Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

View through CrossRef
Pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkatkan ukuran ekonomi, tetapi juga variasi teknologi yang digunakan dalam produksi, indikator tersebut ditangkap oleh Economic Complexity Index (ECI). Setiap negara berusaha meningkatkan kompleksitas ekonominya melalui sektor industri untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, sumber energi berasal dari batu bara dan minyak bumi sehingga menghasilkan emisi yang tinggi. Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah kompleksitas ekonomi dapat menurunkan emisi dengan menggunakan pendekatan Environmental Kuznets Curve (EKC). Metode penelitian yang digunakan adalah Fully Modified OLS (FMOLS) dan Dynamic OLS (DOLS) untuk 18 negara G20 terpilih dari tahun 1995-2020. Hasil penelitian bahwa kompleksitas ekonomi dapat menurunkan emisi karbon dioksida setelah melewati titik balik dalam jangka panjang, baik untuk negara maju maupun berkembang G20. Selain itu, untuk negara maju G20, FDI dan energi terbarukan berkontribusi dalam mengurangi emisi. Namun, negara berkembang G20, FDI dan energi terbarukan justru meningkatkan emisi karbon dioksida. Studi ini menyarankan bahwa inovasi teknologi rendah emisi perlu dioptimalkan melalui FDI untuk negara maju G20. Selain itu, negara berkembang G20, perlu memperkuat kerja sama transisi energi G20, khususnya pembiayaan investasi rendah emisi.
Title:
Description:
Pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkatkan ukuran ekonomi, tetapi juga variasi teknologi yang digunakan dalam produksi, indikator tersebut ditangkap oleh Economic Complexity Index (ECI).
Setiap negara berusaha meningkatkan kompleksitas ekonominya melalui sektor industri untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, sumber energi berasal dari batu bara dan minyak bumi sehingga menghasilkan emisi yang tinggi.
Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah kompleksitas ekonomi dapat menurunkan emisi dengan menggunakan pendekatan Environmental Kuznets Curve (EKC).
Metode penelitian yang digunakan adalah Fully Modified OLS (FMOLS) dan Dynamic OLS (DOLS) untuk 18 negara G20 terpilih dari tahun 1995-2020.
Hasil penelitian bahwa kompleksitas ekonomi dapat menurunkan emisi karbon dioksida setelah melewati titik balik dalam jangka panjang, baik untuk negara maju maupun berkembang G20.
Selain itu, untuk negara maju G20, FDI dan energi terbarukan berkontribusi dalam mengurangi emisi.
Namun, negara berkembang G20, FDI dan energi terbarukan justru meningkatkan emisi karbon dioksida.
Studi ini menyarankan bahwa inovasi teknologi rendah emisi perlu dioptimalkan melalui FDI untuk negara maju G20.
Selain itu, negara berkembang G20, perlu memperkuat kerja sama transisi energi G20, khususnya pembiayaan investasi rendah emisi.

Back to Top