Javascript must be enabled to continue!
Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Materi Pendidikan Agama Kristen
View through CrossRef
The average attention span of students in the process of teaching and learning activities in class is between ten and twenty minutes. After that, the teacher reacts to being sleepy, disturbing friends, being busy with his own activities, going in and out of class and sometimes finding it difficult to return to a conducive state. This problem is very serious and has the potential to reduce students' interest in learning about Christian Religious Education subject matter. The Ice breaking learning strategy is able to change a passive atmosphere into an active one. This strategy can be used by teachers to increase students' interest in receiving the material presented. This research aims to determine the effectiveness of the ice breaking learning strategy in increasing students' interest in learning and returning students' attention to Christian Religious Education material. This research uses qualitative research based on library research. Researchers search for and analyze research in the form of journals, proceedings, books and other articles related to the research title and then write them down as research results. From the results of the analysis, it was found that the application of the ice breaking learning strategy was able to develop and optimize students' brains and creativity, train them to think systematically to solve problems and increase their self-confidence. Therefore, teachers need to carefully consider using the ice breaker learning method and choose the type of ice breaker used based on the principles of motivation, synchronization, appropriate situation, and does not contain elements of SARA and pornography. AbstrakRata-rata rentang perhatian naradidik dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas antara sepuluh sampai dua puluh menit. Setelah itu, reaksi mengantuk, mengganggu teman, sibuk pada kegiatan sendiri, keluar masuk kelas ditemui guru dan terkadang sulit dikembalikan pada keadaan yang kondusif. Permasalahan ini sangat serius dan berpotensi mengurangi minat belajar siswa pada materi pelajaran pendidikan agama Kristen. Strategi belajar ice breaking mampu mengubah suasana yang pasif menjadi aktif. Strategi ini dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan minat siswa untuk menerima materi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efetivitas strategi belajar ice breaking dalam meningkatkan minat belajar siswa serta mengembalikan perhatian siswa pada materi pendidikan agama Kristen. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis library research. Peneliti mencari dan menganalisis litertur penelitian dalam bentuk jurnal, prosiding, buku, dan artikel lainnya yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Dari hasil analisis ditemukan bahwa penerapan strategi pembelajaran ice breaking mampu mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan berpikir dan kreatifitas siswa, melatih berfikir sistematis untuk memecahkan masalah serta dapat meningkatkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan dengan matang untuk menggunakan metode pembelajaran ice breaking dan memilih jenis ice breaking yang digunakan berdasarkan prinsip motivasi, sinkronisasi, tepat situasi, dan tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara
Title: Ice Breaking dalam Pembelajaran: Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Materi Pendidikan Agama Kristen
Description:
The average attention span of students in the process of teaching and learning activities in class is between ten and twenty minutes.
After that, the teacher reacts to being sleepy, disturbing friends, being busy with his own activities, going in and out of class and sometimes finding it difficult to return to a conducive state.
This problem is very serious and has the potential to reduce students' interest in learning about Christian Religious Education subject matter.
The Ice breaking learning strategy is able to change a passive atmosphere into an active one.
This strategy can be used by teachers to increase students' interest in receiving the material presented.
This research aims to determine the effectiveness of the ice breaking learning strategy in increasing students' interest in learning and returning students' attention to Christian Religious Education material.
This research uses qualitative research based on library research.
Researchers search for and analyze research in the form of journals, proceedings, books and other articles related to the research title and then write them down as research results.
From the results of the analysis, it was found that the application of the ice breaking learning strategy was able to develop and optimize students' brains and creativity, train them to think systematically to solve problems and increase their self-confidence.
Therefore, teachers need to carefully consider using the ice breaker learning method and choose the type of ice breaker used based on the principles of motivation, synchronization, appropriate situation, and does not contain elements of SARA and pornography.
AbstrakRata-rata rentang perhatian naradidik dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas antara sepuluh sampai dua puluh menit.
Setelah itu, reaksi mengantuk, mengganggu teman, sibuk pada kegiatan sendiri, keluar masuk kelas ditemui guru dan terkadang sulit dikembalikan pada keadaan yang kondusif.
Permasalahan ini sangat serius dan berpotensi mengurangi minat belajar siswa pada materi pelajaran pendidikan agama Kristen.
Strategi belajar ice breaking mampu mengubah suasana yang pasif menjadi aktif.
Strategi ini dapat digunakan oleh guru dalam meningkatkan minat siswa untuk menerima materi yang disampaikan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui efetivitas strategi belajar ice breaking dalam meningkatkan minat belajar siswa serta mengembalikan perhatian siswa pada materi pendidikan agama Kristen.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis library research.
Peneliti mencari dan menganalisis litertur penelitian dalam bentuk jurnal, prosiding, buku, dan artikel lainnya yang berkaitan dengan topik yang diteliti.
Dari hasil analisis ditemukan bahwa penerapan strategi pembelajaran ice breaking mampu mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan berpikir dan kreatifitas siswa, melatih berfikir sistematis untuk memecahkan masalah serta dapat meningkatkan rasa percaya diri.
Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan dengan matang untuk menggunakan metode pembelajaran ice breaking dan memilih jenis ice breaking yang digunakan berdasarkan prinsip motivasi, sinkronisasi, tepat situasi, dan tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengaruh Apresiasi dan Motivasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas Rendah
Pengaruh Apresiasi dan Motivasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Kelas Rendah
Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kesuksesan belajar siswa di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh apresiasi dan ...
Ground ice detection and implications for permafrost geomorphology
Ground ice detection and implications for permafrost geomorphology
Most permafrost contains ground ice, often as pore ice or thin veins or lenses of ice. In certain circumstance, larger bodies of ice can form, such as ice wedges, or massive lenses...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang signifikan antara (1) minat belajar dengan prestasi belajar agama hindu siswa pasraman satya dharma di Gunun...
Meningkatkan Minat dan Disiplin Belajar Anak
Meningkatkan Minat dan Disiplin Belajar Anak
Sekolah dasar merupakan hal yang mendasar dan sebagai penentu untuk bisa mengembangkan segala potensinya anak pada masa yang akan datang. Peserta didik yang memiliki kecerdasan emo...
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Survey pada Siswa Kelas VIII di MTs Attaqwa Cicurug Sukabumi)
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran berbasis masalah dan strategi pembelaj...
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Inovasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Melalui Inovasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing
Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai kompnen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Pendidikan yang demokratis harus mampu menciptakan interaksi a...

