Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Klasifikasi Jenis Penyakit Daun Teh Menggunakan Arsitekture VGG16

View through CrossRef
Perkembangan produksi teh di Indonesia semakin menurun setiap tahunnya. Penurunan produksi teh salah satunya disebabkan adanya serangan hama dan penyakit pada daun teh yang mempengaruhi hasil panen dan kualitas teh. Klasifikasi penyakit dauh teh sangat penting untuk mengetahui perawatan yang diperlukan dalam keberlanjutan sistem budidaya. Klasifikasi penyakit daun teh masih mengandalkan tenaga professional dan pengalaman kerja petani, hal ini akan memakan waktu, melelahkan dan tidak efisien. Beberapa tahun terakhir kemunculan algoritma pembelajaran mesin menyediakan sistem dukungan untuk klasifikasi penyakit daun teh. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi jenis  penyakit daun teh menggunakan arsitektur CNN VGG16. VGG16 memiliki score akurasi cukup tinggi, dan memiliki performa yang baik. Tahapan penelitian berupa pengumpulan data, data prepocessing, klasifikasi, evaluasi. Arsitektur VGG16 menghasilkan akurasi sebesar 94% dan nilai loss 0,2266% yang menujukkan bahwa arsitektur ini mampu melakukan klasifikasi penyakit dauh teh dengan baik yang ditunjukkan dengan hasil pengujian dari 36 data yang mana 35 data citra daun teh terdeteksi benar dan 1 citra terdeteksi dengan klasifikasi jenis penyakit yang salah.
Title: Klasifikasi Jenis Penyakit Daun Teh Menggunakan Arsitekture VGG16
Description:
Perkembangan produksi teh di Indonesia semakin menurun setiap tahunnya.
Penurunan produksi teh salah satunya disebabkan adanya serangan hama dan penyakit pada daun teh yang mempengaruhi hasil panen dan kualitas teh.
Klasifikasi penyakit dauh teh sangat penting untuk mengetahui perawatan yang diperlukan dalam keberlanjutan sistem budidaya.
Klasifikasi penyakit daun teh masih mengandalkan tenaga professional dan pengalaman kerja petani, hal ini akan memakan waktu, melelahkan dan tidak efisien.
Beberapa tahun terakhir kemunculan algoritma pembelajaran mesin menyediakan sistem dukungan untuk klasifikasi penyakit daun teh.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi jenis  penyakit daun teh menggunakan arsitektur CNN VGG16.
VGG16 memiliki score akurasi cukup tinggi, dan memiliki performa yang baik.
Tahapan penelitian berupa pengumpulan data, data prepocessing, klasifikasi, evaluasi.
Arsitektur VGG16 menghasilkan akurasi sebesar 94% dan nilai loss 0,2266% yang menujukkan bahwa arsitektur ini mampu melakukan klasifikasi penyakit dauh teh dengan baik yang ditunjukkan dengan hasil pengujian dari 36 data yang mana 35 data citra daun teh terdeteksi benar dan 1 citra terdeteksi dengan klasifikasi jenis penyakit yang salah.

Related Results

KOMPARASI SIFAT ANTIOKSIDATIF SEDUHAN TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH PRODUKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
KOMPARASI SIFAT ANTIOKSIDATIF SEDUHAN TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH PRODUKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
Teh merupakan minuman yang paling populer di masyarakat. Terdapat empat jenis teh : teh hijau, teh hitam, teh oolong, teh putih. Keempatnya dibedakan berdasarkan proses pengolahan....
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma
Pengendalian Kualitas pada Proses Pengolahan Teh Hijau Menggunakan Metode Lean Six Sigma
Teh hijau diproduksi dengan cara inaktivasi enzim polifenol oksidase pada daun teh pada suhu 90-110°C. Kualitas teh hijau dipengaruhi oleh kualitas pucuk yang digunakan untuk pengo...
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Teh Daun Kahawa
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kualitas Teh Daun Kahawa
Daun kahawa dapat dimanfaatkan sebagai pengganti daun teh. Daun kahawa mengandung alkaloida, saponin, flavonoida dan polifenol. Daun, buah dan akar Coffee mengandung saponin, flavo...
EVALUASI KESESUAIAN MUTU PRODUK TEH DENGAN PERSYARATAN STANDAR NASIONAL INDONESIA
EVALUASI KESESUAIAN MUTU PRODUK TEH DENGAN PERSYARATAN STANDAR NASIONAL INDONESIA
Indonesia merupakan produsen teh terbesar ke tujuh dunia dengan total produk mencapai 125 ribu ton pada 2016 yang berkontribusi sebesar 3% dari total produksi teh dunia. Kualitas p...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Pengaruh Citra Merek Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Teh Botol Sosro
Pengaruh Citra Merek Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Teh Botol Sosro
Brand image is one of teh key factors in influencing consumer buying behavior, especially in teh packaged beverage industry. Teh sosro bottle is one of teh most popular brands of t...

Back to Top