Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Konflik dan Resolusinya pada Perpecahan Etnis Porodisa di Kota Salatiga

View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis konflik dan proses resolusi yang terjadi dalam perpecahan etnis Porodisa di Kota Salatiga, yang melahirkan organisasi baru bernama PERSADA. Konflik ini dipicu oleh kontroversi terkait perubahan identitas organisasi, seperti penggantian nama, logo, dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tanpa melibatkan seluruh anggota. Meskipun Porodisa awalnya berfungsi sebagai wadah kebersamaan bagi mahasiswa asal Talaud, ketidakpuasan yang muncul akibat keputusan sepihak menyebabkan terjadinya perpecahan. Melalui metode kualitatif yang mengandalkan wawancara, observasi, dan dokumentasi, analisis dilakukan berdasarkan Teori Segitiga Konflik Johan Galtung yang memberikan pemahaman tentang interaksi antara sikap, perilaku, dan kontradiksi, dapat membantu dalam merumuskan strategi resolusi konflik yang lebih efektif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun Porodisa dan PERSADA kini beroperasi sebagai entitas terpisah, terdapat niat yang kuat dari kedua belah pihak untuk membangun kembali hubungan yang harmonis. Proses resolusi konflik dianjurkan melalui dialog terbuka dan mediasi oleh pihak ketiga yang netral, mencerminkan pendekatan peacemaking Galtung, guna menciptakan lingkungan yang inklusif dan konstruktif. Dengan penekanan pada komunikasi yang transparan dan partisipasi semua anggota dalam pengambilan keputusan, penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan dan keharmonisan di dalam organisasi sangat bergantung pada keterlibatan serta kepekaan terhadap kebutuhan bersama. Hal ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan memastikan keberlangsungan kelompok di masa depan.
Title: Analisis Konflik dan Resolusinya pada Perpecahan Etnis Porodisa di Kota Salatiga
Description:
Penelitian ini menganalisis konflik dan proses resolusi yang terjadi dalam perpecahan etnis Porodisa di Kota Salatiga, yang melahirkan organisasi baru bernama PERSADA.
Konflik ini dipicu oleh kontroversi terkait perubahan identitas organisasi, seperti penggantian nama, logo, dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tanpa melibatkan seluruh anggota.
Meskipun Porodisa awalnya berfungsi sebagai wadah kebersamaan bagi mahasiswa asal Talaud, ketidakpuasan yang muncul akibat keputusan sepihak menyebabkan terjadinya perpecahan.
Melalui metode kualitatif yang mengandalkan wawancara, observasi, dan dokumentasi, analisis dilakukan berdasarkan Teori Segitiga Konflik Johan Galtung yang memberikan pemahaman tentang interaksi antara sikap, perilaku, dan kontradiksi, dapat membantu dalam merumuskan strategi resolusi konflik yang lebih efektif.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun Porodisa dan PERSADA kini beroperasi sebagai entitas terpisah, terdapat niat yang kuat dari kedua belah pihak untuk membangun kembali hubungan yang harmonis.
Proses resolusi konflik dianjurkan melalui dialog terbuka dan mediasi oleh pihak ketiga yang netral, mencerminkan pendekatan peacemaking Galtung, guna menciptakan lingkungan yang inklusif dan konstruktif.
Dengan penekanan pada komunikasi yang transparan dan partisipasi semua anggota dalam pengambilan keputusan, penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan dan keharmonisan di dalam organisasi sangat bergantung pada keterlibatan serta kepekaan terhadap kebutuhan bersama.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan memastikan keberlangsungan kelompok di masa depan.

Related Results

TELAAH KONFLIK DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE
TELAAH KONFLIK DALAM NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH KARYA TERE LIYE
AbstrakRumusan masalah adalah bagaimanakah konflik-konflik, faktor penyebab konflik, dan penyelesaian konflik yang terdapat dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye be...
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PERNIKAHAN PASANGAN BEDA ETNIS
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PERNIKAHAN PASANGAN BEDA ETNIS
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui Komunikasi Lintas Budaya Pernikahan Pasangan Beda Etnis di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di Karawang pada pasan...
Rendahnya Partisipasi Masyarakat Kota Salatiga dalam Penanganan dan Pengelolaan Sampah Plastik
Rendahnya Partisipasi Masyarakat Kota Salatiga dalam Penanganan dan Pengelolaan Sampah Plastik
Pada saat ini, sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan yang yang mengancam kelestarian planet bumi dan kehidupan makhluk yang hidup di atas dan di dalamnya. Kare...
ANALISIS KONFLIK ANTARA DUA KELOMPOK PREMAN DI MAJALAYA
ANALISIS KONFLIK ANTARA DUA KELOMPOK PREMAN DI MAJALAYA
Perbedaan yang ada di masyarakat menjadi suatu keunikan yang perlu dijaga sekaligus merupakan ancaman bagi kesatuan bangsa. Perbedaan menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik...
POLITIK ETNISITAS DALAM PEMILU KADA (Studi Kasus Dalam Pelaksanaan Pemilu Kada Bupati dan Wakil Bupati di Pasaman Provinsi Sumatera Barat)
POLITIK ETNISITAS DALAM PEMILU KADA (Studi Kasus Dalam Pelaksanaan Pemilu Kada Bupati dan Wakil Bupati di Pasaman Provinsi Sumatera Barat)
Kekisruhan Pemilu Kada tahun 2010 dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Pasaman yang menimbulkan persaingan antar kandidat serta menguatnya sentimen keetnisan dan ke...
Keluarga Pendalungan, Keluarga Berbasis Budaya Madura Atau Jawa ?
Keluarga Pendalungan, Keluarga Berbasis Budaya Madura Atau Jawa ?
Masyarakat Pendalungan adalah komunitas yang cukup unik karena merupakan akulturasi dari etnis Jawa dan Madura. Sebagai komunitas yang unik maka masyarakat Pendalungan cukup menari...

Back to Top