Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keracunan paracetamol pada kucing lokal

View through CrossRef
Kucing domestik betina berumur satu tahun bernama Kesi datang ke Rumah Sakit Hewan Jakarta (RSHJ) dengan keluhan wajah yang membengkak. Anamnesa yang didapat dari pemiliknya bahwa hewan terlihat lesu, sehingga pemiliknya memberikan Decolgen® pada Kesi sehari sebelumnya. Kelainan yang paling umum diamati pada pemeriksaan fisik dari kucing adalah: tingkat pernapasan meningkat, pucat-berlumpur selaput lendir, hipotermia, dan takikardia. Tanda-tanda lain adalah depresi, anoreksia, muntah, wajah dan cakar membengkak, air liur, diare, koma dan kematian. Dari temuan klinis dan anamnesa pemilik didapati bahwa hewan mengalami keracunan paracetamol. Prognosa yang didapat dari kasus adalah dubius apabila segera ditangani dan infausta apabila tidak segera ditangani. Pemberian paracetamol pada kucing tidak disarankan karena dapat berakibat fatal pada kucing. Pemberian acetylcysteine pada Kesi bertujuan untuk membantu kucing dalam pembentukan glutathione seluler. Setelah dilakukan pengobatan selama 3 hari, terlihat adanya kemajuan yang dapat diamati dari mukosa yang sudah tidak membengkak  dan mukosa sudah tidak berwarna pucat lagi. Setelah 4 hari pengobatan, hewan sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh dokter.
Title: Keracunan paracetamol pada kucing lokal
Description:
Kucing domestik betina berumur satu tahun bernama Kesi datang ke Rumah Sakit Hewan Jakarta (RSHJ) dengan keluhan wajah yang membengkak.
Anamnesa yang didapat dari pemiliknya bahwa hewan terlihat lesu, sehingga pemiliknya memberikan Decolgen® pada Kesi sehari sebelumnya.
Kelainan yang paling umum diamati pada pemeriksaan fisik dari kucing adalah: tingkat pernapasan meningkat, pucat-berlumpur selaput lendir, hipotermia, dan takikardia.
Tanda-tanda lain adalah depresi, anoreksia, muntah, wajah dan cakar membengkak, air liur, diare, koma dan kematian.
Dari temuan klinis dan anamnesa pemilik didapati bahwa hewan mengalami keracunan paracetamol.
Prognosa yang didapat dari kasus adalah dubius apabila segera ditangani dan infausta apabila tidak segera ditangani.
Pemberian paracetamol pada kucing tidak disarankan karena dapat berakibat fatal pada kucing.
Pemberian acetylcysteine pada Kesi bertujuan untuk membantu kucing dalam pembentukan glutathione seluler.
Setelah dilakukan pengobatan selama 3 hari, terlihat adanya kemajuan yang dapat diamati dari mukosa yang sudah tidak membengkak  dan mukosa sudah tidak berwarna pucat lagi.
Setelah 4 hari pengobatan, hewan sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh dokter.

Related Results

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Kucing Dengan Menggunakan Metode Naïve Bayes
Kucing merupakan salah satu hewan terlucu dan banyak digemari oleh banyak orang. Kucing bisa dijadikan teman dan penghilang stress oleh pencinta kucing karena tingkah lakunya yang ...
Sindrom Pernapasan Akut Parah Akibat Infeksi Virus Corona-2 (Sars Cov-2) pada Kucing Bengal
Sindrom Pernapasan Akut Parah Akibat Infeksi Virus Corona-2 (Sars Cov-2) pada Kucing Bengal
Sindrom pernapasan akut yang parah coronavirus-2 (SARS CoV-2) adalah agen etiologi covid-19 merupakan agen jenis baru yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi pada manusia atau ...
Analisis dampak perilaku sterilisasi terhadap kesehatan kucing betina domestik (Felis domesticus) di Puskeswan Makassar
Analisis dampak perilaku sterilisasi terhadap kesehatan kucing betina domestik (Felis domesticus) di Puskeswan Makassar
Kucing (Felis domesticus) adalah hewan karnivora yang tersebar luas berkat kemampuannya beradaptasi. Namun, populasi kucing yang terus meningkat menjadi masalah, terutama di perkot...
Penanganan keracunan metanol menggunakan fomepizole dan etanol (sebuah review)
Penanganan keracunan metanol menggunakan fomepizole dan etanol (sebuah review)
Kejadian keracunan metanol sering karena konsumsi yang tidak disengaja atau disengaja. Paparan metanol sangat berbahaya, dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan jika tidak...
IbM Gerakan Masyarakat Petani Atasi Racun (GEMPAR) di Kabanjahe Kabupaten Karo
IbM Gerakan Masyarakat Petani Atasi Racun (GEMPAR) di Kabanjahe Kabupaten Karo
Keracunan pestisida merupakan suatu kejadian yang perlu diperhatikan khususnya bagi petani yang menggunakan pestisida. Fenomena keracunan umumnya disebabkan karena perilaku penggun...
Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Sistem Pendeteksi Penyakit Kulit Pada Kucing Berbasis Java
Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Sistem Pendeteksi Penyakit Kulit Pada Kucing Berbasis Java
Kurangnya ketersediaan klinik hewan di daerah terpencil menyulitkan pemilik hewan untuk mendapatkan layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit kulit pada kucing yang se...

Back to Top