Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PRODUKTIVITAS GANDUM (Triticum aestivum L.) DAN CAISIM (Brassica rapa L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI

View through CrossRef
<p>Penelitian tumpangsari  gandum/caisim bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam gandum (<em>Triticum aestivum L</em>.) dan waktu penanaman caisim (<em>Brassica rapa L</em>.) terhadap produktivitas gandum dan caisim. Caisim ditanam satu baris diantara dua baris gandum. Sebagai pembanding terhadap hasil, ditanam gandum dan caisim secara tunggal. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)  faktorial dengan 3 ulangan. Perlakuan meliputi jarak tanam gandum 20cm x 25cm, 25cm x 25cm dan 30cm x 25cm dan waktu tanam caisim 9 minggu setelah tanam gandum (MSTg), 10 MSTg dan 11 MSTg. Penelitian ini dilakukan di lahan penelitian  BPTP Sumatera Barat, Arosuka dan Laboratorium Fisiologi Tanaman, Universitas Andalas, Padang. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam gandum dan waktu tanam caisim belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum dan caisim. Untuk Land Equivalent Rasio (LER) dan Area Time Equivalent Ratio (ATER) menunjukkan sistem tumpangsari gandum/caisim lebih menguntungkan dibandingkan penanaman secara monokultur dengan diperolehnya nilai LER dan ATER &gt;1, sedangkan dari perhitungan Nisbah Kompetisi (NK) tanaman gandum dan caisim diperoleh gandum merupakan komponen dominan dalam sistem tumpangari gandum/caisim.</p><p> </p><p>The research of intercropping wheat/caisim aims to determine the effect of plant spacing of wheat (<em>Triticum aestivum L.</em>) and time planting of caisim (<em>Brassica rapa L.</em>) on the productivity of wheat and caisim. Caisim planted a row between two rows of what. As a comparison of the results and wheat or caisim planted single. Experiment using a randomized block design (RAK) factorial with 3 replications. Treatment includes seed spacing 20cm x 25cm, 25cm x 25cm and 30cm x 25cm and planting time of caisim 9 weeks after planting wheat (MSTg), 10 MSTg and 11 MSTg. The research was conducted in BPTP trials field West Sumatera, Arosuka and Plant Physiology Laboratory, Andalas University in Padang. The result showed seed spacing and time of planting caisim not have any impact on the growth and yield of wheat and caisim. For the Land Equivalent Ratio (LER) and Area Time Equivalent Ratio (ATER) showed wheat cropping system/caisim more profitable than planting in monoculture with LER values obtained and ater &gt; 1, while the Ratio of Competition (NK) wheat crop and wheat gained caisim is the dominant component in the intercropping system wheat/caisim.</p>
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi - LLDIKTI - Wilayah X
Title: PRODUKTIVITAS GANDUM (Triticum aestivum L.) DAN CAISIM (Brassica rapa L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI
Description:
<p>Penelitian tumpangsari  gandum/caisim bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam gandum (<em>Triticum aestivum L</em>.
) dan waktu penanaman caisim (<em>Brassica rapa L</em>.
) terhadap produktivitas gandum dan caisim.
Caisim ditanam satu baris diantara dua baris gandum.
Sebagai pembanding terhadap hasil, ditanam gandum dan caisim secara tunggal.
Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)  faktorial dengan 3 ulangan.
Perlakuan meliputi jarak tanam gandum 20cm x 25cm, 25cm x 25cm dan 30cm x 25cm dan waktu tanam caisim 9 minggu setelah tanam gandum (MSTg), 10 MSTg dan 11 MSTg.
Penelitian ini dilakukan di lahan penelitian  BPTP Sumatera Barat, Arosuka dan Laboratorium Fisiologi Tanaman, Universitas Andalas, Padang.
Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam gandum dan waktu tanam caisim belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum dan caisim.
Untuk Land Equivalent Rasio (LER) dan Area Time Equivalent Ratio (ATER) menunjukkan sistem tumpangsari gandum/caisim lebih menguntungkan dibandingkan penanaman secara monokultur dengan diperolehnya nilai LER dan ATER &gt;1, sedangkan dari perhitungan Nisbah Kompetisi (NK) tanaman gandum dan caisim diperoleh gandum merupakan komponen dominan dalam sistem tumpangari gandum/caisim.
</p><p> </p><p>The research of intercropping wheat/caisim aims to determine the effect of plant spacing of wheat (<em>Triticum aestivum L.
</em>) and time planting of caisim (<em>Brassica rapa L.
</em>) on the productivity of wheat and caisim.
Caisim planted a row between two rows of what.
As a comparison of the results and wheat or caisim planted single.
Experiment using a randomized block design (RAK) factorial with 3 replications.
Treatment includes seed spacing 20cm x 25cm, 25cm x 25cm and 30cm x 25cm and planting time of caisim 9 weeks after planting wheat (MSTg), 10 MSTg and 11 MSTg.
The research was conducted in BPTP trials field West Sumatera, Arosuka and Plant Physiology Laboratory, Andalas University in Padang.
The result showed seed spacing and time of planting caisim not have any impact on the growth and yield of wheat and caisim.
For the Land Equivalent Ratio (LER) and Area Time Equivalent Ratio (ATER) showed wheat cropping system/caisim more profitable than planting in monoculture with LER values obtained and ater &gt; 1, while the Ratio of Competition (NK) wheat crop and wheat gained caisim is the dominant component in the intercropping system wheat/caisim.
</p>.

Related Results

Metabolic composition of endophytes contributed to the effect of Brassica rapa L. in improving immunity
Metabolic composition of endophytes contributed to the effect of Brassica rapa L. in improving immunity
Abstract Background. As a medicinal plant, Brassica rapa L. contains various valuable metabolites and endophytes, and has been widely used in Northwest China. However, the...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hasil Dan Nisbah Kesetaraan Lahan Tumpangsari Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Dengan Kacang-Kacangan Di Lahan Kering
Hasil Dan Nisbah Kesetaraan Lahan Tumpangsari Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Dengan Kacang-Kacangan Di Lahan Kering
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tumpangsari cabai merah (Capsicum annum L.) dengan tanaman kacang-kacangan terhadap pertumbuhan, hasil dan nisbah kesetaraan lah...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Penyakit Bukan Utama Tanaman Gandum di Kabupaten Timor Tengah Utara
Penyakit Bukan Utama Tanaman Gandum di Kabupaten Timor Tengah Utara
Gandum (Triticum spp.) adalah tanaman serealia, memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Wilayah Timor Tengah Utara mempunyai prospek bagi pengembangan gandum. Keberadaan patog...
Morphological characterization of Mongolian local common wheat (Triticum. Aestivum) species
Morphological characterization of Mongolian local common wheat (Triticum. Aestivum) species
The common wheat is one of the most important food crops and cultivated for more than 2000 years in Mongolia that are evidenced in the books of ancient scholars and archeological f...
Penelusuran Pustaka Potensi Sayuran dari Genus Brassica sebagai Antibakteri
Penelusuran Pustaka Potensi Sayuran dari Genus Brassica sebagai Antibakteri
Abstract. The genus Brassica is one of the largest genera of flowering plants, which has more than 3000 species distributed worldwide. In addition, in this genus Brassica there are...

Back to Top