Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN RESPONS TIME DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN KECELAKAAN DI INSTALASI GAWAT DARURAT
View through CrossRef
Pendahuluan: Pelayanan pasien IGD harus mendapatkan respons time < 5 menit dari petugas kesehatan. Petugas kesehatan khususnya perawat IGD harus dapat berkomunikasi dengan baik kepada pasien dan keluarganya, sehingga mengurangi kecemasan mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan respons time dan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel pada penelitian respon time, komunikasi terapeutik dan kecemasan keluarga pasien. Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang terdiri dari keluarga pasien kecelakaan. Instrumen menggunakan lembar observasi respon time, kuesioner komunikasi terapeutik perawat, dan Zung-Self Rating Anxiety Scale (SAS). Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Penelitian menunjukkan respon time perawat < 5 menit (83,3%) dan perawat melaksanakan komunikasi terapeutik (76,7%) sedangkan tingkat kecemasan keluarga sebanyak berada pada kategori sedang (60%). Ada hubungan respons time dan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga, p value 0,047 dan 0,00 < 0,05 dan nilai r 0,365 dan 0,676. Kesimpulan: Respons time dan komunikasi terapeutik yang baik dari perawat, merupakan suatu tindakan yang diperlukan dalam mengontrol tingkat kecemasan keluarga yang anggota keluarganya mengalami kecelakaan lalu lintas
STIKES Intan Martapura
Title: HUBUNGAN RESPONS TIME DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN KECELAKAAN DI INSTALASI GAWAT DARURAT
Description:
Pendahuluan: Pelayanan pasien IGD harus mendapatkan respons time < 5 menit dari petugas kesehatan.
Petugas kesehatan khususnya perawat IGD harus dapat berkomunikasi dengan baik kepada pasien dan keluarganya, sehingga mengurangi kecemasan mereka.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan respons time dan komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional.
Variabel pada penelitian respon time, komunikasi terapeutik dan kecemasan keluarga pasien.
Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang terdiri dari keluarga pasien kecelakaan.
Instrumen menggunakan lembar observasi respon time, kuesioner komunikasi terapeutik perawat, dan Zung-Self Rating Anxiety Scale (SAS).
Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho.
Hasil: Penelitian menunjukkan respon time perawat < 5 menit (83,3%) dan perawat melaksanakan komunikasi terapeutik (76,7%) sedangkan tingkat kecemasan keluarga sebanyak berada pada kategori sedang (60%).
Ada hubungan respons time dan komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga, p value 0,047 dan 0,00 < 0,05 dan nilai r 0,365 dan 0,676.
Kesimpulan: Respons time dan komunikasi terapeutik yang baik dari perawat, merupakan suatu tindakan yang diperlukan dalam mengontrol tingkat kecemasan keluarga yang anggota keluarganya mengalami kecelakaan lalu lintas.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO
Pelayanan keperawatan gawat darurat meliputi pelayanan keperawatan yang ditujukan kepada pasien gawat darurat yaitu pasien dalam keadaan gawat dan mengancam nyawa. Perawat yang ber...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
Hubungan Komunikasi Terapeutik Bidan Dengan Kecemasan Ibu Bersalin Di Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala Tahun 2021
Hubungan Komunikasi Terapeutik Bidan Dengan Kecemasan Ibu Bersalin Di Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala Tahun 2021
Persalinan merupakan salah satu masa yang cukup berat bagi ibu. Proses persalinan layaknya sebuah pertaruhan hidup dan mati seorang ibu. Rasa cemas, panik, dan takut yang melanda d...
Gambaran Pengetahuan Perawat Terhadap Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Puskesmas Pekanbaru
Gambaran Pengetahuan Perawat Terhadap Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Puskesmas Pekanbaru
Sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) merupakan sebuah sistem untuk menanggulangi pasien dalam keadaaan kondisi gawat darurat yang terdiri dari beberapa unsur seperti...
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Ketidakberdayaan Pasien Stroke
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Ketidakberdayaan Pasien Stroke
Abstrak
Stroke menjadi penyakit serebrovaskular utama di Indonesia dan banyak negara di dunia, yang menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia. Salah satu masalah psikologis yang...

