Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan Instrumen Penilaian Afektif Kemampuan Bernalar Kritis Peserta Didik Sekolah Menengah Atas
View through CrossRef
Bernalar kritis merupakan kemampuan belajar yang harus diajarkan pada peserta didik karena kemampuan ini sangat diperlukan dalam kehidupan. Bernalar kritis sebagai suatu proses kompleks yang melibatkan penerimaan dan penguasaan data, analisis data, dan evaluasi data. Tujuan penelitian untuk mengetahui 1) inovasi indikator instrumen penilaian; 2) mengkaji proses pengembangan instrumen penilaian; 3) pembakuan instrumen penilaian dari uji validitas dan reliabilitas; 4) efektifitas penggunaan instrumen penilaian. Jenis penelitian ini penelitian dan pengembangan. Subjek siswa kelas XI di SMAN 5 Yogyakarta. Prosedur pengembangan instrumen yakni: model hipotetis; validasi ahli; revisi; uji keterbacaan; instrumen final; dan efektifitas implementasi instrumen final. Analisis meliputi: validitas ahli uji Aikens; uji reliabilitas Cronbach Alpha; validitas isi; validitas konkuren; dan validitas konstruk analisis faktor dengan teknik Principal Component Analysis. Hasil penelitian, 1) Indikator instrumen yaitu mencari informasi, menilai informasi, kesimpulan, dan keputusan; 2) Guru mengevaluasi peserta didik bersifat subyektifitas; 3) pembakuan instrumen pengukuran terdiri atas 4 indikator sebanyak 20 butir. Instrumen telah melalui tahapan pembakuan, persyaratan validitas dan reliabilitas, uji validitas konstruk, diperoleh 4 faktor yang terbentuk; 4) Rata-rata bernalar kritis siswa SMAN 5 Yogyakarta 62,82 dan mayoritas 167 siswa (74,2%) termasuk kategori sangat tinggi.
Jompa Research and Development
Title: Pengembangan Instrumen Penilaian Afektif Kemampuan Bernalar Kritis Peserta Didik Sekolah Menengah Atas
Description:
Bernalar kritis merupakan kemampuan belajar yang harus diajarkan pada peserta didik karena kemampuan ini sangat diperlukan dalam kehidupan.
Bernalar kritis sebagai suatu proses kompleks yang melibatkan penerimaan dan penguasaan data, analisis data, dan evaluasi data.
Tujuan penelitian untuk mengetahui 1) inovasi indikator instrumen penilaian; 2) mengkaji proses pengembangan instrumen penilaian; 3) pembakuan instrumen penilaian dari uji validitas dan reliabilitas; 4) efektifitas penggunaan instrumen penilaian.
Jenis penelitian ini penelitian dan pengembangan.
Subjek siswa kelas XI di SMAN 5 Yogyakarta.
Prosedur pengembangan instrumen yakni: model hipotetis; validasi ahli; revisi; uji keterbacaan; instrumen final; dan efektifitas implementasi instrumen final.
Analisis meliputi: validitas ahli uji Aikens; uji reliabilitas Cronbach Alpha; validitas isi; validitas konkuren; dan validitas konstruk analisis faktor dengan teknik Principal Component Analysis.
Hasil penelitian, 1) Indikator instrumen yaitu mencari informasi, menilai informasi, kesimpulan, dan keputusan; 2) Guru mengevaluasi peserta didik bersifat subyektifitas; 3) pembakuan instrumen pengukuran terdiri atas 4 indikator sebanyak 20 butir.
Instrumen telah melalui tahapan pembakuan, persyaratan validitas dan reliabilitas, uji validitas konstruk, diperoleh 4 faktor yang terbentuk; 4) Rata-rata bernalar kritis siswa SMAN 5 Yogyakarta 62,82 dan mayoritas 167 siswa (74,2%) termasuk kategori sangat tinggi.
Related Results
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SD
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SD
Artikel jurnal ini membahas tentang Efektivitas Model PBL (Problem-Based Learning) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kemampuan berpikir kritis menjadi k...
Efektivitas Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa SD
Efektivitas Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa SD
Artikel jurnal ini membahas tentang Efektivitas Model PBL (Problem-Based Learning) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kemampuan berpikir kritis menjadi k...
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Survei Minat dan Motivasi dalam Mengikti Belajar Renang pada Peserta Didik Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran renang di Club Silimang Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggu...
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Terhadap Kemampuan Bernalar Kritis
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Terhadap Kemampuan Bernalar Kritis
Pendidikan dan pengajaran pada abad ke-21 saat ini di mana mengutamakan kreativitas dan juga kemampuan bernalar kritis peserta didik. Idealnya suatu proses pembelajaran harus mengu...
ANALISIS KEMAMPUAN GURU KELAS MELAKSANAKAN PENILAIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
ANALISIS KEMAMPUAN GURU KELAS MELAKSANAKAN PENILAIAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Penilaian yang dilaksanakan oleh guru masih didominasi oleh penilaian yang digunakan mengukur aspek kognitif yang bisa diterapkan dalam penilaian kurikulum. Atas dasar tersebut pen...
Pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Pengaruh Pendekatan Saintifik terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik, kemampuan menghubungkan kognitif dengan dunia luar sehingga mampu membuat keputusan, pe...
PENGARUH KELEKATAN GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BTQ DI MTS MADANI ALAUDDIN PAOPAO
PENGARUH KELEKATAN GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BTQ DI MTS MADANI ALAUDDIN PAOPAO
Artikel ini bertujuan: 1) Mendeskripsikan pengaruh kelekatan guru dan peserta didik terhadap motivasi menghafal al-Qur’an peserta didik pada mata pelajaran BTQ di MTs Madani Alaudd...
Karakteristik Peserta Didik Home Schooling Di Lembaga Bumi Baca Ceria
Karakteristik Peserta Didik Home Schooling Di Lembaga Bumi Baca Ceria
Pendidikan non-formal adalah pendidikan yang dilakukan di luar sistem pendidikan formal. Pendidikan non-formal dapat dilakukan secara berjenjang ataupun tidak berjenjang. Dan peser...

