Javascript must be enabled to continue!
“Everyday Spirituality” dari Perspektif Pneumatologi Pentakosta
View through CrossRef
Makalah ini membahas fenomena umum di kalangan orang Kristen, khususnya di kalangan komunitas Pentakosta, di mana terdapat kecenderungan untuk lebih fokus pada mengalami Allah dalam peristiwa adikodrati dan supranatural. Dampaknya, kesadaran akan kehadiran Allah dalam peristiwa-peristiwa sehari-hari yang sederhana sering terabaikan. Dalam menanggapi permasalahan ini, spiritualitas sehari-hari sebenarnya telah memberikan solusi yang baik, sebab ia menekankan bahwa Allah sekaligus dapat dialami dalam peristiwa sederhana dari hari ke hari, melalui upaya pemaknaan dan penghayatan. Namun, penulis merasa perlu menyertakan perspektif Pneumatologi Pentakosta untuk lebih menegaskan, khususnya dalam konteks tulisan ini kepada orang-orang Pentakostal, bahwa Allah dapat dialami dalam peristiwa sederhana dari hari ke hari. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kepustakaan. Konsep spiritualitas sehari-hari akan dieksplorasi dan dikompatibelkan dengan Pneumatologi Pentakosta, terutama di pusaran Kisah Para Rasul pasal 2. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya nilai-nilai kompatibilitas di antara spiritualitas sehari-hari dan Pneumatologi Pentakosta, seperti menekankan ketekunan dalam menapaki kehidupan, menolak dualisme atau pemikiran biner, serta mampu dan dapat mengalami Allah dalam segala sesuatu. Dengan demikian, keselarasan di antara keduanya menegaskan bahwa pengalaman rohani tidak terbatas pada peristiwa-peristiwa “tidak biasa”, namun juga terdapat dalam kehidupan sehari-hari yang “biasa”.
Title: “Everyday Spirituality” dari Perspektif Pneumatologi Pentakosta
Description:
Makalah ini membahas fenomena umum di kalangan orang Kristen, khususnya di kalangan komunitas Pentakosta, di mana terdapat kecenderungan untuk lebih fokus pada mengalami Allah dalam peristiwa adikodrati dan supranatural.
Dampaknya, kesadaran akan kehadiran Allah dalam peristiwa-peristiwa sehari-hari yang sederhana sering terabaikan.
Dalam menanggapi permasalahan ini, spiritualitas sehari-hari sebenarnya telah memberikan solusi yang baik, sebab ia menekankan bahwa Allah sekaligus dapat dialami dalam peristiwa sederhana dari hari ke hari, melalui upaya pemaknaan dan penghayatan.
Namun, penulis merasa perlu menyertakan perspektif Pneumatologi Pentakosta untuk lebih menegaskan, khususnya dalam konteks tulisan ini kepada orang-orang Pentakostal, bahwa Allah dapat dialami dalam peristiwa sederhana dari hari ke hari.
Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi kepustakaan.
Konsep spiritualitas sehari-hari akan dieksplorasi dan dikompatibelkan dengan Pneumatologi Pentakosta, terutama di pusaran Kisah Para Rasul pasal 2.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya nilai-nilai kompatibilitas di antara spiritualitas sehari-hari dan Pneumatologi Pentakosta, seperti menekankan ketekunan dalam menapaki kehidupan, menolak dualisme atau pemikiran biner, serta mampu dan dapat mengalami Allah dalam segala sesuatu.
Dengan demikian, keselarasan di antara keduanya menegaskan bahwa pengalaman rohani tidak terbatas pada peristiwa-peristiwa “tidak biasa”, namun juga terdapat dalam kehidupan sehari-hari yang “biasa”.
Related Results
Everyday Life in the "Tourist Zone"
Everyday Life in the "Tourist Zone"
This article makes a case for the everyday while on tour and argues that the ability to continue with everyday routines and social relationships, while at the same time moving thro...
The Everyday Work of Lists
The Everyday Work of Lists
IntroductionThis article explores the work of lists in mediating the materiality and complexity of everyday life. In contemporary cultural contexts the endless proliferation of lis...
An everyday geography: spatial diversity of the everyday life
An everyday geography: spatial diversity of the everyday life
Formulation of the problem. Development of new geographical research direction in post-Soviet space is caused by the necessity to understand spatial diversity of everyday life and ...
KONTROVERSI KEGERAKAN PENTAKOSTA YANG KE TIGA (THIRD PENTECOST MOVEMENT CONTROVERSY)
KONTROVERSI KEGERAKAN PENTAKOSTA YANG KE TIGA (THIRD PENTECOST MOVEMENT CONTROVERSY)
Hari-hari belakangan kaum Kristen khususnya aliran pentakosta-kharismatik di Indonesia diramaikan oleh polemic mengenai “pentakosta ke tiga, peristiwa tersebut dideklarasikan bers...
Sebuah Perbandingan Terhadap Spiritualitas Postmodern dan Spiritualitas Pentakosta
Sebuah Perbandingan Terhadap Spiritualitas Postmodern dan Spiritualitas Pentakosta
Pentecostal and Postmodern spirituality deserve to be discussed because it seems as if the Pentecostal tradition in building spirituality has similarities with the idea of spirit...
The Influence of University Personnel Upon Students' Spirituality at Selected Adventist Universities in West Africa
The Influence of University Personnel Upon Students' Spirituality at Selected Adventist Universities in West Africa
Problem and Purpose. The Seventh-day Adventist Church has a deep concern for youth and young adults' spirituality. Hence the church established institutions of higher learning with...
Mapping the Discussion on Leadership Spirituality: With a Critical Evaluation of References to Christian Spirituality
Mapping the Discussion on Leadership Spirituality: With a Critical Evaluation of References to Christian Spirituality
The emergence in the last two and a half decades of the concept of leadership spirituality is a further indication of the increasing need for a more critical, inspired, and ethical...
Socio-cultural Perspectives on Children's Spirituality
Socio-cultural Perspectives on Children's Spirituality
Much of the research on children’s spirituality is more individualistic than sociocultural, drawing mostly on psychology and emphasizing children’s individual, inner worlds. Most r...

