Javascript must be enabled to continue!
Penerapan model problem-based learning untuk meningkatkan hasil belajar matematika dalam materi bentuk aljabar
View through CrossRef
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang kompeten dan berdaya saing. Namun, lemahnya proses pembelajaran sering kali menghambat pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Matematika, sebagai mata pelajaran fundamental, juga sering dianggap sulit, terutama pada materi bentuk aljabar. Problem-based learning (PBL) adalah model pembelajaran berbasis masalah nyata yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP IT Lekor dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas IX yang mengikuti pembelajaran bentuk aljabar menggunakan model PBL dengan bantuan LKPD. Model PBL diterapkan melalui lima tahap: orientasi pada masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan kelompok, pengembangan hasil, dan evaluasi. Hasil dari 2penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa mencapai 77, dengan nilai tertinggi 85 dan terendah 70, yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Aktivitas kelompok juga menunjukkan peningkatan kerja sama, berpikir kritis, dan keaktifan. Penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk aljabar. PBL menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan, sehingga layak direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran matematika.
Education has an important role in shaping a competent and competitive generation. However, the weak learning process often hinders the development of students' critical and creative thinking skills. Mathematics, as a fundamental subject, is also often considered difficult, especially in algebraic form material. Problem-based learning (PBL) is a real problem-based learning model designed to improve students' critical, creative, and problem-solving skills. This research was conducted at SMP IT Lekor with a quantitative descriptive approach. The subject of the study was 32 grade IX students who participated in learning algebraic forms using the PBL model with the help of LKPD. The PBL model is applied through five stages: problem-oriented, student organization, group investigation, outcome development, and evaluation. The results showed that the average student score reached 77, with the highest score of 85 and the lowest score of 70, which met the minimum completeness criteria (KKM). Group activities also showed increased cooperation, critical thinking, and activeness. The application of the PBL model can improve student learning outcomes in algebraic form material. PBL creates more active, interactive, and fun learning, so it deserves to be recommended as a math learning strategy.
Institut Pendidikan Indonesia
Title: Penerapan model problem-based learning untuk meningkatkan hasil belajar matematika dalam materi bentuk aljabar
Description:
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang kompeten dan berdaya saing.
Namun, lemahnya proses pembelajaran sering kali menghambat pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.
Matematika, sebagai mata pelajaran fundamental, juga sering dianggap sulit, terutama pada materi bentuk aljabar.
Problem-based learning (PBL) adalah model pembelajaran berbasis masalah nyata yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah siswa.
Penelitian ini dilakukan di SMP IT Lekor dengan pendekatan deskriptif kuantitatif.
Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas IX yang mengikuti pembelajaran bentuk aljabar menggunakan model PBL dengan bantuan LKPD.
Model PBL diterapkan melalui lima tahap: orientasi pada masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan kelompok, pengembangan hasil, dan evaluasi.
Hasil dari 2penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa mencapai 77, dengan nilai tertinggi 85 dan terendah 70, yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM).
Aktivitas kelompok juga menunjukkan peningkatan kerja sama, berpikir kritis, dan keaktifan.
Penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk aljabar.
PBL menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan, sehingga layak direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran matematika.
Education has an important role in shaping a competent and competitive generation.
However, the weak learning process often hinders the development of students' critical and creative thinking skills.
Mathematics, as a fundamental subject, is also often considered difficult, especially in algebraic form material.
Problem-based learning (PBL) is a real problem-based learning model designed to improve students' critical, creative, and problem-solving skills.
This research was conducted at SMP IT Lekor with a quantitative descriptive approach.
The subject of the study was 32 grade IX students who participated in learning algebraic forms using the PBL model with the help of LKPD.
The PBL model is applied through five stages: problem-oriented, student organization, group investigation, outcome development, and evaluation.
The results showed that the average student score reached 77, with the highest score of 85 and the lowest score of 70, which met the minimum completeness criteria (KKM).
Group activities also showed increased cooperation, critical thinking, and activeness.
The application of the PBL model can improve student learning outcomes in algebraic form material.
PBL creates more active, interactive, and fun learning, so it deserves to be recommended as a math learning strategy.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Nur fitrah
Nur fitrah
Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting, karena matematika sebagai mata pelajaran yang memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan merupakan sar...
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI BENTUK ALJABAR
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI BENTUK ALJABAR
Abstrak : Pemahaman aljabar memegang peran sentral dalam pembelajaran matematika, terutama di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan k...
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....
Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa MTs Miftahul Ulum Peganden
Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa MTs Miftahul Ulum Peganden
Di Indonesia, pembelajaran matematika masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Banyak siswa menghadapi tantangan saat memahami materi yang diajarkan, dan salah satu penyebab palin...
STRUKTUR DAN SIFAT- SIFAT Q-ALJABAR
STRUKTUR DAN SIFAT- SIFAT Q-ALJABAR
Aljabar abstrak merupakan bagian dari ilmu matematika yang mempelajari struktur aljabar. Pada umumnya struktur aljabar yang dibahas memenuhi sifat asosiatif seperti halnya pada gru...
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK MATERI ALJABAR BERDASARKAN TIPE KASTOLAN
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK MATERI ALJABAR BERDASARKAN TIPE KASTOLAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika realistik materi aljabar berdasarkan tipe Kastolan serta mengindentifikas...

