa pada sampel bagian inlet dan outlet diduga terdapat zat-zat yang dapat menghambat proses pembelahan sel mitosis. Jenis aberasi kromosom yang teramati sebanyak 4 jenis, yaitu binucleated, bridge anaphase, sticky, dan multipolar anaphase. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa A. cepa L. dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran air, khususnya pada cekdam Unpad, oleh zat-zat yang dapat menghambat pembelahan sel.
Title: Uji Sitotoksisitas Sampel Air Cekdam Universitas Padjadjaran Menggunakan Bioindikator Allium cepa L.
Description:
Allium cepa L.
(bawang bombay) sangat efektif untuk digunakan dalam pengujian sitotoksisitas dan genotoksisitas.
Uji sitotoksisitas dilakukan di Cekdam Universitas Padjadjaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sitotoksisitas air Cekdam Unpad berdasarkan indeks mitosis dan macam aberasi kromosom yang terdapat pada sel akar bawang bombay.
Bawang bombay ditanam terlebih dahulu pada air sampel yang telah diambil dari empat titik  di Cekdam Unpad, yaitu inlet, outlet, kanan, dan kiri.
Preparat sel akar bawang bombay dibuat dengan menggunakan teknik squashing.
Indeks mitosis dianalisis dengan analisis of varians (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan.
Jenis aberasi kromosom dijelaskan secara deskriptif.
  Nilai indeks mitosis meningkat dari bagian inlet (42,74%), kanan (45,46%), kiri (44,58%), dan outlet (44,22%) dengan indeks mitosis kontrol adalah 75,28%.
Selisih nilai indeks mitosis antara inlet, kanan, kiri, dan outlet dengan kontrol secara berturut-turut adalah 32,54%, 29,82%, 30,70%, dan 31,06% yang menunjukkan tingkat sitotoksisitas air pada bagian tersebut memiliki efek subletal terhadap sel akar bawang bombay.
Berdasarkan uji Duncan, indeks mitosis mengalami penurunan secara signifikan pada sampel inlet dan outlet cekdam.
Hal ini menunjukkan bahwa pada sampel bagian inlet dan outlet diduga terdapat zat-zat yang dapat menghambat proses pembelahan sel mitosis.
Jenis aberasi kromosom yang teramati sebanyak 4 jenis, yaitu binucleated, bridge anaphase, sticky, dan multipolar anaphase.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa A.
cepa L.
dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran air, khususnya pada cekdam Unpad, oleh zat-zat yang dapat menghambat pembelahan sel.

Related Results

Identification and characterization of Allium cepa potential intron polymorphism markers
Identification and characterization of Allium cepa potential intron polymorphism markers
Abstract Allium cepa is a widely grown crop for its spice and culinary properties. For molecular breeding of Allium cepa and its improvement, mining and utilization of vari...
Meta-Analysis: Impact of AMF Colonization on Allium Species
Meta-Analysis: Impact of AMF Colonization on Allium Species
With available data, this meta-analysis assessed the effects of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) inoculation on wellresearched Allium species related to the under-researched Alli...
STRATEGI ADAPTASI ALLIUM TANGERANG HOTEL PADA MASA PANDEMI COVID-19
STRATEGI ADAPTASI ALLIUM TANGERANG HOTEL PADA MASA PANDEMI COVID-19
The COVID-19 pandemic that occurred in March 2020 resulted in a drastic decrease in the occupancy rate of Allium Tangerang Hotel. In April 2020, the room occupancy rate has dropped...
Extraction and Evaluation of Alium Cepa for pharmacological action
Extraction and Evaluation of Alium Cepa for pharmacological action
Allium cepa L”has been reported for several biochemical constituents. The basic bioactive chemicals are quercetin, flavanols, flavanoids ,sulphur compound etc. The bulb part of oni...
Allium Cepa (Onion) Extract Enhances and Protects Testicular Function and Architecture against Paraquat Induced Oxidative Damage.
Allium Cepa (Onion) Extract Enhances and Protects Testicular Function and Architecture against Paraquat Induced Oxidative Damage.
Allium cepa (A. cepa) is consumed for its health benefits. This study investigated the therapeutic potentials of ethanolic extract of A. cepa bulbs against paraquat-induced testicu...
Providing Some Pharmacopoeial Standards for Nigerian Allium cepa Var. cepa Linn
Providing Some Pharmacopoeial Standards for Nigerian Allium cepa Var. cepa Linn
The essence of standardization of medicinal plants is to produce herbal medicines with acceptable safety, efficacy, quality and reproducibility. Allium cepa var. cepa L. (Amaryllid...

Back to Top