Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PREFERENSI HABITAT MACAN TUTUL JAWA (Panthera pardus melas Cuvier 1809) DI JAWA BAGIAN BARAT

View through CrossRef
  Macan Tutul Jawa (Panthera pardus  melas Cuvier 1809) mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungannya, oleh karena itu satwa ini ditemukan di setiap tipe tutupan lahan seperti savana, padang rumput, semak, hutan hujan  tropis  berawa,  pegunungan   yang  terjal,  hutan  gugur  yang  kering,  hutan  konifer  sampai  sekitar pemukiman.  Meskipun  demikian,  dalam menempati  suatu habitat,  Macan  Tutul Jawa  memiliki  preferensi terhadap fitur-fitur  habitat tertentu untuk menjamin kelangsungan  hidupnya.    Penelitian  ini betujuan untuk mengetahui preferensi habitat Macan Tutul Jawa, dilihat dari tipe tutupan lahan, topografi, elevasi dan fungsi kawasan hutan. Uji Chi-square  (2) dilakukan untuk mengetahui signifikansi korelasi keberadaan Macan Tutul Jawa dengan fitur habitat tertentu. Indeks Neu dihitung untuk mengetahui  fitur habitat yang paling disukai oleh  Macan  Tutul  Jawa.  Hasil  penelitian  ini menemukan  bahwa  Macan  Tutul  Jawa  memiliki  preferensi terhadap  tipe  tutupan  lahan,  topografi,  elevasi  dan fungsi  kawasan  hutan.  Preferensi  ini diduga  berkaitan dengan ketersediaan satwa mangsa, lindungan (cover) dan tingkat keamanan dari gangguan manusia. Macan Tutul Jawa menyukai  tipe hutan primer  di daerah  pegunungan  dengan  ketinggian  lebih dari 1.000 m dpl, berlereng curam dan terlindungi dengan status sebagai kawasan konservasi yang jauh dari gangguan aktivitas manusia.
Asosiasi Peneliti dan Teknisi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia
Title: PREFERENSI HABITAT MACAN TUTUL JAWA (Panthera pardus melas Cuvier 1809) DI JAWA BAGIAN BARAT
Description:
  Macan Tutul Jawa (Panthera pardus  melas Cuvier 1809) mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungannya, oleh karena itu satwa ini ditemukan di setiap tipe tutupan lahan seperti savana, padang rumput, semak, hutan hujan  tropis  berawa,  pegunungan   yang  terjal,  hutan  gugur  yang  kering,  hutan  konifer  sampai  sekitar pemukiman.
 Meskipun  demikian,  dalam menempati  suatu habitat,  Macan  Tutul Jawa  memiliki  preferensi terhadap fitur-fitur  habitat tertentu untuk menjamin kelangsungan  hidupnya.
    Penelitian  ini betujuan untuk mengetahui preferensi habitat Macan Tutul Jawa, dilihat dari tipe tutupan lahan, topografi, elevasi dan fungsi kawasan hutan.
Uji Chi-square  (2) dilakukan untuk mengetahui signifikansi korelasi keberadaan Macan Tutul Jawa dengan fitur habitat tertentu.
Indeks Neu dihitung untuk mengetahui  fitur habitat yang paling disukai oleh  Macan  Tutul  Jawa.
 Hasil  penelitian  ini menemukan  bahwa  Macan  Tutul  Jawa  memiliki  preferensi terhadap  tipe  tutupan  lahan,  topografi,  elevasi  dan fungsi  kawasan  hutan.
 Preferensi  ini diduga  berkaitan dengan ketersediaan satwa mangsa, lindungan (cover) dan tingkat keamanan dari gangguan manusia.
Macan Tutul Jawa menyukai  tipe hutan primer  di daerah  pegunungan  dengan  ketinggian  lebih dari 1.
000 m dpl, berlereng curam dan terlindungi dengan status sebagai kawasan konservasi yang jauh dari gangguan aktivitas manusia.

Related Results

Conflict between humans and leopards (Panthera pardus melas Cuvier, 1809) in Western Java, Indonesia
Conflict between humans and leopards (Panthera pardus melas Cuvier, 1809) in Western Java, Indonesia
Gunawan H, Iskandar S, Sihombing VS, Wienanto R. 2017. Conflict between humans and leopards (Panthera pardus melas Cuvier, 1809) in Western Java, Indonesia. Biodiversitas 18: 652-6...
Diversity of medium and large-sized mammals across habitats and seasons in the Faragosa-Fura landscape, Gamo Zone, Southern Ethiopia
Diversity of medium and large-sized mammals across habitats and seasons in the Faragosa-Fura landscape, Gamo Zone, Southern Ethiopia
The survey was conducted from August 2019 to February 2020, aimed at assessing medium and large-sized mammals’ diversity, richness, and relative abundance in the Fura-Faragosa Land...
KEBIASAAN MAKANAN DAN OSMOREGULASI SEBAGAI LANDASAN DOMESTIKASI KEONG MACAN (Babylonia spirata L.)
KEBIASAAN MAKANAN DAN OSMOREGULASI SEBAGAI LANDASAN DOMESTIKASI KEONG MACAN (Babylonia spirata L.)
Keong Macan (Babylonia spirata L.) merupakan sumberdaya hayati yang memiliki nilai ekonomis karena banyak mengandung protein, kandungan lendir yang sedikit, rasanya enak dan mudah ...
Sejarah Nahdlatul Ulama Jawa Barat: Dari Pesantren hingga Panggung Politik
Sejarah Nahdlatul Ulama Jawa Barat: Dari Pesantren hingga Panggung Politik
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam dengan pengikut terbesar di Indonesia bahkan di dunia, pendirian NU didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926 atas sumbangsih dari ...
Species diversity, population density and habitat association of large carnivores in Maze National Park, Ethiopia
Species diversity, population density and habitat association of large carnivores in Maze National Park, Ethiopia
Abstract Carnivores help to maintain ecological balance by preying on herbivores and ensuring the survival of plants. However, large carnivores are experiencing continuous ...
Altered mitochondrial function in fibroblasts containing MELAS or MERRF mitochondrial DNA mutations
Altered mitochondrial function in fibroblasts containing MELAS or MERRF mitochondrial DNA mutations
A number of human diseases are caused by inherited mitochondrial DNA mutations. Two of these diseases, MELAS (mitochondrial myopathy, encephalopathy, lactic acidosis and stroke-lik...

Back to Top